Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Calon Pemilik Wajib Tahu! Ini 6 Fakta Menarik Kucing Sphynx 

Calon Pemilik Wajib Tahu! Ini 6 Fakta Menarik Kucing Sphynx 
Unsplash/nyximao
Intinya Sih
  • Kucing sphynx berasal dari Kanada melalui proses selective breeding antara kucing tanpa bulu dan berbulu normal, bukan dari Mesir seperti yang banyak dikira.
  • Perawatan sphynx cukup intens karena kulitnya menghasilkan minyak berlebih dan telinganya mudah kotor, sehingga perlu mandi serta pembersihan rutin.
  • Sphynx cocok jadi kucing rumahan karena rentan terhadap suhu ekstrem, tetap bisa menimbulkan alergi, namun dikenal hangat, aktif, dan suka perhatian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Botak, keriput, dan berwajah serius, kucing sphynx punya tampilan unik yang mengundang perhatian. Di saat kucing berbulu lebat panjang banyak dicari, kucing sphynx justru muncul dengan tubuh "botaknya". Hal itu gak serta-merta membuat mereka sepi peminat, lho. Justru, keunikannya membuat si sphynx jadi primadona di kalangan pencinta kucing!

Apa kamu tertarik untuk memelihara kucing yang satu ini? Simak dulu enam fakta menariknya yang wajib kamu tahu berikut ini!

Table of Content

1. Asalnya dari Kanada

1. Asalnya dari Kanada

ilustrasi kucing Sphynx (unsplash.com/nyximao)
ilustrasi kucing Sphynx (unsplash.com/nyximao)

Nama sphynx akan membuat siapa pun mengira kalau kucing ini asalnya dari Mesir. Nyatanya, kucing sphynx asalnya dari Kanada.

Menurut Hill’s Pet, dulunya ras kucing ini disebut Canadian hairless. Dulu, seekor kucing terlahir tanpa bulu di Kanada akibat mutasi genetik. Nah, kucing sphynx yang kita kenal sekarang ini merupakan hasil pengembangbiakkan selektif (selective breeding) antara kucing tanpa bulu dan kucing berbulu normal. 

2. Harus sering mandi dan dibersihkan

unsplash.com/faustogarmen
unsplash.com/faustogarmen

Gak punya bulu bukan berarti kucing sphynx jadi gak perlu dimandikan. Justru, mereka harus rutin mandi, lho.

Umumnya, kulit kucing memproduksi minyak supaya bulunya tetap terawat. Nah, pada kucing sphynx yang gak berbulu, lama-kelamaan minyak ini akan menumpuk membentuk lapisan di tubuhnya yang bisa menimbulkan bau dan mengotori furnitur rumah. Area telinganya juga harus rutin dibersihkan karena minim bulu untuk menghalangi debu, kotoran, dan sel kulit mati.

Jadi, bisa dibilang perawatan kucing sphynx hampir setara, bahkan lebih ekstra dari ras kucing berbulu panjang.

3. Wajib jadi kucing rumahan

unsplash.com/kanashi
unsplash.com/kanashi

Kamu mungkin sudah bisa menebak kalau minimnya bulu pada kucing sphynx membuat mereka rentan pada banyak hal. Mereka gampang kedinginan. Tanpa bulu, kulit mereka juga rentan terbakar oleh sinar matahari. Belum lagi, tampilan spesialnya membuat tangan-tangan gak bertanggung jawab akan mengambilnya darimu. Jadi, kucing ini lebih cocok dijadikan peliharaan di rumah.

4. Masih rentan menimbulkan reaksi alergi

pexels.com/shvetsa
pexels.com/shvetsa

Absennya bulu pada kucing sphynx mungkin akan membuat orang-orang mengira kalau mereka gak akan menimbulkan reaksi alergi. Faktanya, laman Vet Street menuturkan kalau reaksi alergi tidak muncul akibat bulu kucing, melainkan oleh sel kulit mati yang dilepaskan oleh si kucing. Jadi, gak ada jaminan kalau mereka yang alergi terhadap kucing akan aman-aman saja memelihara kucing sphynx.

Sejauh ini, masih belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan kalau ras kucing tertentu rentan menyebabkan alergi atau tidak.

5. Lebih hangat dari kucing biasa

unsplash.com/linneasandbakk
unsplash.com/linneasandbakk

Mengutip laman Catological, kucing sphynx punya temperatur tubuh lebih tinggi dari kucing pada umumnya. Hal ini diduga merupakan bentuk adaptasi mereka yang gak punya bulu untuk menghangatkan tubuh. Biarpun begitu, kucing sphynx masih rentan oleh hawa dingin. Kamu bisa memberi mereka pakaian lucu yang nyaman supaya tetap hangat di lingkungan yang dingin.

6. Kucing unik yang suka minta perhatian

unsplash.com/theamazingdjw
unsplash.com/theamazingdjw

Gak cuma tampilannya saja yang mengundang perhatian, kepribadian kucing sphynx pun membuat mereka sering menuntut perhatianmu. Mereka suka digendong dan bergelung mencari kehangatan. Menurut laman Cat Time, mereka suka bersosialisasi dan ramah pada siapa pun, termasuk hewan peliharaan lain seperti anjing. Kucing sphynx juga penuh rasa ingin tahu, aktif, dan suka bermain. 

Nah, apakah kamu makin tertarik untuk memelihara kucing sphynx? Atau kamu malah sudah punya? Ceritakan pengalamanmu, yuk!

FAQ Seputar Fakta Menarik Kucing Sphynx

Apakah kucing Sphynx aman dipelihara oleh orang yang alergi kucing (hipoalergenik)?

Tidak. Ini adalah mitos yang sering salah dipahami. Alergi kucing sebenarnya dipicu oleh protein Fel d 1 yang ada pada air liur, kelenjar minyak, dan urine kucing, bukan pada bulunya. Karena Sphynx tetap menjilati tubuhnya dan memproduksi minyak, mereka tetap bisa memicu reaksi alergi. Bahkan, tanpa adanya bulu yang memerangkap ketombe kulit (dander), alergen tersebut justru bisa langsung menempel di tangan Anda saat mengelusnya.

Mengapa tubuh kucing Sphynx terasa jauh lebih hangat dibandingkan kucing biasa?

Suhu tubuh normal kucing Sphynx sebenarnya sama dengan kucing lain. Namun, mereka terasa sangat hangat—bahkan seperti botol kompres air panas—karena tidak ada lapisan bulu yang menyekat atau menghalangi panas tubuh mereka keluar. Anda langsung menyentuh kulitnya yang mentransfer panas tubuh secara langsung ke tangan Anda.

Apakah kucing Sphynx memiliki kumis?

Sebagian besar kucing Sphynx tidak memiliki kumis sama sekali, atau jika ada, kumisnya sangat pendek, rapuh, dan mudah patah. Ketiadaan kumis ini merupakan efek dari mutasi genetik yang sama yang membuat mereka tidak berbulu. Menariknya, meskipun kucing menggunakan kumis untuk navigasi ruang, Sphynx berhasil beradaptasi dengan sangat baik menggunakan indra lainnya.

Mengapa porsi makan kucing Sphynx cenderung lebih banyak daripada kucing berbulu?

Kucing Sphynx memiliki metabolisme tubuh yang sangat tinggi. Karena tidak memiliki jaket bulu alami untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat, tubuh mereka harus membakar kalori jauh lebih cepat demi menghasilkan panas internal agar tidak kedinginan. Oleh karena itu, mereka membutuhkan porsi makanan berkualitas tinggi yang lebih banyak daripada kucing biasa dengan ukuran tubuh yang sama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Erick Akbar
Yudha ‎
Erick Akbar
EditorErick Akbar
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More