Selama ini, perceraian sering dikaitkan dengan masalah ekonomi, perselingkuhan, perbedaan prinsip, hingga komunikasi yang buruk antara pasangan. Namun, pernahkah kamu berpikir bahwa faktor genetik juga mungkin ikut berperan dalam menentukan apakah sebuah hubungan bisa bertahan lama?
Hal ini ternyata menjadi perhatian para peneliti yang mencoba memahami hubungan antara genetika dan risiko perpisahan. Penelitian tersebut menemukan bahwa kecenderungan genetik seseorang memiliki kaitan dengan kemungkinan mengalami keretakan hubungan. Meski begitu, bukan berarti seseorang yang memiliki orangtua bercerai pasti akan mengalami hal serupa, ya. Ada banyak faktor lain, termasuk lingkungan sosial dan pengalaman hidup, yang turut memengaruhi perjalanan sebuah hubungan.
Penelitian mengenai keterkaitan genetika dan perceraian ini dilakukan oleh sosiolog Ruth Eva Jørgensen dalam penelitian doktoralnya di University of Oslo, Norwegia. Ia menggunakan pendekatan genetika untuk memahami mengapa pola keretakan hubungan terkadang terlihat berulang dari satu generasi ke generasi berikutnya. Berikut beberapa temuan menarik dari penelitian yang menyatakan bahwa gen ikut berperan dalam perceraian.