Kehebatan daun teratai ternyata tidak hanya menarik perhatian para ahli botani. Para insinyur dan ilmuwan juga mempelajari mekanismenya untuk mengembangkan berbagai produk melalui pendekatan yang disebut biomimetik, yaitu meniru desain yang sudah disempurnakan oleh alam. Kini, prinsip lotus effect telah diterapkan pada berbagai inovasi, seperti:
Kain dan jaket antiair.
Cat serta kaca yang dapat membersihkan dirinya sendiri.
Lapisan pelindung pada panel surya agar tidak mudah tertutup debu.
Permukaan anti lengket pada berbagai peralatan rumah tangga.
Pelapis kapal yang membantu mengurangi penumpukan kotoran dan organisme laut.
Teknologi ini tidak hanya membuat produk lebih praktis, tetapi juga membantu mengurangi kebutuhan bahan kimia pembersih dan perawatan rutin.
Jadi, daun teratai tidak mudah basah karena memiliki kombinasi sempurna antara struktur permukaan mikroskopis yang kasar dan lapisan lilin alami yang bersifat hidrofobik. Kedua karakteristik tersebut membuat air hanya menyentuh sebagian kecil permukaan daun, membentuk butiran bulat, lalu menggelinding sambil membawa kotoran.
Referensi
Jeremy Jordan. Diakses pada Juli 2026. The Lotus Leaf: How Nature Makes Water-Repellent Materials
Kid Pid. Diakses pada Juli 2026. Lotus Effect : Why are Lotus Leaves Waterproof?
Naples Botanical Garden. Diakses pada Juli 2026. The Lotus Effect on Technology