6 Fakta Unik Pied Kingfisher, Penglihatan Bawah Airnya Sangat Baik!

Pied kingfisher merupakan spesies kingfisher air yang tersebar di Asia dan Afrika. Mereka berada dalam famili Alcedinidae dan memiliki nama ilmiah Ceryle rudis. Panjang tubuhnya mencapai 25--29 sentimeter, beratnya kisaran 70--100 gram dengan lebar kepakan sayap sekitar 13,3--14,2 sentimeter. Sangat mudah bagimu untuk mengenali mereka sebab bulunya perpaduan hitam dan putih.
Jantan punya jambul berwarna hitam, ada garis putih di atas matanya dan garis hitam berukuran lebih besar membantang hingga ke lehernya. Mata pied kingfisher berwarna cokelat tua dan kakinya kehitaman. Penasaran dengan kemampuan berburunya? Yuk, baca fakta berikut ini.
1. Wilayah penyebaran pied kingfisher

Penyebaran pied kingfisher berada di Timur Tengah, sub-sahara Afrika, daratan Asia dan bagian selatan China. Di sub-sahara Afrika, mereka biasanya ditemukan di sepanjang Sungai Nil dan bagian timur Mesir. Sementara di Pakistan, mereka banyak berada di dataran Sind dan Punjab.
Animalia menginformasikan bahwa pied kingfisher juga bisa kamu temui di Yunani, Siprus dan Polandia, tapi populasinya sangat jarang. Burung ini tidak bermigrasi dan cenderung memilih habitat seperti tepi sungai, danau, muara, saluran irigasi dan teluk. Mereka juga bisa tinggal di lembah dekat sungai di daerah pegunungan.
2. Tidak pernah berburu di darat

Berdasarkan informasi dari Africa Freak, pied kingfisher ternyata tidak pernah berburu di darat. Makanan utamanya kebanyakan terdiri dari ikan dan sedikit krustasea. Mereka berburu di air asin dan air tawar jadi mereka tidak segan memakan serangga air atau amfibi. Burung ini juga memakan larva capung, moluska dan katak.
3. Pied kingfisher memiliki teknik hovering untuk berburu

Sumber yang sama menjelaskan bahwa pied kingfisher punya teknik berburu yang unik. Mereka bukan hanya burung hovering terbesar, tapi kemampuan kepakan sayapnya juga memukau. Burung ini berburu dengan melayang sekitar 15,24--19,81 meter di atas permukaan air, lalu meluncur ke dalam air dan memanfaatkan paruhnya untuk menangkap ikan. Saya tidak berburu, kecepatan terbangnya mencapai 50 km/jam.
4. Bisa melihat di bawah air

Sebagai pendukung untuk teknik berburunya yang memukau, pied kingfisher juga didukung oleh penglihatan baiknya. Mata kingfisher telah beradaptasi untuk mendeteksi posisi ikan dari atas. Setelah mereka mengunci posisi mangsa, pembiasan di dalam air tidak akan mempengaruhi penglihatannya.
Pied kingfisher bisa mengoreksi posisinya sesuai pembiasan dan bereaksi terharap gerakan tiba-tiba dari mangsanya. Tidak hanya itu, mereka juga punya penutup kelopak mata transparan yang membantunya tetap melihat walaupun berada di bawah permukaan air.
5. Jantan memikat betina dengan memberinya makan

Setiap hewan punya caranya sendiri untuk memikat betina agar bisa kawin dengannya, kingfisher juga melakukan hal yang sama. Pied kingfisher juga punya ritual tarian yang melibatkan 3--12 jantan, itu diiringi dengan vokalisasi berupa 'kwik' bernada keras dan 'treetiti' bernada tinggi. Mereka juga mengangkat sayapnya dan terkadang terlibat dalam pertarungan.
Vokalisasi lainnya berupa 'werk-werk-werk-werk', dilansir Animal Diversity. Tidak hanya ritual pertunjukan itu, jantan juga mencoba menarik perhatian betina dengan menawarkan makanan, lho. Proses tersebut bisa berlangsung selama tiga minggu. Jantan melakukan banyak usaha untuk memikat betina, ya.
6. Sistem perkawinan pied kingfisher

Sistem perkawinan pied kingfisher adalah monogami, membentuk ikatan dengan satu pasangan untuk waktu yang lama. Musim kawinnya dimulai dari bulan Februari hingga April, jantan mulai melakukan berbagai upaya untuk memikat betina seperti yang dijelaskan pada fakta sebelumnya. Betina menghasilkan 4--5 telur yang dierami oleh kedua induknya selama 18 hari.
Karena pied kingfisher menganut perkembang biakan kooperatif, mereka memiliki empat pembantu yang merawat dan menjaga anak-anaknya. Pembantu itu biasanya adalah burung dewasa yang gagak membesarkan anak-anaknya sendiri.
Pied kingfisher ternyata punya kemampuan berburu yang mumpuni, teknik hovering dan kelopak mata transparannya sangat memudahkannya dalam berburu. Tidak hanya itu, mereka juga punya pembantu yang merawat anak-anaknya. Saat ini, mereka diklasifikasikan sebagai Least Concern oleh IUCN dengan total pasangan perkembang biakan mencapai 1,7 juta individu.



















