Benarkah Kanguru Tidak Bisa Berjalan Mundur?

Dunia hewan selalu punya cara tersendiri untuk mematahkan ekspektasi manusia. Salah satunya datang dari Australia, kanguru. Mamalia yang populer dengan lompatan fantastis ini ternyata menyimpan rahasia tersembunyi.
Siapa sangka kalau kanguru ternyata tidak bisa berjalan atau melompat mundur. Yup, kamu tidak salah baca. Mereka tidak bisa melakukan adegan tersebut layaknya hewan lainnya. Penasaran, apakah benar kanguru tidak bisa berjalan mundur dan mengapa ia bisa pandai melompat? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!
1. Karakteristik fisik kanguru

Kanguru merupakan salah satu mamalia yang menjadi lambang negara Australia, dengan nama Latin Macropodidae. Kanguru memiliki kaki belakang yang sangat kuat. Bentuk telapak kaki yang lebar berguna untuk melompat.
Tubuh kanguru dilengkapi dengan otot tungkai yang sangat perkasa, yang berguna untuk berkelahi antarkelompok yang bertujuan untuk memikat sang betina dan merebut kekuasaan.
Salah satu ciri khas paling mencolok dari kanguru adalah badannya yang memiliki kantung, kantung ini berfungsi untuk melindungi anak atau bayi kanguru dari serangan agresif kelompok lain. Kantung tersebut hanya bisa menampung 1-2 anak kanguru saja. Mereka bisa tinggal di dalam kantung selama 6-11 bulan pasca lahir.
Selama kurang lebih 2 bulan, anaknya akan menampakan kepalanya saja dari dalam kantung. Setelah umur kurang lebih 4 bulan, barulah mereka mulai aktif dan berani keluar dari kantung induknya. Tidak hanya sebagai tempat tinggal, kantung kanguru juga berfungsi sebagai tempat menyusui.
2. Kenapa kanguru harus melompat?

Keunikan kanguru adalah mereka mampu melompat dengan kecepatan 70 km/jam. Meskipun terlihat mengeluarkan banyak energi, gerakan melompat kanguru sebenarnya cukup menghemat energi.
Sejatinya, kanguru hidup di padang rumput yang luas, yang memungkinkan mereka bergerak sepanjang bidang datar tanpa perlu naik turun. Saat melompat, kanguru mengandalkan potensi energi yang tersimpan di persendian mereka, mirip seperti karet gelang yang meregang dan dilepaskan. Adanya gerakan melompat ini memberi keunggulan dalam mencari makanan dan menghindari serangan predator. Dengan demikian, gerakan melompat menjadi strategi evolusi yang berhasil bagi kanguru.
Proses melompat kanguru melibatkan beberapa elemen yang bekerja bersama-sama secara sinergis. Adanya otot kaki yang kuat membantu mendorong tubuh ke depan. Meskipun tidak memiliki otot gluteal yang berkembang seperti hewan pelari lainnya, kanguru menggantinya dengan kekuatan otot kaki yang lebih besar. Hal ini membuat setiap lompatannya menjadi lebih efisien.
Ekor yang kuat dan berotot juga memainkan peran penting dalam gerakan lompatan ini. Selain memberikan stabilitas, ekor kanguru bertindak seperti pegas yang menyimpan dan melepaskan energi. Hal ini akan memberikan daya dorong tambahan saat melompat, memungkinkan kanguru untuk mencapai kecepatan tinggi dan ketinggian yang mengesankan.
3. Apakah kanguru bisa berjalan mundur?

Kanguru memiliki keterbatasan fisik yang membuatnya mustahil untuk berjalan atau melompat mundur. Hal ini disebabkan oleh struktur ekor yang besar dan berat sebagai penghalang gerak mundur. Jika ingin menghadap ke belakang, maka kanguru harus memutar tubuhnya terlebih dahulu.
Tidak hanya ekor, kanguru juga memiliki kaki belakang yang panjang, kuat, dan kaku, yang dirancang khusus untuk melompat maju, bukan berjalan mundur. Kanguru memiliki otot dan sendi yang kurang fleksibel, itulah mengapa kanguru tidak bisa berjalan atau melompat mundur.
Benar bahwa kanguru tidak bisa berjalan mundur. Hal ini bukan karena kelemahan, melainkan adaptasi tubuhnya yang tidak dirancang untuk melakukan gerakan mundur. Kanguru memiliki kaki yang kuat dan kaku, juga ekor yang berotot dan besar, hal ini membuat kanguru tidak mampu untuk melompat atau berjalan mundur.


















