5 Fakta Menarik Trionychidae, Famili Kura-Kura Bercangkang Lunak!

Umunya kura-kura punya cangkang yang keras dan tubuh yang diselimuti sisik besar dan menonjol. Namun hal ini tidak berlaku bagi kura-kura dari famili Trionychidae karena mereka punya cangkang yang lunak dan tubuh yang licin. Tubuhnya juga datar yang mana memudahkannya untuk berenang dan bersembunyi di dasar perairan. Di Indonesia sendiri kura-kura dari famili Trionychidae kerap disebut labi-labi dan penyebarannya cukup luas.
Tentunya tiap spesies punya pilihan makanan, kebiasaan, ciri fisik, warna, dan ukuran yang berbeda. Tapi secara umum mereka punya kemiripan yang membuat famili ini mudah dikenali dan diindentifikasi. Sayangnya masyarakat di Benua Asia sering memburu kura-kura ini untuk dijadikan makanan sehingga populasinya terus menurun dari waktu ke waktu. Padahal cangkangnya yang lunak dan tubuhnya yang datar bukan satu-satunya hal menarik yang dimiliki reptil ini, lho.
1. Jadi makanan lezat bagi masyarakat Amerika dan Asia

Dilansir iNaturalist, kura-kura dari famili Trionychidae jadi makanan yang lezat dan populer, khususnya di Amerika Serikat dan Asia. Cangkangnya yang lunak, ukurannya yang besar, dan populasinya yang melimpah membuat banyak orang sangat suka memakan reptil ini. Bahkan kura-kura ini juga jadi hidangan yang cukup mewah, khususnya di negara Asia Timur seperti Jepang dan Tiongkok.
Di Tiongkok Trionychidae kerap disajikan bersamaan dengan ayam rebus sementara di Jepang hewan ini kerap dimasak sebagai sup. Masyarakat Amerika Serikat, khususnya Florida juga sangat suka memakan kura-kura ini. Beberapa spesies yang sering dimakan dan diburu antara lain adalah Apalone ferox, Pelodiscus sinensis, dan Palea steindachneri. Namun karena populasinya yang terus menurun saat ini perburuan secara berlebihan mulai dilarang dan beberapa spesies juga berstatus sebagai hewan dilindungi.
2. Populasinya mulai terancam

Tak hanya perburuan liar, kerusakan habitat, polusi, industrialisasi, dan kehadiran spesies invasif juga sangat mengancam populasi kura-kura ini. Saking terancamnya, beberapa spesies seperti Chitra chitra, Rafetus swinhoei, Rafetus euphraticus, dan Trionyx triunguis masuk dalam kategori engadered, critically endangered, dan vulnerable, jelas IUCN Red List. Populasi mereka sangat menurun dan jika dibiarkan bukan tidak mungkin hewan ini akan jatuh ke jurang kepunahan.
Sebenarnya berbagai pihak sudah melakukan upaya konservasi entah lewat penangkaran atau konservasi secara langsung di alam liar. Beberapa ada yang berhasil namun tidak sedikit yang belum membuahkan hasil. Tentunya upaya konservasi tidak akan berjalan maksimal jika tidak ada dukungan dari masyarakat setempat. Karenanya kamu harus mendukung segala upaya yang dilakukan dan tidak boleh memburu, membunuh, memakan, memelihara, atau menjual spesies Trionychidae yang dilindungi dan terancam punah.
3. Punya perawakan dan ciri fisik yang berbeda dari kura-kura pada umumnya

Dilansir Animal Diversity Web, kura-kura dari famili ini tidak memiliki sisik atau struktur keras di cangkang atau tempurung mereka. Daripada sisik justu permukaan tempurungnya diselimuti kulit yang halus, lentur, dan berair. Semua spesies juga termasuk hewan semi akuatik dan sangat suka hidup di daerah lembab dan basah. Ia juga mudah dikenali dari tempurungnya yang melebar dan datar, tubuhnya yang pipih, dan hidungnya yang memanjang layaknya belalai pendek.
Warnanya juga tidak mencolok, Trionychidae biasanya punya tubuh berwarna gelap seperti hitam, cokelat, abu-abu, dan hijau tua. Matanya berukuran besar, membulat, dan berada di bagian atas kepala. Posisi demikian akan memudahkan kura-kura ini untuk mengintip atau mengintai lingkungan sekitar tanpa harus naik ke daratan yang kering. Tentunya hanya dengan melihat ciri fisiknya kamu sudah bisa mengenali dan mengidentifikasi hewan ini.
4. Sering ditemukan di hutan, sungai, danau, dan rawa

Sebagai hewan akuatik tentunya Trionychidae sangat mudah ditemukan di sungai, rawa, danau, atau genangan air. Biasanya mereka akan mengubur diri di lumpur, pasir, atau berdiam diri di dasar sungai. Kemampuan berenangnya juga menakjubkan, bahkan hewan ini lebih lincah saat berada di air daripada saat berada di daratan, jelas Britannica. Jika melihat penyebarannya Trionychidae lebih suka hidup di wilayah hangat, seperti Amerika Serikat, Asia, Australia, dan Afrika. Walau ada juga beberapa spesies yang mendiami Eropa.
Semua spesies kura-kura dari famili Trionychidae merupakan karnivor yang sangat suka memakan ikan, krustasea, serangga, invertebrata, dan hewan kecil lainnya. Hewan ini adalah predator penyergap yang lebih suka menunggu mangsa lewat sebelum menerkam dan memakannya. Paruhnya yang tajam, refleksnya yang cepat, dan rahangnya yang kuat sangat berguna untuk menangkap ikan kecil yang sangat gesit.
5. Sudah hidup di bumi sejak jutaan tahun yang lalu

Famili Trionychidae juga sudah lama tinggal di bumi, setidaknya mereka sudah hidup dari periode kapur yang artinya famili ini hidup berdampingan dengan dinosaurus, jelas artikel di jurnal scientific reports. Dari jutaan tahun yang lalu hingga saat ini perawakan kura-kura ini juga tidak berubah secara signifikan. Tak hanya di satu daerah, para ahli juga berhasil menemukan dan meneliti fosil Trionychidae dari berbagai belahan dunia, mulai dari Eropa sampai Asia. Beberapa jenis Trionychidae purba antara lain adalah genus Hutchemys, Axestemys, dan Gilmoremys.
Secara umum kura-kura memang punya cangkang keras yang menonjol dan berguna untuk menghalau predator. Namun hal ini tidak dimiliki oleh kura-kura dari famili Trionychidae yang punya cangkang lunak dan tubuh pipih. Sebagai gantinya mereka punya kemampuan berenang yang menakjubkan dan hidup panjang yang bisa digunakan untuk menghirup udara tanpa harus keluar dari air. Kura-kura ini juga sudah lama tinggal di bumi bahkan sempat hidup berdampingan dengan dinosaurus.



















