Keong identik dengan cangkang keras, badan lunak, dan gerakan yang lambat. Kebanyakan spesies keong juga memiliki tubuh yang mungil, bahkan terkadang sulit terlihat dengan mata telanjang. Menariknya, hal tersebut tidak berlaku bagi keong dari famili Achatinidae. Sebab, ada banyak keong raksasa dari famili Achatinidae.
5 Keong Raksasa dari Famili Achatinidae, Ada di Indonesia!

- Famili Achatinidae dikenal berisi keong raksasa dengan panjang mencapai lebih dari 20 cm, termasuk beberapa spesies yang kini ditemukan di Indonesia seperti bekicot.
- Bekicot asal Afrika masuk ke Indonesia sejak 1925 dan menjadi spesies invasif yang merusak tanaman, meski juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak serta bahan obat tradisional.
- Beberapa spesies lain seperti keong harimau tanah, blonde, zebra agate, dan afrika barat raksasa tersebar luas akibat perdagangan dan pelepasan oleh manusia ke berbagai negara.
Beberapa di antaranya adalah bekicot yang bisa ditemukan di Indonesia, keong harimau tanah raksasa yang bercorak garis, dan keong afrika barat raksasa yang bisa ditemukan di daerah lembap. Selain ukuran, apa saja keunikan dan bagaimana kehidupan mereka di alam liar? Berikut pembahasan lengkapnya.
1. Bekicot (panjang maksimal 20 centimeter)

Bekicot (Lissachatina fulica) merupakan keong yang berasal dari benua Afrika. Ia menjadi salah satu yang terbesar dengan panjang maksimal 20 centimeter. Bekicot mulai masuk ke Indonesia (tepatnya Pulau Jawa) pada 1925. Sejak saat itu, keong berukuran besar ini mulai menyebar ke wilayah lain seperti Sumatra dan Kalimantan. Bekicot juga bisa bereproduksi dengan cepat dan sulit dibasmi.
Artikel di jurnal Sains dan Matematika menerangkan bahwa bekicot termasuk hama di bidang pertanian dan perkebunan. Hewan ini kerap memakan dedaunan, merusak tanaman, hingga membunuh benih yang baru tumbuh. Hal tersebut membuatnya dikategorikan sebagai spesies invasif yang berbahaya. Menariknya, bekicot bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan obat tradisional.
2. Keong harimau tanah raksasa (panjang maksimal 18 centimeter)

Keong harimau tanah raksasa (Achatina achatina) mendapatkan namanya dari corak garis di cangkangnya yang menyerupai garis harimau. Ukurannya setara dengan bekicot dengan panjang maksimal mencapai 18 centimeter. Seperti spesies lain di famili Achantidae, keong ini merupakan spesies keong darat yang makanannya mencakup dedaunan, bunga, buah, hingga biji-bijian.
Dilansir GBIF, keong harimau tanah raksasa merupakan satwa endemik Afrika Barat. Wilayah penyebarannya hanya mencakup beberapa negara, yaitu Sierra Leone, Liberia, Ivory Coast, Togo, Benin, Ghana, dan Nigeria. Keong ini juga menjadi peliharaan yang populer di Amerika dan negara barat lain. Meski begitu, peredaran dan perdagangannya diawasi sangat ketat oleh pemerintah setempat.
3. Keong blonde raksasa (panjang maksimal 15 centimeter)

Dilansir iNaturalist, Lissachatina immaculata atau keong blonde raksasa punya panjang sekitar 12-15 centimeter. Ia merupakan hewan terestrial dan kerap beraktivitas di atas tanah. Seperti spesies lain di daftar ini, keong blonde raksasa merupakan satwa asli benua Afrika, tepatnya Afrika bagian selatan. Namun, penyebarannya sudah meluas hingga ke China, Guyana Perancis, Suriname, dan Singapura. Di keempat negara tersebut keong ini berstatus sebagai spesies introduksi yang berpotensi menjadi spesies invasif.
4. Keong zebra agate (panjang maksimal 14 centimeter)

Cochlitoma zebra atau keong zebra agate dinamakan berdasarkan corak garis di cangkangnya yang mirip corak zebra. Selain di cangkang, corak tersebut juga nampak di bagian tubuh utamanya yang lunak. Hal tersebut berbeda dari spesies lain yang biasanya punya tubuh polos. Spesies ini menghuni Afrika Selatan dan Mozambik. Dikutip Mosser Bay Advertiser, panjang maksimal keong zebra agate bisa mencapai 14 centimeter. Tak hanya itu, dalam banyak kesempatan keong ini juga kerap masuk ke area pemukiman.
5. Keong afrika barat raksasa (panjang maksimal 21 centimeter)

Kata raksasa sangat mencerminkan ukuran keong ini. Sebab, panjang maksimalnya bisa mencapai 21 centimeter dan diameternya sekitar 13 centimeter. Hewan dengan nama ilmiah Archachatina marginata ini adalah spesialis hutan yang kerap beraktivitas di area lembap dan di atas tanah. Ia bisa hidup di berbagai suhu, mulai dari suhu dingin 13 °C hingga suhu panas mencapai 32 °C.
Keong afrika barat raksasa adalah hewan nokturnal yang aktif di malam hari. Wilayah penyebaran alaminya adalah Afrika bagian barat yang mencakup Kamerun hingga Kongo. Namun, hewan juga tersebar hingga ke Amerika Serikat. Penyebarannya di Negeri Paman Sam dipicu oleh tren memelihara keong. Sayangnya, banyak pemelihara tak bertanggung jawab yang melepaskan keong ke alam liar.
Itulah beberapa keong raksasa dari famili Achatinidae yang panjangnya mencapai puluhan centimeter. Setelah diulik, ternyata famili Achantidae memiliki penyebaran yang luas, bahkan sudah keluar dari wilayah penyebaran alaminya. Hal tersebut tak luput dari campur tangan manusia, entah itu lewat perdagangan atau secara sengaja melepaskan keong ke alam liar.

















