wili-wili besar di habitat aslinya (commons.wikimedia.org/Swimpanzee)
Wili-wili besar memiliki tingkat reproduksi yang lambat. Burung pantai ini cuma menghasilkan sebutir telur saja yang diletakkan di atas pasir. Menurut laman Earth life, telur wili-wili besar sangat tahan terhadap lingkungan pesisir dengan cangkang yang beradaptasi untuk menahan panas dan kelembapan.
Sayangnya, meski tahan unsur lingkungan, telur wili-wili besar sangat rentan oleh predator dan manusia. Predator asing seperti anjing dan kucing, serta aktivitas rekreasi manusia di wilayah pantai mengancam keberhasilan perbiakan wili-wili besar. Gangguan terus menerus bisa menyebabkan penurunan populasi akibat kegagalan perbiakan berulang.
Padahal, burung pantai seperti wili-wili besar menjaga ekosistem lahan basah pesisir. Seperti yang dijelaskan Trust for Wildlife, kotorannya menyuburkan dataran tempatnya mencari makan, serta menyuburkan air di sekitarnya. Secara langsung, ia bantu menyehatkan dan menumbuhkan fitoplankton yang jadi fondasi penting pada rantai makanan laut. Jarangnya kemunculan wili-wili besar di berbagai wilayah jadi lampu kuning yang menandakan ekosistem yang kurang sehat.
Jadi, lebih bijak saat berkunjung ke pantai, ya? Jangan ganggu hewan liar dan buang sampah pada tempatnya. Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang wili-wili besar atau beach stone-curlew? Apa kamu pernah menjumpai burung pantai ini di daerahmu?