Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Fakta Unik Ibis Australia, Kenapa Dijuluki Ayam Tempat Sampah?
tampak dekat ibis australia (commons.wikimedia.org/Nathan Ruser)

Burung sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari manusia. Kita bisa mendengar kicauan mereka. Mereka pun suka berkunjung untuk makan dan minum. Namun, gimana kalau burung yang berkunjung itu setinggi 75 sentimeter dengan sayap lebih dari semeter? Itulah sensasi yang dirasakan orang Australia saat dihampiri ibis Australia.

Ya, ibis australia merupakan salah satu jenis burung ibis asli Australia. Meski habitat mereka di lahan basah, akhir-akhir ini ibis australia banyak terlihat di kota-kota besar Australia. Burung ini sangat kental dengan budaya populer Australia sampai dijuluki "ayam tempat sampah". Yuk, kenalan dengan burung ini lewat tujuh fakta unik burung ibis australia atau Australian white ibis berikut!

1. Ibis australia itu burung apa?

tampak dekat ibis australia (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)

Ibis australia atau Australian white ibis (Threskiornis molucca) merupakan jenis burung ibis asli Australia. Seperti kebanyakan ibis, ibis australia berbulu putih dan berparuh panjang bengkok. Memang gak ada yang terlalu mencolok dari tampilan mereka. Hal unik dari ibis australia ialah kebiasaan mereka muncul di tengah kota-kota besar Australia. Seakan-akan, mereka tidak takut dengan manusia. Burung ini sampai dijuluki "ayam tempat sampah".

2. Apakah ada ibis australia di Indonesia?

koloni berbiak ibis australia (commons.wikimedia.org/Wayne Butterworth)

Meski burung asli Australia, ibis australia ternyata gak cuma ada di Negeri kanguru, lho. Burung ini juga bisa kamu jumpai di beberapa wilayah Indonesia. Menurut informasi dari laman Birds of the World, ibis australia juga ada di bagian selatan Kepulauan Maluku, bagian barat Papua, dan lebih jarang lagi di Babar serta Tanimbar. Meski tersebar luas sampai ke timur Indonesia, ibis australia paling umum dijumpai di Australia.

3. Mudah dikenali dari tampilan mereka

tampak dekat ibis australia (commons.wikimedia.org/Sardaka)

Ibis australia tergolong burung ibis berukuran besar. Mengutip laman Birds of the World, burung ini panjangnya 63—76 sentimeter dengan berat berkisar 1,4—2,5 kilogram. Rentang sayap mereka juga cukup lebar, kurang lebih bisa mencapai 1,25 meter.

Ibis australia bisa dikenali dari bulu mereka yang putih dan kepala serta leher hitam. Kepala mereka botak dengan paruh hitam panjang yang melengkung ke bawah. Burung dewasa juga punya bulu-bulu mirip rumbai di pangkal leher. Saat musim kawin, kamu bisa melihat ada bercak kecil kulit berwarna merah di bawah sayap saat si burung mengangkat sayap.

4. Penghuni lahan basah yang berjiwa sosial

tampilan sekujur tubuh ibis australia (commons.wikimedia.org/Kym Nicolson)

Ibis australia merupakan burung lahan basah. Habitat yang paling disenangi memang lahan basah dengan vegetasi melimpah, dataran banjir, padang rumput, sampai area-area yang dekat dengan sungai atau danau. Burung ini bisa terlihat berbiak di hamparan alang-alang atau semak-semak. Ibis australia juga sangat senang berkelompok. Jangan kaget kalau kamu menjumpai burung ini berkumpul bersama berbagai jenis burung lain. Menurut laman Animalia, ibis australia suka bertengger di pohon bersama ibis sendok dan cangak.

5. Punya makanan favorit di habitat asli mereka

tampak dekat ibis australia (commons.wikimedia.org/Sheba_Also 43,000 photos)

Waktu paling tepat untuk mengamati ibis australia ialah siang hari karena burung ini bersifat diurnal. Di habitat asli mereka, ibis australia terlihat mencari makan sambil berjalan mengarungi perairan dangkal. Makanan favorit mereka lobster air tawar dan kerang kedaung (mussel) yang digali dari lumpur dengan paruh panjang. Lubang hidung ibis australia terletak di pangkal paruh agar mereka bisa bernapas saat paruh terendam air. Ibis australia sering mencari makan bareng-bareng sampai berjumlah puluhan ekor, bahkan hingga ratusan!

6. Punya panggilan sayang "ayam tempat sampah"

Ibis australia bertengger di tempat sampah. (commons.wikimedia.org/Kelisi)

Meski habitat mereka lahan basah, ibis australia banyak bermunculan di tengah kota-kota. Burung ini bisa terlihat di taman kota, kafe, kebun, dan tempat pembuangan sampah di daerah perkotaan untuk mencari makan. Ibis australia sudah belajar untuk memanfaatkan makanan manusia di lingkungan perkotaan. Alhasil, burung ini juga berbiak di perkotaan. Karena kehadiran mereka membludak di perkotaan dan punya kebiasaan mengorek-ngorek tempat sampah, ibis australia dijuluki "ayam tempat sampah" atau bin chicken oleh warga Australia. Kini, ibis australia jadi pemandangan umum di kota-kota besar Australia, seperti Sydney, Brisbane, dan Perth.

7. Ramai di perkotaan, tapi sepi di habitat asli

Ibis australia di tengah kota. (commons.wikimedia.org/Aatu Dorochenko)

Jumlah ibis australia yang tinggal di perkotaan ternyata sudah meningkat sejak akhir 1970-an. Meski makin umum di kota besar, jumlah ibis australia justru menurun di habitat asli, menurut Australian Museum. Padahal, ibis australia berperan penting dalam ekosistem lahan basah sebagai predator tingkat menengah.

Menurut laman Australian Geographic, wilayah sebaran ibis australia meluas secara signifikan akibat urbanisasi dan perubahan habitat akibat kekeringan. Kebiasaan hidup di kota sebenarnya merupakan adaptasi baru ibis australia terhadap tekanan lingkungan. Invasi mereka ke wilayah perkotaan menutupi pergeseran populasi ini.

Meski memberikan kesan akrab dengan manusia, keberadaan hewan liar seperti ibis australia di kota besar sebenarnya jadi cerminan apa yang sedang terjadi dengan habitat asli mereka. Semoga habitat ibis australia bisa lebih terjaga, ya? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang keberadaan burung ibis australia atau Australian white ibis di kota-kota besar Australia?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎