Salah satu gas yang dapat dilepaskan saat gunung api mengalami erupsi adalah sulfur dioksida (SO2). Aktivitas Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026 juga disertai pelepasan berbagai material vulkanik ke udara, termasuk SO2. Berbeda dengan abu vulkanik yang dapat terlihat, keberadaan gas SO2 tidak selalu bisa diketahui hanya dengan melihat kondisi udara.
Gas ini memiliki bau yang khas dan menyengat, tetapi penciuman saja tidak dapat dijadikan patokan untuk menentukan apakah kadarnya aman. Lalu, bagaimana cara mengenali keberadaan gas SO2 dari gunung berapi di udara sekitar kita? Berikut tiga ciri yang perlu diketahui agar kamu lebih waspada ketika berada di area terdampak erupsi.
