Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Paru-Paru Hijau Tertua di Dunia yang Masih Lestari hingga Kini
Hutan (unsplash.com/Eutah Mizushima)
  • Lima hutan kuno yang masih lestari berada di Australia, Malaysia, Jepang, Polandia-Belarus, dan Tasmania; beberapa telah bertahan puluhan hingga ratusan juta tahun.

  • Daintree diperkirakan berusia 180 juta tahun, Taman Negara sekitar 130 juta tahun, sementara Yakushima memiliki cedar Yakusugi yang dapat hidup lebih dari 1.000 tahun.

  • Białowieża dan Tasmanian Wilderness mempertahankan habitat hutan tua, tumbuhan kuno, satwa beragam, serta pohon berumur panjang seperti Huon pine hingga 2.000 tahun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hutan tidak hanya menjadi hamparan pepohonan yang menghijau, tetapi juga menyimpan jejak panjang perubahan bumi. Beberapa kawasan hutan yang masih bertahan hingga kini memiliki sejarah alam selama jutaan tahun. Sebagian lainnya menjadi tempat tumbuhnya pohon yang dapat hidup hingga ribuan tahun.

Keberadaan hutan kuno membuat sejumlah kawasan memiliki nilai ekologis dan ilmiah. Kawasan tersebut dapat menjadi sisa hutan purba, tempat tumbuhnya tumbuhan kuno, serta habitat bagi beragam satwa. Berikut lima hutan kuno yang masih lestari hingga kini.

1. Daintree Rainforest, Australia

Daintree Rainforest (unsplash.com/Manny Moreno)

Daintree Rainforest berada di Queensland, Australia, dan termasuk kawasan hutan hujan tropis tertua yang masih bertahan. Menurut Queensland Department of the Environment, Tourism, Science and Innovation, hutan hujan di kawasan ini diperkirakan telah ada sekitar 180 juta tahun. Bentang alam Daintree juga berkaitan dengan sejarah Gondwana, ketika Australia masih menjadi bagian dari superkontinen.

Hutan ini bertahan melalui perubahan iklim yang berlangsung selama lebih dari 200 juta tahun. Lembah yang lembap dan puncak pegunungan yang sering tertutup awan menjadi tempat berlindung bagi berbagai bentuk kehidupan ketika kondisi lingkungan berubah. Daintree kini menjadi bagian dari kawasan hutan hujan tropis basah Queensland yang memiliki nilai konservasi tinggi.

2. Taman Negara, Malaysia

Taman Negara (unsplash.com/Bernd 📷 Dittrich)

Taman Negara di Semenanjung Malaysia merupakan salah satu hutan hujan tertua di dunia. ASEAN Centre for Biodiversity menyebut kawasan ini sebagai salah satu hutan hujan tertua di dunia sekaligus kawasan perlindungan yang luas bagi hutan hujan hijau dataran rendah. Wilayahnya mencakup bagian Pahang, Kelantan, dan Terengganu.

Usia hutan Taman Negara diperkirakan mencapai sekitar 130 juta tahun. Kawasan ini memiliki beragam tipe hutan, mulai dari hutan hujan dataran rendah hingga hutan pegunungan. Keragaman habitat tersebut membuat Taman Negara menjadi salah satu kawasan hutan dengan keanekaragaman hayati tinggi di Semenanjung Malaysia.

3. Yakushima, Jepang

Yakushima (pexels.com/Karolina)

Yakushima merupakan pulau bergunung di Jepang yang memiliki hutan hujan beriklim sedang. UNESCO menjelaskan bahwa kawasan ini memiliki hutan purba yang didominasi pohon cedar Jepang. Pohon cedar yang disebut Yakusugi di kawasan tersebut dapat berusia lebih dari 1.000 tahun.

Jenis tumbuhan di Yakushima berubah sesuai ketinggian. Di daerah pesisir terdapat hutan subtropis, sedangkan wilayah pegunungan ditumbuhi hutan hujan beriklim sedang dan vegetasi yang mampu hidup di suhu lebih dingin. UNESCO mencatat curah hujan kawasan pegunungan Yakushima dapat melebihi 8.000 milimeter per tahun, sehingga menciptakan lingkungan yang lembap bagi flora dan fauna.

4. Białowieża Forest, Polandia dan Belarus

Białowieża Forest (commons.wikimedia.org/Jacek Karczmarz)

Białowieża Forest berada di perbatasan Polandia dan Belarus dan merupakan salah satu kawasan hutan primer penting di Eropa. Menurut UNESCO, Białowieża Forest merupakan kawasan hutan dataran rendah yang masih memiliki hutan tua dalam area yang luas. Sebagian kawasan tersebut juga relatif belum banyak terganggu oleh aktivitas manusia.

Keberadaan kayu mati yang masih berdiri maupun tergeletak di lantai hutan menjadi salah satu cirinya. Kondisi tersebut menyediakan habitat bagi berbagai jamur yang bergantung pada kayu membusuk. UNESCO juga mencatat Białowieża memiliki kekayaan fauna yang mencakup mamalia, burung, amfibi, reptil, dan ribuan spesies invertebrata.

5. Tasmanian Wilderness, Australia

Tasmanian Wilderness (pexels.com/Isaak Cole)

Tasmanian Wilderness di Tasmania memiliki kawasan hutan hujan beriklim sedang. Pemerintah Australia menjelaskan bahwa kawasan ini menjadi tempat tumbuh berbagai tumbuhan kuno, termasuk kelompok Nothofagus yang memiliki asal-usul Gondwanan. Wilayah tersebut juga memiliki sejumlah pohon yang termasuk paling panjang usia hidupnya di dunia.

Salah satu contohnya adalah Huon pine atau Lagarostrobos, yang berusia hingga 2.000 tahun. Kawasan Tasmanian Wilderness juga memiliki mosaik vegetasi yang beragam, mulai dari hutan terbuka dan tertutup hingga hutan hujan serta padang semak. Keberadaan berbagai taksa kuno dan spesies langka membuat kawasan ini memiliki nilai penting bagi pelestarian keanekaragaman hayati.

Kelima kawasan tersebut menunjukkan bahwa hutan tua dapat bertahan melewati perubahan lingkungan dalam waktu yang sangat panjang. Keberadaannya turut mempertahankan berbagai tumbuhan, satwa, dan proses alami yang berlangsung di dalam ekosistem. Kondisi tersebut membuat hutan tua tetap memiliki nilai penting bagi keanekaragaman hayati dan ilmu pengetahuan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article