7 Fakta Gereja Eurasia, Burung yang Akrab dengan Orang Indonesia

Gereja eurasia adalah burung gereja sejati yang sangat umum dijumpai di Indonesia dan banyak wilayah dunia.
Burung ini memiliki beberapa anak jenis dengan populasi di Indonesia, termasuk Passer montanus malaccensis.
Gereja eurasia berperan penting bagi ekosistem dan dapat menjadi indikator kesehatan lingkungan.
Siapa, sih, yang gak kenal burung gereja? Burung pengicau mungil berwarna cokelat ini umum dijumpai di sekitar kita. Kita bisa mendengar kicauan dan aksi mereka mencari makan.
Karena sering muncul, banyak orang berpikir kalau gak ada yang spesial dari burung gereja. Padahal, burung ini unik, lho. Yuk, kenalan lebih jauh lewat tujuh fakta unik burung gereja eurasia atau Eurasian tree sparrow berikut ini!
1. Jenis burung gereja sejati

Gereja eurasia atau Eurasian tree sparrow (Passer montanus) merupakan jenis burung gereja sejati. Tubuh mereka kecil, berwarna cokelat, dan punya paruh berbentuk kerucut. Meski mirip dari segi tampilan dan perilaku, burung gereja beda dari burung pipit. Burung gereja berasal dari famili Passeridae, sementara burung pipit membentuk famili Estrildidae. Namun, menurut laman Carolina Birds, famili burung pipit memang berkerabat dekat dengan famili burung gereja.
2. Ternyata asli Eurasia dan Asia Tenggara

Kita sangat familier dengan burung gereja eurasia. Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya gereja eurasia itu sebenarnya burung asli mana? Gereja eurasia sebenarnya asli Asia Tenggara dan wilayah Eurasia yang beriklim sedang.
Menariknya, gereja eurasia sudah diperkenalkan ke banyak wilayah dunia, termasuk Amerika dan Australia. Kini, gereja eurasia jadi salah satu burung liar paling umum di seluruh dunia. Bahkan, gereja eurasia jadi salah satu jenis burung gereja pendatang yang paling sukses sedunia!
3. Ada banyak anak jenis gereja eurasia
Karena wilayah sebaran alami yang sangat luas, gereja eurasia dibagi jadi beberapa anak jenis. Total ada sembilan anak jenis gereja eurasia yang tersebar di seluruh dunia. Gereja eurasia yang hidup di Indonesia merupakan anak jenis Passer montanus malaccensis yang tersebar dari Myanmar, Vietnam, sampai Indonesia. Menariknya, P. m. malaccensis merupakan anak jenis gereja eurasia yang paling kecil secara rata-rata, lho.
4. Paling unik sendiri dalam genus Passer

Gereja eurasia tergolong burung gereja sejati yang berukuran cukup kecil. Mengutip laman Birds of the World, jantan rata-rata sepanjang 14,5 sentimeter dengan berat 23 gram. Warna bulu mereka cokelat kemerahan.
Menariknya, nih, gereja eurasia unik ini dalam genus Passer. Menurut laman Animalia, burung gereja ini unik karena gak ada perbedaan tampilan yang mencolok antara jantan dan betina. Jantan cuma berwarna lebih cerah dari betina. Bahkan, gereja eurasia berusia muda pun mirip burung dewasa, hanya saja berwarna agak kusam.
5. Beda dari gereja rumah!

Banyak orang mengira kalau burung gereja yang umum di Indonesia itu jenis gereja rumah. Padahal, itu gereja eurasia. Keduanya memang mirip. Laman eBird menyebutkan kalau gereja eurasia dan gereja rumah ternyata memang berkerabat dekat.
Bedanya, gereja eurasia berukuran lebih kecil dari gereja rumah yang lebih gemuk. Bagian atas kepala mereka kemerahan dengan pipi berwarna putih. Ciri khas yang bisa membantu membedakan gereja eurasia dari gereja rumah ialah bercak hitam di pipi mereka yang gak dimiliki oleh gereja rumah.
6. Punya modifikasi unik

Gereja eurasia merupakan granivora. Itu artinya, mereka sangat suka makan berbagai jenis biji-bijian. Gereja eurasia punya modifikasi khusus pada langit-langit mulut dan lidah yang digunakan untuk mengupas banyak biji untuk dimakan. Kebiasaan makan biji-bijian ini kemungkinan jadi kunci kenapa gereja eurasia bisa bertahan hidup di berbagai jenis habitat di seluruh dunia, termasuk lingkungan gurun dan pegunungan yang paling ekstrem sekalipun.
7. Jadi indikator kesehatan lingkungan

Kapan terakhir kali kamu melihat gereja eurasia? Apakah masih semudah dulu untuk dijumpai? Nah, tahukah kamu kalau gereja eurasia merupakan indikator kesehatan lingkungan di wilayah urban?
Burung ini gak akan terlihat di lingkungan urban dengan kualitas udara buruk dan dengan penggunaan herbisida dan insektisida berlebihan. Padahal, burung gereja seperti gereja eurasia berperan penting bagi lingkungan. Seperti yang dijelaskan laman Animal Diversity, burung gereja mengontrol populasi serangga, menyebarkan biji-bijian banyak spesies tumbuhan, dan jadi sumber makanan penting bagi berbagai predator.
Oleh karena itu, yuk, kita perbaiki kualitas lingkungan di sekitar kita. Dengan begitu, fauna-fauna seperti gereja eurasia bisa kembali hidup berdampingan dengan kita. Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung gereja eurasia atau Eurasian tree sparrow?


















