- Rutin vaksinasi untuk hewan peliharaan seperti anjing dan kucing agar risiko virus menular bisa diminimalkan.
- Cuci tangan setiap habis kontak langsung dengan hewan, terutama sehabis membersihkan kandang atau kotoran mereka.
- Pisahkan area makan manusia dan area hewan.
- Pantau kesehatan hewan secara berkala ke dokter hewan untuk skrining penyakit yang mungkin tak tampak dari luar.
Waspada! Ini 6 Hewan Peliharaan yang Rentan Terpapar Virus

- Anjing rentan terinfeksi canine parvovirus dan canine distemper, yang dapat menyebar melalui lingkungan terkontaminasi.
- Kucing berisiko tertular Feline leukemia virus (FeLV) dan SARS-CoV-2 (COVID-19) dari manusia yang terinfeksi Covid.
- Hamster, tikus, guinea pig bisa membawa virus langka Lymphocytic Choriomeningitis (LCM) dan rentan terinfeksi SARS-CoV-2.
Hewan peliharaan biasanya dianggap aman dan selalu sehat selama dirawat dengan baik. Padahal, beberapa di antaranya justru bisa menjadi “pintu masuk” virus tanpa disadari pemilik. Jika diabaikan, risiko ini bukan cuma berdampak pada hewan, tetapi juga di lingkungan sekitarnya. Nah, biar lebih waspada, simak enam hewan peliharaan yang perlu mendapat perhatian ekstra karena kerentanannya terhadap virus.
1. Anjing

Anjing adalah hewan peliharaan favorit di banyak keluarga berkat sifatnya yang loyal dan mudah beradaptasi. Namun, mereka tetap berisiko terinfeksi virus seperti canine parvovirus, penyakit yang menyerang sistem pencernaan. Virus ini kerap menjangkiti anak anjing dan menyebar melalui lingkungan yang terkontaminasi.
Selain itu, ada pula canine distemper, virus yang memengaruhi saluran pernapasan, pencernaan, hingga sistem saraf. Walau tidak menular ke manusia, dampaknya bisa berujung fatal untuk anjing.
2. Kucing

Kucing yang terlihat aktif dan sehat pun tidak selalu terbebas dari ancaman penyakit menular. Feline leukemia virus (FeLV) merupakan ancaman serius yang menular lewat kontak cairan tubuh antarkucing. Dilansir Small Door Veterinary, FelV dapat melemahkan sistem imun dan memperpendek usia hidup kucing kalau tidak ditangani.
Disisi lain, kasus SARS-CoV-2 (COVID-19) pada kucing juga pernah dilaporkan di berbagai negara. Umumnya, infeksi ini muncul akibat kontak dekat dengan manusia yang terinfeksi Covid.
3. Rodentia (hamster, tikus, guinea pig)

Hamster, tikus hias, dan guinea pig memiliki sistem imun yang relatif sensitif. Dilansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kelompok hewan rodentia berpotensi membawa patogen partikular, termasuk virus langka Lymphocytic Choriomeningitis (LCM), yang berbahaya bagi manusia maupun hewan lain.
Beberapa kasus juga mencatat hamster sebagai salah satu hewan peliharaan yang bisa terinfeksi SARS-CoV-2. Walau kebanyakan tidak mendatangkan gejala berat, peluang penularan masih ada, khususnya pada individu dengan daya tahan tubuh lemah.
4. Kelinci dan hewan kecil lainnya

Kelinci dan ferret dikenal jinak serta mudah dirawat, tetapi keduanya memiliki kerentanan tersendiri. Ferret, misalnya, cukup peka terhadap virus pernapasan yang mirip dengan flu pada manusia. Dalam kondisi spesifik, penularan bahkan dapat terjadi dua arah.
Karakter sistem imun dan pola hidupnya membuat mereka lebih gampang terinfeksi penyakit tertentu. Oleh karena itu, pemilik hewan kecil ini mesti rutin ke dokter hewan untuk skrining penyakit menular.
5. Unggas (ayam, bebek)

Memelihara ayam atau bebek di halaman rumah kini semakin populer. Meski bukan “hewan peliharaan tradisional”, unggas tetap bisa menjadi sumber kuman penyebab penyakit, terlebih jika kebersihan kandang tidak terjaga.
Selain Salmonella, unggas juga berpotensi terjangkit virus avian influenza atau flu burung, apalagi bila berinteraksi dengan burung liar. Ancaman ini akan meningkat di lingkungan yang kurang terkontrol, sehingga kebersihan kandang dan pemantauan kesehatan unggas tidak boleh diabaikan.
6. Reptil dan amfibi

Kura-kura, iguana, atau katak memang unik. Sayangnya, hewan-hewan ini malah lebih cenderung membawa bakteri jahat seperti Salmonella. Anak-anak adalah kelompok paling rentan tertular. Itulah sebabnya, kebiasaan mencuci tangan setelah memegang reptil sangat dianjurkan. Area bermain dan dapur pun sebaiknya benar-benar terpisah dari habitat hewan eksotis.
Tips untuk meminimalkan risiko virus

Dengan informasi yang tepat, kita tidak hanya menjaga hewan peliharaan tetap sehat, tapi juga menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh cinta. Ingat, hewan yang sehat adalah hewan yang bahagia.
Sumber Referensi :
EFSA Panel on Animal Health and Welfare (AHAW), Nielsen, S. S., Alvarez, J., Bicout, D. J., Calistri, P., Canali, E., ... & Ståhl, K. (2023). SARS‐CoV‐2 in animals: susceptibility of animal species, risk for animal and public health, monitoring, prevention and control. EFSA Journal, 21(2), e07822.


















