Referensi
Maestripieri, Dario, and Kelly A Carroll. “Causes and Consequences of Infant Abuse and Neglect in Monkeys.” Aggression and Violent Behavior 5, no. 3 (May 1, 2000): 245–54.
"Baby Monkey Named Punch Who Was Abandoned by His Mum Now Only Has a Cuddly Toy For Company Leaving Fans Heartbroken". The Sun. Diakses Februari 2026.
Kenapa Induk Monyet Menelantarkan Anaknya? Ini Alasannya

- Induk monyet menelantarkan anaknya karena respons adaptif terhadap situasi yang tidak mendukung pengasuhan.
- Penelantaran pada induk monyet hampir selalu berdampak fatal bagi bayi, namun tidak selalu merugikan bagi induk secara biologis.
- Penelantaran anak bisa menjadi strategi adaptif jika situasi lingkungan atau kondisi fisik induk tidak mendukung.
Kisah seekor bayi monyet bernama Punch di Ichikawa City Zoo menyentuh hati banyak orang. Ia kerap terlihat memeluk boneka orangutan, seolah mencari rasa aman setelah ditolak induknya sejak lahir. Tanpa kehangatan sang ibu, Punch akhirnya tumbuh dengan bantuan para perawat kebun binatang dan boneka yang menjadi sumber kenyamanannya.
Perlu dipahami, induk monyet dikenal memiliki ikatan yang kuat dengan anaknya. Induk biasanya menggendong dan melindungi bayinya dengan penuh perhatian. Lantas, kenapa induk monyet menelantarkan anaknya? Meski terdengar menyedihkan, dalam beberapa kondisi perilaku ini bisa menjadi respons biologis terhadap situasi yang tidak ideal. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!
Table of Content
1. Kenapa induk monyet menelantarkan anaknya?
Induk monyet bisa menelantarkan anaknya karena dalam kondisi tertentu hal itu menjadi respons adaptif terhadap situasi yang tidak mendukung pengasuhan. Menelantarkan anak berarti mengurangi investasi energi, waktu, dan sumber daya untuk merawat keturunan. Jika kondisi induk tidak ideal, seperti usia terlalu muda, terlalu tua, atau sedang sakit, peluang anak untuk bertahan hidup cenderung rendah.
Pada induk yang masih sangat muda, kurangnya pengalaman dan ketidakmatangan fisik bisa membuat proses merawat anak menjadi lebih sulit. Dalam situasi seperti ini, secara biologis induk memilih untuk tidak melanjutkan pengasuhan karena peluang keberhasilan kecil. Energi yang seharusnya digunakan untuk membesarkan anak bisa dialihkan untuk pertumbuhan diri dan meningkatkan peluang reproduksi pada masa depan.
Sementara itu, pada induk yang sudah tua atau kesehatannya menurun, kemampuan untuk mengasuh juga berkurang. Risiko penyakit, kematian, atau gangguan reproduksi membuat peluang hidup bayi makin kecil. Disinggung sebelumnya, dalam kondisi tersebut, lebih menguntungkan bagi induk untuk menghemat atau mengalihkan sumber daya. Contohnya saja, untuk mendukung keturunan sebelumnya yang sudah lebih besar dan memiliki peluang bertahan hidup tinggi.
2. Dampak induk monyet menelantarkan anaknya

Penelantaran anak yang dilakukan induk monyet hampir selalu berdampak fatal bagi bayi. Anak monyet yang masih sangat kecil sepenuhnya bergantung pada induknya untuk mendapatkan nutrisi, perlindungan, dan bahkan untuk berpindah tempat. Tanpa asupan susu, kehangatan tubuh, serta perlindungan dari predator atau ancaman sosial dalam kelompok, peluang hidup bayi menjadi sangat kecil. Karena itu, ketika induk meninggalkan anaknya, konsekuensi paling umum adalah kematian bayi dalam waktu relatif singkat.
Meski dampaknya sangat merugikan bagi bayi, penelantaran tidak selalu berarti merugikan bagi induknya secara biologis. Berbeda dengan kekerasan, penelantaran mencerminkan pengurangan upaya pengasuhan yang dalam kondisi tertentu bisa menjadi strategi adaptif. Jika situasi lingkungan atau kondisi fisik induk tidak mendukung, mengurangi investasi pada anak yang peluang hidupnya rendah bisa meningkatkan kesempatan bertahan hidup dan bereproduksi kembali pada masa depan.
Itulah berbagai faktor yang menjelaskan kenapa induk monyet menelantarkan anaknya. Meski terlihat menyedihkan, perilaku ini dalam beberapa kasus merupakan bagian dari mekanisme adaptasi di dunia satwa liar.
FAQ seputar kenapa induk monyet menelantarkan anaknya
| Kenapa induk monyet menelantarkan anaknya? | Biasanya karena faktor usia, kurang pengalaman, kondisi kesehatan, atau lingkungan yang tidak mendukung sehingga peluang hidup bayi rendah. |
| Apakah bayi monyet bisa bertahan hidup tanpa induknya? | Sangat sulit. Bayi monyet sepenuhnya bergantung pada induk untuk susu, perlindungan, dan kehangatan, sehingga tanpa perawatan peluang hidupnya kecil. |
| Apakah penelantaran selalu berakhir dengan kematian bayi? | Di alam liar, sering kali iya. Namun di kebun binatang atau pusat konservasi, bayi bisa diselamatkan dan dirawat manusia. |


















