5 Fakta Menarik Ramonda Nathaliae, si Tumbuhan Kebangkitan dari Balkan

- Ramonda nathaliae adalah tumbuhan langka Balkan yang hidup di celah batu, ngarai, dan lereng pegunungan di Makedonia Utara, Yunani, Kosovo, serta Serbia tenggara.
- Saat kekurangan air, daunnya mengering dan metabolisme menurun drastis, tetapi tumbuhan ini dapat pulih setelah mendapat air sehingga dijuluki tumbuhan kebangkitan.
- Spesies relik dari periode Tersier ini ditemukan pada 1884 dan menjadi simbol kebangkitan Serbia dalam peringatan Hari Gencatan Senjata setiap 11 November.
Apa jadinya jika tumbuhan yang terlihat mati ternyata masih bisa hidup kembali? Hal inilah yang membuat Ramonda nathaliae begitu menarik. Tumbuhan dari keluarga Gesneriaceae ini bisa mengering saat kekurangan air, lalu kembali pulih setelah mendapatkan air.
Ramonda nathaliae juga punya kisah panjang yang tidak kalah menarik. Tumbuhan ini sudah bertahan sejak jutaan tahun lalu dan hanya ditemukan di wilayah tertentu di Balkan. Bahkan, keberadaannya memiliki hubungan khusus dengan sejarah Serbia. Yuk, kenali lebih dekat lima fakta menarik Ramonda nathaliae berikut ini!
1. Tumbuh di pegunungan Balkan

Ramonda nathaliae (commons.wikimedia.org/Hector Montero) Ramonda nathaliae merupakan tumbuhan langka yang berasal dari Semenanjung Balkan, Eropa Tenggara. Melansir dalam artikel Botanica Serbia, persebaran tanaman ini berada di Makedonia Utara, sebagian wilayah Yunani, Kosovo, dan Serbia bagian tenggara. Di Serbia, populasinya dapat ditemukan di kawasan ngarai seperti Pčinja dan Radovanski Kamen.
Tumbuhan ini biasanya tumbuh di celah-celah batu pada ngarai dan lereng pegunungan. Sebagian besar habitatnya memiliki tanah berkapur dan berada di tempat yang teduh. Menariknya, Ramonda nathaliae juga mampu hidup di tanah serpentin yang lebih ekstrem, yaitu di Ngarai Pcinja dan Ngarai Vardar, Makedonia Utara.
2. Bisa terlihat mati lalu hidup kembali

Ramonda nathaliae (inaturalist.org/Michael D. Pirie) Jangan buru-buru mengira Ramonda nathaliae mati ketika melihat daunnya mengering. Tumbuhan ini justru punya kemampuan luar biasa untuk menghadapi kekurangan air. Saat musim kering tiba, tubuhnya kehilangan sebagian besar air dan aktivitas metabolismenya menurun drastis.
Daunnya akan menggulung dan menjadi sangat kering hingga tampak seperti tanaman mati. Namun, kondisi tersebut sebenarnya hanya sementara. Setelah mendapatkan air, Ramonda nathaliae dapat kembali menjalankan fungsi tubuhnya. Kemampuan inilah yang membuatnya dikenal sebagai tumbuhan kebangkitan atau resurrection plant.
3. Sudah bertahan sejak jutaan tahun lalu

Ramonda nathaliae (inaturalist.org/Milan Chytrý) Ramonda nathaliae bukan tumbuhan yang baru muncul di kawasan Balkan. Spesies ini merupakan tumbuhan relik dari periode Tersier. Kelompok tumbuhan seperti ini menjadi sisa flora dari masa ketika kondisi iklim di Eropa jauh berbeda dari sekarang.
Perubahan iklim dan zaman es membuat banyak tumbuhan dari masa tersebut menghilang dari Eropa. Namun, Ramonda nathaliae berhasil bertahan di tempat-tempat yang lebih terlindung. Ngarai dan lereng pegunungan menjadi tempat perlindungan yang membantu spesies ini melewati perubahan lingkungan selama jutaan tahun.
4. Ditemukan oleh dua ahli botani Serbia

Spesimen herbarium Ramonda nathaliae milik Josif Pančić. (commons.wikimedia.org/Sadko) Kisah Ramonda nathaliae mulai tercatat pada abad ke-19. Spesies ini pertama kali ditemukan pada tahun 1884 di dekat kota Nis oleh ahli botani Serbia bernama Sima Petrović yang kemudian dideskripsikan secara resmi oleh Josif Pančić. Penemuan tersebut kemudian membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut mengenai tumbuhan unik yang hidup di kawasan Balkan ini.
Nama Ramonda sendiri berasal dari nama ahli botani Prancis, Louis Ramond de Carbonnières. Ia dikenal karena penelitiannya mengenai flora di wilayah pegunungan Pyrenees. Sementara itu, nama spesies nathaliae diberikan untuk menghormati Ratu Nathalie dari Serbia, atau Natalija Obrenović.
5. Menjadi simbol kebangkitan Serbia

Bunga Ramonda nathaliae digunakan sebagai simbol pada peringatan Hari Gencatan Senjata yang berlangsung setiap 11 November di Serbia. (commons.wikimedia.org/ImStevan) Kemampuan Ramonda nathaliae untuk kembali hidup setelah mengering membuat tumbuhan ini memiliki makna khusus bagi Serbia. Dilansir Serbia.com, bunganya digunakan sebagai simbol pada peringatan Hari Gencatan Senjata yang berlangsung setiap 11 November. Peringatan tersebut berkaitan dengan berakhirnya Perang Dunia I.Bagi masyarakat Serbia, kemampuan bunga ini untuk kembali hidup memiliki makna yang kuat. Tanaman tersebut menggambarkan kebangkitan dan harapan setelah melewati masa yang sulit. Oleh karena itu, Ramonda nathaliae bukan hanya menarik dari sisi biologi. Bunga ini juga memiliki nilai sejarah dan simbolis bagi sebuah negara.
Ramonda nathaliae memang berukuran kecil, tetapi kisah di baliknya sangat panjang. Tumbuhan ini mampu bertahan melewati perubahan iklim selama jutaan tahun dan menghadapi kondisi lingkungan yang keras. Kemampuannya untuk kembali hidup setelah mengering pun membuatnya menjadi salah satu tumbuhan paling unik dari kawasan Balkan.



















![[QUIZ] Dari Jenis Gelombang, Ini Cara Terbaikmu Menyampaikan Perasaan](https://image.idntimes.com/post/20250213/img-20250213-wa0011-b20ae1cd0d79cdf4d97800cc779a3a6d-d493d2b6333f67fcc9e8ebf1b6b26f0b.jpg)
