Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenali Bahama Nuthatch, Burung Paling Langka di Dunia

Kenali Bahama Nuthatch, Burung Paling Langka di Dunia
Burung Nuthatch yang sedang dipegang oleh peneliti (dok. Audubon)

Kalau berbicara tentang burung yang langka, burung dari sebuah negara di Kepulauan Karibia ini adalah yang paling langka. Burung Bahama Nuthatch ini sudah tidak bisa kamu lihat di alam liar lagi.

Lalu, apa yang menyebabkan burung ini punah? Simak informasinya di artikel ini.

1. Tidak terlihat di alam liar sejak 2016

Upaya pencarian burung Bahama Nuthatch pada 2018 (dok. Audubon)
Upaya pencarian burung Bahama Nuthatch pada 2018 (dok. Audubon)

Burung kecil berwarna coklat ini sudah tidak pernah terlihat di alam liar. Untuk menemukan sepasang burung Nuthatch ini, dibutuhkan dua kelompok penelitian. Selain itu, pencarian burung yang memiliki nama ilmiah Sitta insularis ini membutuhkan waktu tiga bulan. Kelompok penelitian ini menjelajahi hampir 700 kilometer hutan Bahama.

Mereka mencoba memanggil burung Bahama Nuthatch dengan berbagai cara. Kelompok yang dipimpin Matthew Gardner dan David Pereira dari University of East Anglia ini melihat burung Nuthatch sebanyak enam kali, tetapi hanya sekali melihat adanya burung yang berpasangan.

2. Hidup di pepohonan pinus

Bahama Nuthatch yang sedang bertengger di batang pinus (dok. eBird)
Bahama Nuthatch yang sedang bertengger di batang pinus (dok. eBird)

Burung Bahama Nuthatch hidup di pepohonan pinus yang ada di Bahama. Karena ukurannya yang kecil, burung ini susah untuk dilihat, Bulu yang berwarna coklat juga membantu Bahama Nuthatch untuk berkamuflase di batang pinus.

3. Sempat diperkirakan punah

Spesimen Bahama Nuthatch yang diambil pada 1931 (dok. Academy of Natural Sciences)
Spesimen Bahama Nuthatch yang diambil pada 1931 (dok. Academy of Natural Sciences)

Hanya terlihat 23 individu burung Bahama Nuthatch pada 2007. Alasan hilangnya spesies burung ini adalah akibat badai yang sering terjadi. Setelah terjadinya Badai Matthew yang terjadi pada 2016, tidak ada burung yang terlihat lagi di alam liar. 

Badai Matthew menimbulkan kerusakan yang parah di beberapa negara. Angin sekencang 200 kilometer per jam ini merusak habitat burung ini dalam jumlah besar. Lalu, Badai Dorian yang terjadi pada 2019 membuat ornitolog (ilmuwan yang mempelajari tentang burung) percaya bahwa burung Bahama Nuthatch punah.

4. Punahnya burung ini diakibatkan beberapa faktor

Hilangnya habitat burung ini menjadi salah satu faktor kepunahan (dok. Academy of Natural Sciences)
Hilangnya habitat burung ini menjadi salah satu faktor kepunahan (dok. Academy of Natural Sciences)

Selain badai yang sering terjadi, terdapat beberapa faktor yang membuat burung ini hampir punah. Spesies invasif menjadi salah satu faktor yang menyebabkan burung ini punah. Lalu, perkembangan pariwisata Bahama juga membuat habitat Burung Nuthatch ini semakin hilang.

Upaya pengembang biakan burung ini juga tidak ada yang berhasil. Bahkan, hanya terdapat 12 spesimen Bahama Nuthatch yang ada di koleksi museum di seluruh dunia.

5. Sulit untuk melakukan konservasi

Burung Walet Bahama yang endemik di hutan pinus Bahama (dok. Birds of North America)
Burung Walet Bahama yang endemik di hutan pinus Bahama (dok. Birds of North America)

Upaya konservasi burung Bahama Nuthatch sangat sulit untuk dilakukan. Seorang ahli biologi dari University of East Anglia, Diana Bell mengatakan bahwa ia pesimis bahwa populasi Bahama Nuthatch bisa ditingkatkan lagi. Jumlah burung yang tersisa sangat sedikit dan alasan penurunan populasinya masih belum terlalu jelas.

Bell masih optimis untuk melakukan konservasi burung endemik di hutan pinus Bahama. Hutan pinus ini merupakan habitat yang penting bagi burung endemik yang ada seperti Walet Bahama, Bahama Warbler, dan Bahama Yellowthroat. Hutan pinus ini juga penting bagi burung lain seperti Warbler Kirtland yang melakukan migrasi ke Bahama.

Sulitnya mencari burung Nuthatch di alam liar membuat upaya konservasi semakin sulit. Semoga ke depannya upaya konservasi burung ini membuahkan hasil dan bisa mengembalikan jumlah populasinya. 

Bagaimana tanggapan kamu tentang burung langka ini? Berikan komentar kamu di kolom komentar di bawah, ya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bayu D. Wicaksono
Lukita Suharlim
Bayu D. Wicaksono
EditorBayu D. Wicaksono
Follow Us

Latest in Science

See More

3 Fenomena Komet April 2026, Ini Waktu dan Cara Mengamati

04 Apr 2026, 21:44 WIBScience