Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Fakta Unik Puerto Rico, Negara Tropis di Zona Tektonik Aktif Karibia

ilustrasi negara Puerto Rico (commons.wikimedia.org/Alex Barth from Washington DC, USA)
ilustrasi negara Puerto Rico (commons.wikimedia.org/Alex Barth from Washington DC, USA)
Intinya sih...
  • Puerto Rico terletak di zona kawasan tektonik yang sangat aktif
  • Wilayah ini sering mengalami gempa bumi dan tsunami, meski jarang disorot media global
  • Dikelilingi palung laut dalam di Samudra Atlantik, berpotensi tsunami akibat aktivitas bawah laut
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Puerto Rico kerap dikenal sebagai destinasi tropis dengan pantai berpasir putih, laut biru jernih, dan suasana khas Karibia yang santai. Namun di balik pesona wisatanya, wilayah ini menyimpan fakta geografis yang jarang disadari banyak orang. Pulau kecil di Laut Karibia ini ternyata berada di jalur pertemuan lempeng tektonik aktif, menjadikannya salah satu kawasan tropis dengan dinamika geologi yang cukup kompleks.

Letaknya berada di antara Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Utara membuat Puerto Rico rentan terhadap aktivitas gempa bumi dan tsunami. Meski begitu, kehidupan di sana tetap berjalan normal, bahkan menjadi contoh bagaimana masyarakat bisa hidup berdampingan dengan risiko bencana alam. Dari sejarah gempa hingga fenomena alam unik yang dipengaruhi pergerakan lempeng bumi, Puerto Rico punya banyak sisi yang layak dipelajari lebih dalam.

1. Terletak di perbatasan Lempeng Karibia dan Amerika Utara

potret laut atlantik Puerto Rico (commons.wikimedia.org/Arturo Donate)
potret laut atlantik Puerto Rico (commons.wikimedia.org/Arturo Donate)

Puerto Rico tepat berada zona kawasan tektonik yang sangat aktif karena posisinya di perbatasan antara Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Utara. Interaksi kedua lempeng ini menyebabkan akumulasi tekanan geologis dalam jangka panjang yang sewaktu-waktu dapat dilepaskan dalam bentuk gempa bumi kuat dan tsunami. Kondisi ini menjadikan Puerto Rico sebagai salah satu wilayah dengan risiko bencana geologi tinggi di kawasan Karibia.

Dilansir laman USGS, kerak batuan Puerto Rico dan dasar laut di sekitarnya terjepit di antara dua lempeng tektonik. Batuan secara alami dipenuhi oleh retakan dan patahan, dan ketika tekanan cukup besar terjadi, beberapa patahan dapat bergerak secara tiba-tiba. USGS juga terus melakukan pemetaan patahan aktif di kawasan ini untuk memperkirakan potensi magnitude gempa di masa depan.

2. Sering mengalami gempa bumi, meski jarang disorot media global

ilustrasi peta gempa bumi Puerto Rico (commons.wikimedia.org/U.S. Geological Survey)
ilustrasi peta gempa bumi Puerto Rico (commons.wikimedia.org/U.S. Geological Survey)

Sepanjang abad ke-20 tercatat beberapa gempa bumi besar mengguncang utara Puerto Rico. Berdasarkan catatan dari USGS, beberapa di antaranya gempa bermagnitudo 7,3 Ms pada 1918, 7,8 pada 1943, dan 8,0 pada 1946, serta empat gempa susulan besar dengan magnitudo 7,6 hingga 7,1 antara tahun 1946 hingga 1953. Selain itu, tsunami besar juga pernah melanda Puerto Rico menunjukkan bekas longsoran besar dengan lebar hingga 50 kilometer, yang diduga kuat menjadi penyebab tsunami di pesisir utara pulau tersebut. Sementara itu, wilayah barat, selatan, dan barat daya Puerto Rico juga memiliki fitur tektonik besar yang berpotensi menimbulkan bahaya tambahan.

3. Dikelilingi palung laut dalam di Samudra Atlantik

ilustrasi peta palung laut wilayah sekitar Puerto Rico (commons.wikimedia.org/USGS)
ilustrasi peta palung laut wilayah sekitar Puerto Rico (commons.wikimedia.org/USGS)

Palung Puerto Rico merupakan fitur geologi paling ekstrem di Samudra Atlantik dan Laut Karibia, sekaligus menjadi bukti nyata aktivitas tektonik yang intens di wilayah sekitar Puerto Rico. Letaknya yang strategis di antara dua lempeng besar menjadikan kawasan ini sangat dinamis secara geologis dan rentan terhadap gempa bumi serta tsunami. Dilansir laman National Geographic, Palung Puerto Rico juga berkaitan dengan zona subduksi. Di bagian timur palung, Lempeng Amerika Utara yang lebih berat yang membawa Samudra Atlantik bagian utara serta Benua Amerika menunjam ke bawah Lempeng Karibia yang lebih kecil. Proses inilah yang menjadi faktor utama pembentuk palung laut yang sangat dalam.

4. Berpotensi tsunami akibat aktivitas bawah laut

ilustrasi tsunami (commons.wikimedia.org/Unknown author)
ilustrasi tsunami (commons.wikimedia.org/Unknown author)

Wilayah Karibia, khususnya Puerto Rico, Hispaniola, dan Kepulauan Virgin, memiliki kondisi geologi yang mirip dengan kawasan pemicu tsunami besar di Samudra Hindia. Keberadaan palung laut dalam, zona subduksi, dan patahan aktif menjadikan kawasan ini rentan terhadap gempa bumi besar yang berpotensi tsunami, meskipun frekuensi relatif  jarang. Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat dan sejarah gempa besar yang berulang, risiko bencana di kawasan Karibia tidak dapat diabaikan. Para ilmuwan menegaskan bahwa gempa besar berikutnya hanyalah persoalan waktu, sehingga kesiapsiagaan, sistem peringatan dini tsunami, serta perencanaan mitigasi bencana menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak terhadap keselamatan jiwa dan infrastruktur di masa depan.

Sebagai wilayah tropis yang dikenal dengan pantai eksotis dan iklim yang hangat, Puerto Rico menyimpan sisi lain yang tak kalah menarik, yakni posisinya di salah satu zona tektonik paling aktif di kawasan Karibia. Dikeliling palung laut, patahan aktif, serta pertemuan Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Utara, pulau ini hidup berdampingan dengan potensi gempa bumi dan tsunami yang nyata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Diego Garcia, Pangkalan Militer Rahasia di Samudra Hindia

10 Feb 2026, 20:29 WIBScience