Kenali Yellow-eared Parrot, Banyak Upaya untuk Memullihkan Populasinya

Yellow-eared parrot merupakan spesies burung yang keberadaannya terancam punah. Mereka berada dalam famili Psittacidae dan memiliki nama ilmiah Ognorhynchus ictetoris. Panjang tubuhnya mencapai 42 sentimeter dan beratnya 285 gram. Bulunya berwarna hijau, bagian bawah tubuhnya lebih pucat. Paruhnya tebal dan warnanya hitam, ada lingkaran kulit di sekitar matanya.
Yellow-eared parrot mendapatkan namanya dari bercak bulu kuning yang memanjang dari dahi ke pipi dan penutup telinganya. Sayangnya, tidak ada banyak informasi mengenai cara komunikasi dan sistem pertahanan dirinya dari pemangsa ketika berada di alam liar. Berikut fakta dan penjelasannya!
1. Banyak tersebar di Kolombia

Penyebaran yellow-eared parrot menghuni pepohonan wax palm (pohon palem lilin) di beberapa daerah di bagian barat Cordillera dan tengah Kolombia. Area tersebut lebih dikenal sebagai Pegunungan Andes, berada di hutan awan di ketinggian 1.800--3.000 meter di atas permukaan laut. Burung ini bersarang di batang berongga pohon palem, biasanya di ketinggian 25--30 meter di atas permukaan tanah. Animalia menginformasikan bahwa kamu juga bisa menemukannya di bagian utara Ekuador dan Riosucio, Caldas di Kolombia.
2. Sangat bergantung pada buah dari wax palm (pohon palem lilin)

Menu makan utama yellow-eared parrot adalah buah dari pohon palem lilin, sangat bergantung pada pohon tersebut untuk semua siklus hidupnya. Untuk melengkapi dietnya, mereka juga mengonsumsi buah-buahan, biji-bijian, kulit kayu, tunas tanaman dan pakis. Mereka biasanya berada dalam kelompok campuran yang ukurannya kecil dan sedang ketika mencari makan.
3. Punya pembantu untuk merawat anak-anaknya

Sumber yang sama menjelaskan bahwa yellow-eared parrot cenderung hidup dalam kawanan. Biasanya terdiri dari 12 hingga 24 anggota. Beberapa dari mereka bahkan membentuk perkembang biakan kooperatif di mana pasangan kawin memiliki burung pembantu untuk merawat anak-anaknya. Mereka menunjukkan perilaku tersebut untuk meningkatkan kesempatan bertahan hidup dari anak-anaknya. Satu pasangan bisa membesarkan dua anak setiap tahunnya.
4. Banyak diburu untuk dijadikan makanan

Berdasarkan informasi dari iNaturalist, yellow-eared parrot banyak diburu untuk dijadikan makanan di tingkat lokal maupun nasional. Khususnya di Ekuador, karenanya hampir tidak ada lagi burung yang ditemukan di sana. Sedangkan di tingkat internasional, burung ini banyak dijadikan sebagai hewan peliharaan atau hewan yang dipamerkan.
5. Telah dilakukan banya upaya konservasi

Keberadaan yellow-eared parrot hampir punah karena kehilangan habitat. Sekitar lebih dari 90 persen hutan awan di Kolombia telah dibersihkan untuk pertanian atau pemukiman, termasuk pohon palem yang sangat penting bagi kehidupannya. Mereka pernah ditemukan di Kolombia dan Ekuador, tapi sudah bertahun-tahun tidak lagi terlihat di sana. Karenanya, upaya konservasi berpusat pada pemulihan habitat dan sosialisasi kepada masyarakat setempat.
Melansir American Bird Concervancy, dilakukan pula kampanye media, festival, lokakarya ekologi dan 'parrot bus' berupa ruang kelas keliling yang mengunjungi ratusan sekolah di wilayah tersebut. Tujuannya untuk menyebarkan pesan konservasi burung beo pada lebih dari 150.000 anak. Di tahun 2009, ABC, ProAves dan kelompok konservasi lainnya mendirikan koridor burung beo yang terancam punah yang mencakup empat cagar alam untuk melindungi lebih dari 18.000 hektar habitat bagi burung beo.
Melihat dari pemaparan sebelumnya, upaya konservasi memang sudah dilakukan sejak lama. Pada tahun 2010, populasi yellow-eared parrot meningkat menjadi lebih dari 1.000 burung, jadi tingkat klasifikasinya yang sebelumnya critically endangered berubah menjadi endangered. Sumber terakhir dari Animalia menunjukkan bahwa mereka diklasifikasikan sebagai Vulnerable dan tren populasinya mengalami peningkatan.



















