Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Fakta Hujan Meteor Pi Puppid 24 April 2026, Fenomena Langka!
ilustrasi hujan meteor Pi Puppid (pixabay.com/TheOtherKev)
  • Hujan meteor Pi Puppid berasal dari komet 26P/Grigg–Skjellerup dan sulit diprediksi.

  • Fenomena ini bisa diamati setelah senja hingga malam dengan waktu terbaik sesaat setelah Matahari terbenam.

  • Pi Puppid aman karena meteor kecil terbakar di atmosfer sebelum mencapai Bumi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Fenomena hujan meteor tidak hanya terjadi sekali dalam satu periode, tetapi bisa muncul beberapa kali dengan karakteristik yang berbeda. Setelah kemunculan Lyrid pada 22 April 2026, langit kembali dihiasi oleh hujan meteor lain yang tak kalah menarik: Pi Puppid. Fenomena ini memang jarang dibahas, tapi memiliki keunikan tersendiri dibanding hujan meteor lainnya.

Hujan meteor Pi Puppid muncul pada akhir April dan dapat diamati dalam waktu yang relatif singkat. Tidak seperti hujan meteor pada umumnya, waktu terbaik untuk mengamatinya justru terjadi setelah Matahari terbenam. Lalu, apa yang membuat hujan meteor Pi Puppid ini begitu berbeda dan menarik untuk disaksikan? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

1. Berasal dari komet yang langka

ilustrasi komet (pixabay.com/Pexels)

Hujan meteor Pi Puppid berasal dari sisa-sisa debu komet yang melintasi jalur orbit Bumi di ruang angkasa. Komet yang menjadi sumbernya adalah komet 26P/Grigg–Skjellerup, komet yang tergolong cukup langka dibandingkan komet penyebab hujan meteor lainnya. Dilansir CosmoBC, komet ini memiliki orbit yang relatif pendek, tetapi aktivitasnya tidak selalu konsisten.

Akibatnya, hujan meteor Pi Puppid tidak selalu muncul dengan intensitas yang sama setiap tahunnya. Dalam beberapa tahun, fenomena ini bisa tampak sangat lemah, bahkan hampir tidak terlihat. Namun, dalam kondisi tertentu, jumlah meteor yang muncul dapat meningkat secara tiba-tiba. Inilah yang membuat Pi Puppid dikenal sebagai hujan meteor yang unik sekaligus sulit diprediksi.

2. Catat waktu dan cara mengamatinya

ilustrasi hujan meteor (unsplash.com/Vincentiu Solomon)

Hujan meteor Pi Puppid aktif sejak 15–28 April 2026 dan dapat diamati dari wilayah Indonesia, termasuk Jakarta. Dilansir In-The-Sky.org, fenomena ini bisa diamati sejak waktu senja hingga sekitar pukul 23.31 WIB, saat titik radian (titik kemunculan) masih berada di atas horizon. Jumlah meteor yang terlihat akan meningkat ketika posisi titik radian semakin tinggi di langit.

Titik radian hujan meteor Pi Puppid mencapai posisi tertinggi sekitar pukul 17.00 WIB, sebelum langit benar-benar gelap. Karena itu, waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor langka ini sesaat setelah Matahari terbenam, tepatnya ketika langit mulai gelap, tetapi posisi radian masih cukup tinggi. Puncak aktivitasnya diperkirakan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB pada 24 April 2026 sehingga peluang terbaik bisa didapat pada malam 23–24 April setelah senja.

Untuk mengamatinya, tidak diperlukan alat khusus seperti teleskop. Kamu cukup cari lokasi yang gelap, memiliki pandangan luas ke arah langit barat, dan minim polusi cahaya. Dengan kondisi tersebut, peluang melihat hujan meteor Pi Puppid akan lebih besar meski jumlahnya tidak selalu banyak setiap tahunnya.

3. Tidak berbahaya bagi Bumi

ilustrasi hujan meteor (unsplash.com/Justin Wolff)

Sama seperti hujan meteor pada umumnya, Pi Puppid tidak menimbulkan bahaya bagi Bumi. Pasalnya, saat memasuki atmosfer, partikel meteor akan langsung mengalami gesekan hebat dengan udara hingga terbakar. Cahaya yang terlihat di langit malam sebenarnya merupakan hasil dari proses pembakaran tersebut.

Dilansir dari NASA, ini lantaran sebagian besar meteor berasal dari partikel yang sangat kecil, bahkan hanya seukuran butiran pasir. Karena ukurannya yang kecil, meteor akan hancur sebelum mencapai permukaan Bumi. Dengan demikian, fenomena ini aman untuk diamati dan justru menjadi salah satu pemandangan langit yang menarik.

Hujan meteor merupakan salah satu fenomena langit yang bisa diamati dengan mata telanjang. Tips untuk mengamatinya antara lain pilihlah lokasi yang jauh dari cahaya perkotaan dan pastikan cuaca benar-benar gelap (tidak berawan). Kalau kamu tertarik mengamati hujan meteor Pi Puppid, jangan lupa catat waktu dan cara mengamatinya, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎