7 Hewan dengan Tabir Surya Alami, Strategi Bertahan dari Matahari

- Waxy monkey tree frog mampu bertahan hidup di wilayah kering dengan melapisi diri dengan sekresi lilin untuk menjaga kulit dan tubuh tetap terhidrasi.
- Ikan zebra memiliki gen untuk menghasilkan gadusol, senyawa yang menyerap radiasi UV, dan menggunakannya sebagai tabir surya alami.
- Kuda nil menghasilkan pigmen merah dan oranye yang bekerja bersama untuk melindungi dari infeksi bakteri dan kerusakan akibat sinar matahari.
Sinar matahari kerap dianggap sebagai sumber kehidupan, tetapi bagi banyak makhluk hidup, paparan sinar ultraviolet (UV) justru bisa menjadi ancaman serius. Menariknya, di alam liar terdapat sejumlah hewan yang mampu bertahan dari teriknya matahari tanpa perlindungan buatan seperti manusia. Mereka dibekali tabir surya alami berupa pigmen, lapisan kulit khusus, hingga senyawa kimia unik yang berfungsi melindungi tubuh dari kerusakan akibat radiasi UV.
Adaptasi ini bukan hanya menakjubkan, tetapi juga menunjukkan betapa cerdasnya alam dalam menciptakan sistem perlindungan yang efektif. Mari, kita tengok apa saja hewan yang memiliki tabir surya alami.
1. Waxy monkey tree frog
Waxy monkey tree frog, seperti katak lainnya, membutuhkan kulit yang tetap lembap setiap saat agar dapat bertahan hidup. Namun, alih-alih melompat ke dalam air, katak ini justru memanfaatkan tabir surya alami buatan sendiri.
Waxy monkey tree frog hidup di wilayah Gran Chaco, yang membentang di Argentina, Paraguay, dan Bolivia di Amerika Selatan, yang dicirikan oleh iklimnya yang kering. Katak ini mampu bertahan hidup di luar air dengan melapisi dirinya dengan sekresi lilin untuk menjaga kulit dan tubuh tetap terhidrasi. Ini memastikan katak bisa bertahan hidup di lingkungan yang tidak ramah. Jika bukan karena tabir surya alami ini, waxy monkey tree frog tidak akan bertahan hidup di wilayah Gran Chaco.
Waxy monkey tree frog mengeluarkan zat lilin dari kelenjarnya untuk melindungi kulit. Zat tersebut terbuat dari campuran peptida dan lipid yang membantu menjaga kulit tetap terhidrasi, bahkan dalam kondisi paling kering sekalipun. Sama seperti manusia yang perlu sering mengoleskan ulang tabir surya agar manfaatnya maksimal, waxy monkey tree frog pun demikian. Pengolesan kembali terjadi secara alami ketika kulit mulai mengering akibat paparan sinar matahari dan panas, memungkinkan katak untuk tetap berada di luar air dalam waktu lama.
2. Ikan zebra
Gadusol adalah senyawa yang menyerap radiasi UV, khususnya UVB. Ikan zebra memiliki gen untuk menghasilkan gadusol dan menggunakannya sebagai tabir surya. Ikan ini suka hidup di kedalaman dangkal sehingga terus-menerus terpapar sinar matahari. Menariknya, gen untuk menghasilkan gadusol telah ditemukan di banyak spesies ikan, dan gadusol bertindak sebagai tabir surya yang disediakan secara maternal pada ikan zebra.
3. Kuda nil

Kuda nil menghasilkan zat semacam keringat yang terbuat dari satu pigmen merah dan satu pigmen oranye. Pigmen merah ini mengandung antibiotik, sementara pigmen oranye menyerap sinar UV. Jadi, kedua pigmen tersebut bekerja bersama untuk melindungi mamalia Afrika ini dari infeksi bakteri dan kerusakan akibat sinar matahari. Hal ini juga menjelaskan kesalahpahaman bahwa mereka mengeluarkan keringat darah.
4. Udang mantis
Udang mantis memiliki pigmen asam amino yang disebut mycosporine-like amino acids (MAA) di mata mereka. Pigmen ini bertindak sebagai tabir surya alami yang melindungi udang mantis dari kerusakan akibat sinar matahari. Pigmen ini juga memainkan peran lain sebagai filter kuat yang berkontribusi pada penglihatan krustasea yang sangat tajam dan kompleks.
5. Mikroorganisme laut
Organisme kecil yang hidup di lapisan atas laut dan di terumbu karang terus-menerus terpapar sinar matahari. Namun, tingkat paparan radiasi UV ini berpotensi mematikan. Untuk mengatasinya, mereka memproduksi senyawa pelindung UV mereka sendiri.
Sebagai contoh, sianobakteri menghasilkan scytonemin (pigmen kuning-coklat yang larut dalam lipid) dan MAA. Beberapa alga dan jamur juga menghasilkan MAA. Selain itu, beberapa jamur, bakteri, dan sianobakteri menghasilkan melanin.
6. Paus

Hewan laut seperti paus harus sering-sering muncul ke permukaan air untuk bernapas. Ini membuat mamalia air ini rawan terkena sengatan matahari. Bahkan, pengamatan telah mengkonfirmasi bahwa paus, termasuk paus biru, mengembangkan lesi kulit yang disebabkan oleh radiasi UV.
Untungnya, paus memiliki mekanisme alami untuk melindungi kulit mereka dari masalah ini. Paus melindungi diri dari paparan sinar matahari terutama melalui perubahan pigmentasi kulit yang dinamis serta mekanisme perbaikan molekuler yang disesuaikan dengan spesies dan lamanya waktu mereka berada di permukaan. Paus biru, misalnya, meningkatkan produksi melanin sebagai respons terhadap sinar UV sehingga kulit mereka mengalami semacam penggelapan alami untuk melindungi warna kulitnya yang lebih pucat saat tingkat radiasi UV meningkat secara musiman.
7. Burung sandpiper
Bagi burung sandpiper yang banyak menghabiskan waktu di pantai, paparan sinar matahari bukanlah masalah besar. Pasalnya, burung-burung ini mampu menghasilkan zat kimia bernama gadusol, yang melindungi mereka dari radiasi ultraviolet penyebab kanker. Selain memberikan perlindungan terhadap matahari, gadusol juga dianggap sebagai antioksidan.
Selain itu, bulu burung bertindak sebagai perisai yang efektif terhadap sejumlah besar sinar UV berbahaya. Ini mirip dengan bagaimana pakaian melindungi kulit manusia.
Keberadaan tabir surya alami pada hewan menjadi bukti bahwa alam telah lama menemukan solusi untuk menghadapi tantangan lingkungan ekstrem. Dari laut hingga daratan, setiap mekanisme perlindungan ini menyimpan pelajaran berharga tentang adaptasi dan ketahanan hidup, sekaligus membuka peluang inspirasi bagi manusia dalam mengembangkan perlindungan kulit yang lebih ramah dan berkelanjutan.
Referensi
A-Z Animals. Diakses pada Januari 2026. How Elephants, Hippos, and Rhinos Use Nature’s Sunscreen
A-Z Animals. Diakses pada Januari 2026. Meet the Amphibian with Built-In Sunblock
Audubon. Diakses pada Januari 2026. Why Don’t Birds Need Sunscreen?
National Geographic. Diakses pada Januari 2026. How Do Some Animals Make Their Own Sunscreen?



















