Walaupun aturan Bergmann cukup umum, tidak semua hewan mengikuti pola ini. Hewan berdarah dingin seperti reptil sering menunjukkan pola yang berbeda. Karena suhu tubuh mereka sangat bergantung pada lingkungan, tubuh yang lebih besar justru bisa menyulitkan mereka untuk menghangatkan diri di daerah dingin.
Selain itu, beberapa hewan memiliki kebutuhan adaptasi lain. Burung misalnya, kadang harus mempertahankan ukuran tubuh tertentu agar tetap efisien saat terbang.
Perubahan iklim juga diperkirakan dapat memengaruhi pola ini. Ketika suhu global meningkat, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ukuran tubuh beberapa spesies mulai mengecil karena tekanan lingkungan yang berubah.
Ukuran tubuh hewan ternyata tidak hanya ditentukan oleh genetika, tetapi juga oleh lingkungan tempat mereka hidup. Bergmann's rule menunjukkan bahwa di wilayah dingin, tubuh besar memberi keuntungan besar dalam mempertahankan panas, menyimpan energi, dan meningkatkan peluang bertahan hidup.
Itulah sebabnya banyak hewan di daerah kutub atau lintang tinggi memiliki tubuh yang jauh lebih besar dibandingkan kerabatnya di daerah tropis. Evolusi secara perlahan membentuk tubuh mereka agar lebih cocok menghadapi tantangan lingkungan yang ekstrem. Pada akhirnya, ukuran tubuh menjadi salah satu strategi alam yang sangat efektif untuk membantu hewan bertahan di dunia yang penuh variasi iklim.
Referensi
A-Z Animals. Diakses pada Maret 2026. Why Animals in Cold Climates Are Bigger: The Science Behind Bergmann’s Rule
Future Zoologist Academy. Diakses pada Maret 2026. Bergmann's Rule | The Colder You Go, the Bigger You Grow
Livescience. Diakses pada Maret 2026. Why Are Animals Bigger in Colder Climates?
University of Liverpool. Diakses pada Maret 2026. Cold-Blooded Animals Grow Bigger in The Warm On Land, but Smaller in Warm Water
UT News. Diakses pada Maret 2026. Relationships Between Temperature and Animals’ Sizes Has Been Clarified