5 Burung yang Bersarang di Tebing Curam, Tempat Pasangan Kawin

- Tebing menjadi lokasi sarang ekstrem bagi berbagai burung karena memberikan perlindungan alami dari predator dan mendukung proses perkawinan mereka.
- Lima jenis burung yang bersarang di tebing antara lain razobill, fulmar utara, murre berparuh tebal, camar berkaki hitam, dan elang peregrine dengan perilaku unik masing-masing.
- Empat spesies pertama tergolong semi-akuatik yang mencari makan di laut, sedangkan elang peregrine merupakan burung darat yang memilih tebing tinggi untuk bertelur dan membesarkan anaknya.
Tebing adalah salah satu lokasi sarang burung paling ekstrem di dunia. Burung memilih tebing sebagai sarang agar menghindari pencarian mangsa dari predator seperti kucing besar, ular, burung dll.
Baik burung darat maupun semi-akuatik, mereka memiliki kemampuan terbang yang kuat dan mampu mendarat dan lepas landas di celah batu yang sempit. Biasanya burung bersarang di pohon, tetapi sebagian burung bersarang di tebing yang curam. Simak alasan lengkapnya sekarang melalui list di bawah ini.
1. Razobill

Razobil adalah burung semi-akuatik yang tersebar di seluruh perairan sub-arktik dan boreal Atlantik Utara. Habitat razobil berkembang biak adalah pulau-pulau dipenuhi bebatuan dan tebing. Rumah razobil adalah Amerika Utara dan sekitarnya termasuk Greenland.
Induk razobill memilih lokasi tebing yang ekstrem adalah gagasan yang cerdas karena menjamin perlindungan anak-anaknya dari predator seperti camar dan gagak. Sementara razobil dewasa adalah sasaran dari burung hantu salju dan great skua.
Mereka tidak bersarang di tepi laut dengan tebing terbuka. Sebaliknya, sarangnya 10 cm dari bibir tebing yakni di dalam celah batu atau sela-sela bebatuan. Pasangan razobil juga memilih tebing sebagai lokasi perkawinannya.
2. Fulmar utara

Di tebing curam, terlihat koloni burung fulmar utara biasa bertengger sebagai tempat bersarang. Proses perkawinan dilakukan di sarang tersebut dimulai dari membuka paruh lebar-lebar, melambaikan kepala ke depan dan ke belakang sambil bersuara. Pasangan yang sudah kawin saling menggigit kepala dan paruh, dilansir laman audubon.
Sarang di tebing menjadi lokasi bayi telur menetas. Induk akan tetap berada di sarang selama dua minggu. Meskipun sarang berada di ketinggian, predator seperti burung skua dan sheatbill bisa menyerang anak-anak induk. Tetapi fulmar utara memiliki senjata rahasia yakni semburan minyak berbau busuk untuk menghadapi predator.
3. Murre berparuh tebal

Koloni muree berparuh tebal biasanya bersarang di tepian tebing laut terutama di pulau-pulau dengan tebing curam. Di tepian tebing yang sempit dan kecil itu, pasangan burung menjalankan ritual mesra mereka: saling membungkuk, saling menggigit paruh, mengambil kerikil dan memberikannya satu sama lain.
Betina burung bertelur langsung di atas tebian batu yang curam. Telur muree berparuh tebal berbentuk seperti buah pir. Induk menggunakan batu-batu kecil untuk menahan telur agar tidak jatuh ke laut. Induk jantan dan betina bergantian mengerami telur.
4. Camar berkaki hitam

Camar berkaki hitam dikenal dengan suara khasnya, "kitte-wa-aaake, kitte-wa-akke" yang ditemukan di sepanjang pantai utara Atlantik, Kanada, Greenland, Alaska hingga pantai Siberia. Koloni besar mereka bersarang di tebing-tebing di tepi laut.
Pasangan camar berkaki hitam juga berkembang biak di tepi tebing tersebut. Jantan akan melakukan pergerakan membungkuk sambil mendongakkan paruh ke langit dan menyuapi betina makanan sebagai ritual kawinnya.
Musim kawin biasanya dimulai pada Maret-awal April. Betina bertelur di akhir April dan menetas pada Agustus. Setelah anak menetas, mereka akan melakukan penerbangan pertama pada usia 34-58 hari.
5. Elang peregrine

Berdasarkan penelusuran laman nps, tebing-tebing tinggi adalah sarang ideal bagi elang peregrine. Tebing setinggi 1.300 kaki dipilih elang peregrine untuk meletakkan telur dan membesarkan anak-anaknya sekaligus tempat aman bagi anak kerap diburu oleh burung hantu besar, elang emas dan gyrfalcon.
Betina biasanya bertelur dari dua-empat butir sekaligus. Induk mengerami telur sekitar 1 bulan hingga menetas. Anak burung belajar terbang setelah tinggal di sarang selama 6 minggu.
Dengan ini saya dapat simpulkan bahwa keempat burung kecuali elang peregrine adalah burung semi-akuatik secara alami mencari makan di permukaan hingga menyelam ke laut. Sementara itu, elang peregrine adalah burung darat umumnya ditemukan di Taman Nasional Zion, Amerika Serikat. Keren kan semua informasi ini.








![[QUIZ] Kami Tahu Sifat Aslimu dari Hewan Mamalia Air yang Kamu Pilih](https://image.idntimes.com/post/20250608/960px-Arctocephalus_pusillus_3_-_Cape_fur_seal.jpeg)








