4 Hewan dengan Habitat Ekstrem dan Kemampuannya Bertahan Hidup

- Tardigrade mampu bertahan pada suhu ekstrem dan memasuki fase kriptobiosis untuk bertahan tanpa air selama puluhan tahun.
- Unta memiliki kemampuan unik dalam menyimpan cadangan energi, mengonsumsi air dalam jumlah besar, dan adaptasi fisik untuk hidup di gurun.
- Penguin Kaisar memiliki lapisan lemak tebal, bulu rapat, dan perilaku unik saat musim kawin untuk bertahan di Antartika. Ikan fangtooth memiliki tubuh yang dirancang khusus untuk hidup di kedalaman laut dengan tekanan tinggi serta kemampuan metabolisme rendah.
Kebanyakan hewan yang hidup di lingkungan ekstrem memiliki kemampuan biologis yang luar biasa untuk bisa beradaptasi, sehingga mampu bertahan di berbagai kondisi yang cukup ekstrem. Adaptasi yang ada biasanya terbentuk dari proses evolusi panjang yang membuat mereka memiliki perilaku, struktur tubuh, dan strategi bertahan hidup yang sangat unik.
Habitat ekstrem tidak selalu berarti tempat yang dingin atau panas, namun juga lingkungan dengan tekanan tinggi, kadar garam ekstrem, hingga ketersediaan nutrisi yang terbatas. Berikut ini merupakan beberapa hewan yang dikenal mampu hidup di habitat ekstrem dan kemampuannya dalam bertahan.
1. Tardigrade
Tardigrade dikenal sebagai makhluk mikroskopis yang mampu bertahan pada suhu yang panas hingga yang sangat dingin, bahkan mencapai titik mendekati 0 mutlak. Kemampuan luar biasa ternyata bisa muncul karena tardigrade bisa memasuki fase kriptobiosis, yaitu kondisi hampir mati yang dapat membuat sistem metabolisme mereka berhenti untuk sementara waktu.
Pada fase kriptobiosis, ternyata kardigrade akan tetap hidup dalam ruang hampa udara, paparan radiasi, hingga tekanan ekstrem di lautan dalam. Bukan hanya tahan terhadap kondisi fisik yang ekstrem, namun hewan ini juga bisa bertahan tanpa air selama puluhan tahun dengan cara mengeringkan tubuh menjadi bentuk seperti biji.
2. Unta

Sudah menjadi rahasia umum bahwa unta memiliki kemampuan unik untuk bisa bertahan hidup di gurun dengan suhu yang ekstrem dan juga ketersediaan air yang sangat terbatas. Salah satu kemampuan utamanya adalah dengan menyimpan cadangan energi yang berupa lemak di bagian punuk, sehingga bisa digunakan pada saat perjalanan jauh.
Unta bisa mengonsumsi air dalam jumlah besar sekaligus tanpa perlu mengalami efek berbahaya pada tubuhnya. Bukan hanya itu saja, unta juga memiliki bulu mata panjang, hidung yang bisa menutup, hingga telapak kaki lebar yang mempermudahnya berjalan kaki di pasir panas.
3. Penguin kaisar

Penguin Kaisar hidup di Antartika, yaitu wilayah dengan suhu dingin ekstrem yang dapat mencapai puluhan derajat di bawah nol. Kemampuan bertahan hidup yang dimiliki Penguin Kaisar ternyata berasal dari lapisan lemak tebal dan juga struktur bulu rapat yang dapat menahan angin, serta memastikan panas tubuh tetap stabil.
Bukan hanya adaptasi fisik, namun Penguin Kaisar juga memiliki pola perilaku unik yang dapat membantu mereka untuk bertahan hidup dengan baik. Pada saat musim kawin tiba, jantan biasanya akan mengerami telur selama berbulan-bulan dengan menahan angin dingin dan juga suhu ekstrem.
4. Ikan fangtooth
Ikan fangtooth hidup di kedalaman laut yang memiliki tekanan ribuan kali lebih besar daripada yang ada di permukaan Bumi. Tubuhnya telah dirancang khusus untuk bisa menahan dalam tekanan tersebut, sebab memiliki tulang yang fleksibel dan juga daging yang tidak mudah hancur.
Adaptasi lain yang membuat ikan fangtooh bertahan hidup adalah kemampuan metabolisme rendah yang dapat memungkinkan ikan tersebut untuk bisa bertahan tanpa makan dalam waktu yang cukup lama di lingkungan yang gelap dan sumber makanan sulit ditemukan. Ternyata kemampuan ini menjadi keunggulan yang besar, apalagi dengan gigi besar dan naluri berburu kuat yang membuatnya menjadi salah satu predator paling efektif di lautan dalam.
Hewan yang hidup di habitat ekstrem seolah menunjukkan bahwa kehidupan bisa bertahan hampir di kondisi apa pun. Setiap hewan dalam daftar ini memiliki cara unik untuk bisa menghadapi tantangan lingkungan, mulai dari tekanan tinggi hingga suhu yang sangat ekstrem. Dengan mempelajari kemampuan mereka, maka bisa memahami betapa menakjubkannya strategi bertahan hidup di alam bebas.



















