Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Hewan yang Sering Dimakan Kucing, padahal Berisiko

5 Hewan yang Sering Dimakan Kucing, padahal Berisiko
ilustrasi kucing makan tikus (pixabay.com/schauhi)
Intinya Sih
  • Kucing sering memakan hewan kecil yang bisa membawa parasit dan bakteri berbahaya.

  • Beberapa hewan kecil dapat mengandung racun atau menyebabkan infeksi dan gangguan pencernaan pada kucing.

  • Meski alami, kebiasaan berburu kucing peliharaan tetap perlu diawasi karena tidak semua mangsa aman untuk kesehatan mereka.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di alam liar, kucing merupakan hewan yang memiliki insting berburu sangat kuat. Insting ini tetap terbawa, bahkan ketika kucing hidup di lingkungan rumah. Tak heran, kucing kerap mengejar dan menangkap berbagai hewan kecil di sekitar mereka.

Perilaku ini sering dianggap wajar, bahkan menghibur bagi sebagian orang. Namun, tidak semua hewan yang dimakan kucing aman untuk kesehatan anabul. Beberapa di antaranya justru bisa membawa risiko tertentu tanpa disadari. Jika pernah melihatnya, kamu mungkin bisa menebak hewan kecil apa saja yang sering dimakan kucing?

1. Cecak

ilustrasi cecak
ilustrasi cecak (freepik.com/kuritafsheen77)

Di area rumah atau lingkungan sekitar, cecak menjadi salah satu hewan yang paling sering diburu kucing. Ukuran kecil dan gerakan mereka yang cepat membuat cecak mudah menarik perhatian kucing. Banyak orang menganggap hal ini tidak berbahaya karena cecak terlihat tidak beracun.

Faktanya, dilansir Catster, cecak memang umumnya tidak beracun bagi kucing. Namun, hewan ini tetap bisa membawa parasit dan bakteri yang berisiko bagi kesehatan. Jika sering kucing makan, cecak dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti muntah atau diare.

Dalam beberapa kasus, parasit yang terbawa juga bisa memicu masalah kesehatan yang lebih serius. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini tetap perlu diwaspadai. Cecak bukanlah makanan yang sehat untuk anabul.

2. Tikus liar

ilustrasi tikus
ilustrasi tikus (pexels.com/Raplh)

Jika ditanya apa musuh alami kucing, banyak orang mungkin langsung teringat pada tikus. Hewan kecil ini memang sering menjadi target buruan karena insting predator kucing. Di lingkungan luar rumah, tikus liar juga mudah ditemukan sehingga kerap dikejar dan dimakan oleh anabul.

Mengutip dari Centers for Disease Control (CDC), tikus dapat membawa bakteri, seperti leptospirosis, yang berisiko menular ke hewan lain. Penularan bisa terjadi ketika kucing menggigit atau memakan tikus yang terinfeksi. Meski terlihat alami, kebiasaan ini tetap perlu diwaspadai.

3. Katak

ilustrasi katak
ilustrasi katak (pixabay.com/saguari)

Selain cecak atau kadal, kucing juga kerap mengejar dan memakan katak yang ditemui di sekitar rumah. Hewan ini terlihat tidak berbahaya, tetapi sebenarnya bisa membawa risiko bagi kesehatan kucing. Dilansir PetMD, beberapa jenis katak memiliki zat beracun pada kulit mereka sebagai mekanisme pertahanan diri.

Ketika kucing menjilat atau memakan katak, racun tersebut dapat masuk ke dalam tubuh mereka. Akibatnya, kucing bisa mengalami beragam gejala, seperti muntah, air liur berlebih, hingga iritasi pada mulut. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut juga dapat memicu gangguan kesehatan yang lebih serius.

3. Burung kecil

ilustrasi burung
ilustrasi burung (pexels.com/Erik Karits)

Kucing juga sering mengejar burung kecil sebagai bagian dari insting berburu alami mereka. Meski terlihat wajar, kebiasaan ini ternyata bisa membawa risiko bagi kesehatan kucing. Dilansir Dial A Vet, layanan konsultasi dokter hewan berbasis di Australia, burung liar dapat membawa berbagai parasit, bakteri, hingga penyakit yang berpotensi menular.

Selain itu, infeksi seperti Salmonella atau cacing juga bisa terjadi setelah kucing memakan burung. Tulang burung yang kecil dan tajam juga berisiko melukai saluran pencernaan. Kondisi ini bisa memicu banyak gejala, seperti muntah, diare, atau lemas.

5. Serangga tertentu

ilustrasi serangga
ilustrasi serangga (pixabay.com/maryannandco)

Serangga tertentu juga menjadi salah satu hewan yang sering diburu kucing. Ukuran mereka yang kecil dan mudah ditangkap membuat serangga terlihat seperti mainan bagi anabul. Namun, tidak semua serangga aman untuk dimakan.

Dilansir Hepper, beberapa jenis serangga, seperti ulat tertentu, laba-laba, atau serangga penyengat, bisa berbahaya bagi kucing. Serangga tersebut dapat mengandung racun atau menyebabkan iritasi pada tubuh kucing. Jika tertelan, kucing bisa mengalami muntah, reaksi alergi, atau gangguan pencernaan.

Hewan-hewan di atas memang menjadi bagian dari mangsa alami kucing di alam liar. Namun, pada kucing peliharaan, kebiasaan ini tetap perlu diawasi karena tidak semua hewan tersebut aman bagi kesehatan anabul. Jadi, jangan sampai kucing peliharaanmu keseringan makan hewan-hewan kecil di atas, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Science

See More