Kenapa Berang-Berang Laut Suka Membungkus Diri dengan Kelp?

- Berang-berang laut membungkus tubuhnya dengan kelp agar tidak hanyut saat tidur dan menghemat energi di perairan berarus kuat.
- Kelp membantu induk menjaga anaknya tetap aman dari arus dan predator, sekaligus menjadi tempat belajar perilaku bertahan hidup.
- Hubungan berang-berang laut dan hutan kelp saling menguntungkan, menjaga keseimbangan ekosistem laut melalui pengendalian populasi bulu babi.
Kalau kamu pernah melihat foto atau video berang-berang laut yang mengapung sambil membungkus tubuhnya dengan rumput laut, mungkin kamu mengira mereka sedang bermain-main saja. Faktanya, kebiasaan ini punya fungsi yang sangat penting untuk kelangsungan hidup mereka.
Di perairan dingin Samudra Pasifik Utara, berang-berang laut (sea otter) menghabiskan sebagian besar hidupnya di atas air. Karena tidak memiliki tempat tinggal permanen seperti banyak mamalia lainnya, mereka harus menemukan cara cerdas agar tetap aman saat beristirahat. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan rumput laut raksasa atau kelp sebagai "tali pengaman" alami. Lalu, kenapa sebenarnya berang-berang laut suka membungkus diri dengan kelp?
1. Agar tidak hanyut saat tidur
Alasan utama berang-berang laut membungkus tubuhnya dengan kelp adalah untuk mencegah diri mereka terbawa arus laut. Kelp tumbuh menempel kuat di dasar laut melalui struktur mirip akar yang disebut holdfast. Saat berang-berang melilitkan helaian kelp ke tubuhnya, mereka seperti sedang mengikatkan diri pada jangkar alami. Dengan begitu, mereka bisa tidur atau beristirahat tanpa khawatir terombang-ambing jauh dari wilayah tempat mereka mencari makan.
Cara ini juga membantu mereka menghemat energi. Jika harus terus berenang melawan arus, berang-berang akan menghabiskan banyak tenaga yang seharusnya digunakan untuk mencari makanan atau menjaga suhu tubuh.
2. Membantu induk melindungi anaknya
Kebiasaan membungkus tubuh dengan kelp tidak hanya dilakukan oleh berang-berang dewasa. Induk berang-berang juga sering menggunakan kelp untuk menjaga anak-anaknya tetap aman.
Berbeda dengan banyak mamalia lainnya, berang-berang laut melahirkan di dalam air. Anak berang-berang yang baru lahir belum mampu berenang dengan baik dan sangat bergantung pada induknya selama beberapa bulan pertama kehidupan.
Saat sang induk harus menyelam untuk mencari makanan, ia akan membungkus anaknya dengan kelp terlebih dahulu. Cara ini membantu mencegah anak berang-berang hanyut terbawa arus ketika ditinggal sementara. Bisa dibilang, kelp berfungsi seperti sabuk pengaman alami yang menjaga bayi berang-berang tetap berada di tempat yang aman.
3. Memberikan perlindungan dari predator

Hutan kelp tidak hanya berfungsi sebagai tempat beristirahat, tetapi juga sebagai benteng perlindungan. Rumpun kelp yang tumbuh rapat dapat menyulitkan predator seperti hiu untuk bergerak bebas. Ketika anak berang-berang berada di antara helaian kelp yang lebat, predator akan lebih sulit mendekat atau menyerangnya. Karena itu, membungkus diri dengan kelp bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga strategi bertahan hidup yang efektif.
4. Membantu menjaga kelompok tetap bersama
Berang-berang laut dikenal sebagai hewan yang cukup sosial. Saat beristirahat, mereka sering membentuk kelompok yang disebut raft.
Dalam kelompok ini, beberapa berang-berang bahkan terlihat saling berpegangan tangan agar tidak terpisah oleh arus. Selain itu, mereka juga memanfaatkan kelp sebagai jangkar tambahan untuk menjaga seluruh kelompok tetap berada di area yang sama. Kebiasaan ini membuat mereka tetap dekat dengan sumber makanan sekaligus memudahkan interaksi sosial antaranggota kelompok.
5. Menjadi cara belajar bagi anak berang-berang
Anak berang-berang belajar banyak hal dengan mengamati perilaku induknya, termasuk cara menggunakan kelp. Sejak kecil mereka sudah terbiasa merasakan dan melihat bagaimana kelp digunakan untuk beristirahat dengan aman. Pengalaman tersebut membantu mereka memahami keterampilan penting yang akan dibutuhkan saat dewasa nanti. Dengan kata lain, kebiasaan membungkus diri dengan kelp juga merupakan bagian dari proses belajar alami.
6. Menunjukkan hubungan erat dengan ekosistem laut

Menariknya, hubungan antara berang-berang laut dan hutan kelp bersifat saling menguntungkan. Berang-berang memanfaatkan kelp sebagai tempat berlindung dan beristirahat. Sebaliknya, mereka membantu menjaga kesehatan hutan kelp dengan memangsa bulu babi laut atau sea urchin, salah satu pemakan utama kelp.
Jika populasi berang-berang menurun drastis, jumlah bulu babi laut bisa meningkat tanpa kendali. Akibatnya, hutan kelp dapat rusak karena dimakan secara berlebihan. Karena peran penting inilah berang-berang laut sering disebut sebagai spesies kunci, yaitu hewan yang memiliki pengaruh besar terhadap keseimbangan ekosistem.
Jadi, lain kali saat melihat foto berang-berang laut yang sedang mengapung sambil terbungkus kelp, ingatlah bahwa mereka tidak sedang bermalas-malasan. Mereka sedang menggunakan salah satu trik paling cerdas yang dikembangkan alam untuk bertahan hidup di lautan yang dingin dan berarus kuat.
Referensi
Animals Around The Globe. Diakses pada Mei 2026. Why Sea Otters Have The Adorable Habit of Wrapping Themselves in Kelp
Audubon. Diakses pada Mei 2026. An Accidental Science Project Reveals How Crucial Sea Otters Are to Kelp Forests
Ocean Generation. Diakses pada Mei 2026. How Do Sea Otters Make Themselves At Home in The Kelp Forest?
One Earth. Diakses pada Mei 2026. Keystone Species of Their Marine Ecosystem
Reptile Knowledge. Diakses pada Mei 2026. Why Do Sea Otters Wrap Themselves in Seaweed?

















