7 Fakta Burung Bangau Bluwok, Penghuni Mangrove yang Makin Langka

Tahukah kamu kalau Indonesia menjadi rumah bagi populasi besar jenis burung air besar memukau berwarna putih? Burung ini bersarang di pohon mangrove yang tinggi. Paruhnya panjang dan agak melengkung untuk mencari makan di perairan dangkal. Burung ini adalah bangau bluwok.
Bangau bluwok atau milky stork merupakan jenis burung bangau berwarna putih yang hidup di wilayah pesisir Indonesia. Tempat tinggalnya berupa hutan mangrove dan rawa-rawa. Tahukah kamu kalau bangau bluwok punya paruh spesial untuk berburu di habitatnya yang berlumpur dan berair keruh? Simak fakta unik burung bangau bluwok atau milky stork yang wajib kamu tahu berikut ini!
1. Apa itu bangau bluwok?

Bangau bluwok (Mycteria cinerea) merupakan jenis burung bangau yang hidup di hutan mangrove Asia Tenggara. Sebagian besar populasinya hidup di Indonesia. Hampir sekujur tubuh burung bangau ini berwarna putih bersih. Oleh sebab itu, ia juga dikenal dengan nama milky stork. Bangau bluwok berkerabat dekat dengan bangau lukis atau painted stork (M. leucocephala) yang punya persebaran lebih luas hingga meliputi Himalaya dan anak benua India.
2. Bangau bluwok berukuran sedang dengan sayap lebar

Bangau bluwok tergolong burung bangau berukuran sedang. Dicatat laman Animalia, tinggi burung ini sekitar 91—97 sentimeter. Sayapnya panjang dan lebar dengan rentang mencapai 50 sentimeter yang cocok untuk terbang layang (soaring).
Bangau bluwok berbulu putih hampir di sekujur tubuhnya, kecuali di bagian sayap dan ekor yang beberapa bulunya berwarna hitam. Paruh panjangnya kuning dan kulit wajahnya kemerahan kusam. Saat musim kawin, bulu putihnya berubah menjadi krem pucat. Warna paruh dan kulit wajahnya pun makin mencolok.
3. Perbedaan bangau bluwok dan bangau lukis

Bangau bluwok sering terlihat berkumpul bersama berbagai jenis burung air lain, utamanya bangau lukis yang merupakan kerabat terdekatnya. Wilayah persebaran kedua bangau ini tumpang tindih, bahkan keduanya sering kawin silang di alam liar. Sekilas, bangau bluwok dan bangau lukis sangat mirip satu sama lain.
Menurut laman Birds of Singapore, bangau bluwok punya tiga ciri khas utama. Pertama, dadanya berwarna putih bersih. Kedua, tidak ada semburat merah muda pada bulu tersier, bulu sekunder bagian dalam, dan penutup sayap. Ketiga, penutup sayap atas putih bersih.
Ketiga ciri ini membedakan bangau bluwok dari bangau lukis. Bangau lukis memiliki pita hitam di dada. Bulu tersiernya berwarna merah muda yang khas. Pada penutup sayap atasnya ada bintik-bintik hitam dan putih.
4. Bangau bluwok banyak hidup di Indonesia

Meski wilayah persebarannya mencakup Asia Tenggara, sebagian besar populasi bangau bluwok ada di Indonesia. Menurut laman Bird Life, lebih dari 95 persen populasi bangau bluwok terpusat di Indonesia, tepatnya di Sumatra dan Jawa, serta Sulawesi. Sisanya, bangau bluwok bisa dijumpai di Kamboja, Singapura, sampai Malaysia.
Bangau bluwok menjadikan wilayah pesisir sebagai tempat tinggalnya. Ia mendiami hutan mangrove dan rawa-rawa sekitar yang airnya gak begitu asin. Bangau bluwok mencari makan di dataran lumpur, kolam air asin, rawa air tawar, tambak ikan, dan sawah. Keberadaan pepohonan tinggi dan berusia dewasa sangat penting bagi bangau bluwok untuk keperluan bersarang.
5. Bangau bluwok ahli mencari makan di air keruh

Makanan bangau bluwok berupa hewan-hewan air, seperti ikan tembakul, ular, katak, krustasea, sampai serangga air. Ia paling sering mencari makan di dataran lumpur dan perairan dangkal. Supaya bisa mencari makan di lumpur dan air keruh, bangau bluwok dilengkapi dengan paruh khusus.
Paruh bangau bluwok sedikit melengkung ke bawah dan memiliki area sensitif di bagian ujung. Menurut laman Oiseaux Birds, paruh ini memungkinkan bangau bluwok mencari makan di perairan yang keruh atau lumpur. Tanpa harus melihat, bangau bluwok bisa menangkap mangsa yang menyentuh paruh sensitifnya.
Bangau bluwok juga dilengkapi dengan jari-jari kaki yang panjang dan tebal. Bentuk jari kaki ini berfungsi untuk meningkatkan luas permukaan kaki. Dengan begini, bangau bluwok bisa mengurangi tekanan saat berdiri dan berjalan di lumpur yang lunak. Kakinya tak bakal tenggelam di lumpur saat mencari makan.
6. Bangau bluwok perlu pohon mangrove tinggi untuk bersarang

Bangau bluwok bersarang di dalam koloni. Sarangnya dibangun di pohon mangrove yang sudah mati atau sekarat. Mengutip laman Animalia, sarang bangau bluwok kokoh dan besar, diamternya sekitar 50 sentimeter. Sarangnya juga dibangun sekitar 8—10 meter di atas tanah.
Bangau bluwok membangun sarangnya dari ranting berukuran sedang yang masih banyak daunnya. Di sarang besar ini, bangau bluwok menghasilkan 2—3 telur yang dierami secara bergantian selama 27—30 hari. Anak bangau bluwok sudah bisa kawin sejak usia 3 bulan, tapi usia reproduksinya kemungkinan besar lebih tua dari itu.
7. Bangau bluwok terancam perusakan habitat

Sayangnya, keberadaan bangau ini makin langka dan memprihatinkan. Bangau bluwok termasuk spesies yang terancam punah (endangered) dalam Daftar Merah IUCN. Menurut informasi dari laman Bird Life, populasi bangau bluwok turun lebih dari 50 persen selama tiga dekade terakhir. Penyebab utama penuruan populasi ini adalah perburuan dan perusakan habitat berbiak di wilayah pesisir, khususnya di Indonesia yang menjadi rumah bagi sebagian besar bangau bluwok. Kawin silang dengan bangau lukis juga berpotensi jadi ancaman serius.
Semoga saja keberadaan hutan mangrove dan rawa-rawa di Indonesia bisa lebih terjaga dan melimpah, ya? Dengan begitu, hewan-hewan asli seperti bangau bluwok bisa hidup berbiak dengan damai. Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung bangau bluwok atau milky stork? Apakah kamu pernah melihat burung bangau ini secara langsung?


















