Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Fakta Unik Solenodon Kuba, Mamalia Beracun yang Tidak Berlari Lurus

7 Fakta Unik Solenodon Kuba, Mamalia Beracun yang Tidak Berlari Lurus
ilustrasi solenodon Kuba (commons.m.wikimedia.org/J. D. L. Franz Wagner)

Solenodon Kuba merupakan hewan endemik Kuba yang sangat unik. Mereka juga disebut sebagai almiqui oleh masyarakat lokal. Spesies hewans satu ini berada dalam famili Solenodontidae dan mempunyai nama ilmiah Solenodon cubanus. Panjang tubuhnya kisaran 41-56 cm dengan berat 1 kg.

Solenodon Kuba memiliki moncong dan ekor panjang. Menariknya, mereka ternyata mamalia beracun, lho. Penjelasan berikut akan memberikan informasi lebih detail tentang solenodon.

1. Wilayah penyebaran solenodon Kuba

Wilayah penyebaran solenodon Kuba (commons.m.wikimedia.org/Chermundy)
Wilayah penyebaran solenodon Kuba (commons.m.wikimedia.org/Chermundy)

Sekitar 30 tahun lalu, solenodon Kuba ditemukan di Amerika Utara. Sekarang ini, mereka hanya bisa ditemui di Kuba. Kidadl menginformasikan bahwa solenodon Kuba bergantung pada habitat hutan lebat untuk hidup. Mereka biasanya menghabiskan hari untuk bersembunyi di lubang pepohonan atau liang untuk melindungi dirinya dari pemangsa. Setelahnya, mereka akan keluar di malam hari untuk mencari makan.

2. Apakah solenodon Kuba hidup menyendiri atau tidak?

Solenodon  (commons.m.wikimedia.org/Frank Wouters)
Solenodon (commons.m.wikimedia.org/Frank Wouters)

Solenodon Kuba adalah hewan yang penyendiri, mereka hidup di bawah tanah khususnya di liang sehingga sangat jarang terlihat. Selain itu, mereka adalah hewan yang menjelajahi hutan saat malam hari, jelas Animalia. Sumber lain mengatakan bahwa solenodon Kuba dipercaya merupakan hewan sosial, mereka suka hidup bersama beberapa hewan lain di liang yang sama. Bagaimana menurutmu?

3. Solenodon Kuba beracun!

Solenodon  (commons.m.wikimedia.org/Seb az86556)
Solenodon (commons.m.wikimedia.org/Seb az86556)

Dilansir Fact Animal, solenodon merupakan salah satu dari sedikit mamalia yang bisa membawa dan menyuntikkan racun melalui air liurnya. Racunnya cukup menarik sebab itu tampaknya berevolusi secara paralel dengan bisa ular beludak. Semua vertebrata darat dikatakan memiliki leluhur yang sama. Darinya mereka mewarisi gen-gen tertentu yang kemudian bermutasi seiring berjalannya waktu sehingga menimbulkan keragaman garis keturunannya.

Walaupun mamalia mirip tikus satu ini sangat berbeda dengan ular, secara genetasi mereka masih memiliki banyak kesamaan. Salah satunya adalah gen yang mengkode protein tertentu dalam air liur. Racun solenodon lebih berbahaya sebab mereka mengembangkannya sebagai adaptasi karena sering dimangsa.

4. Solenodon Kuba beraroma seperti kambing

ilustrasi solenodon  (commons.m.wikimedia.org/Sandstein)
ilustrasi solenodon (commons.m.wikimedia.org/Sandstein)

Solenodon mempunyai kelenjar di ketiak dan selangkangan yang mengeluarkan bau musky seperti kambing. Mereka sepertinya tidak terlalu banyak menggunakannya untuk menandai. Karenanya, diasumsikan bahwa solenodon hanya mengeluarkannya untuk menghalangi pemangsa.

5. Solenodon Kuba menentukan arah seperti kelelawar

Solenodon  (commons.m.wikimedia.org/Ernst Rupp)
Solenodon (commons.m.wikimedia.org/Ernst Rupp)

Solenodon Kuba bisa memproduksi suara klik bernada tinggi yang digunakannya untuk memantulkan suara ke sekelilingnya. Itu dilakukannya untuk membuat peta area yang bisa didengar. Strategi yang sama digunakan juga oleh kelelawar dan paus bergigi untuk melihat sekelilingnya.

6. Solenodon Kuba membersihkan tubuh dengan kakinya

ilustrasi solenodon Kuba (commons.m.wikimedia.org/ Emoke Denes)
ilustrasi solenodon Kuba (commons.m.wikimedia.org/ Emoke Denes)

Banyak mamalia menggunakan kaki depannya untuk merawat tubuhnya, itu yang dilakukan oleh hewan pengerat dan kucing. Solenodon sebenarnya agak berbeda, mereka menggaruk seluruh tubuhnya dengan kaki belakangnya. Itu terdengar agak menyusahkan tapi solenodon mempunyai pinggul fleksibel sehingga mereka bisa membersihkan seluruh tubuhnya dengan cara seperti itu.

Menariknya lagi, karena solenodon tidak menjilat dan mewarat diri dengan kaki depannya mereka terlihat lebih telanjang dibandingkan mamalia lainnya. Mungkin itu adalah cara untuk menjaga kebersihannya.

7. Solenodon Kuba tidak berlari lurus

ilustrasi solenodon Kuba (commons.m.wikimedia.org/J. D. L. Franz Wagner)
ilustrasi solenodon Kuba (commons.m.wikimedia.org/J. D. L. Franz Wagner)

Solenodon memiliki perilaku cukup unik, masyarakat lokal mengatakan bahwa spesies hewan satu ini tidak berlari lurus, lho. Mungkin itu adalah salah satu taktik untuk mengecoh pemangsa. Selain itu solenodon Kuba sebenarnya juga bertempramen buruk, mereka tidak ragu untuk menggigit hewan besar yang mengganggunya.

Solenodon Kuba ternyata memiliki air liur yang beracun, asal-usul racunnya juga cukup kompleks berdasarkan penjelasan sebelumnya. Mereka juga memiliki cara tersendiri untuk bertahan hidup di alam liar, misalnya tidak berlari lurus saat menghadapi pemangsa dan menggigit mereka jika berada dalam posisi mendesak. Menarik, bukan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Science

See More

7 Aroma yang Disenangi Kecoak, Bikin Mereka Datang Terus

04 Apr 2026, 07:15 WIBScience