Petugas Gabungan Gelar Kerja Bakti Tangkap Ikan Sapu-sapu di depan Kali Mal Plaza Indonesia. (dok. Pemkot Jakpus)
Masalah ikan sapu-sapu tidak bisa diselesaikan dengan satu cara saja. Menurut Dr Charles PH Simanjuntak, pakar ikan dan konservasi ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB pengendalian yang paling efektif justru harus dilakukan secara terpadu. Berikut penjelasan lengkapnya.
Langkah pertama adalah mencegah penyebaran ikan sapu-sapu ke perairan alami. Ini bisa dilakukan lewat regulasi yang lebih ketat, terutama dalam perdagangan ikan hias.
Selain itu, penting juga meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melepas ikan sapu-sapu ke sungai atau danau. Untuk mendukung ini, teknologi seperti environmental DNA (eDNA) bisa dimanfaatkan sebagai sistem deteksi dini sehingga keberadaan ikan bisa diketahui sebelum populasinya melonjak.
Kalau populasi sudah tinggi, penangkapan menjadi langkah yang perlu dilakukan. Namun, proses ini harus selektif, terutama dengan menargetkan ikan berukuran kecil (di bawah 30 sentimeter) agar lebih efektif menekan pertumbuhan populasi. Pelibatan masyarakat juga jadi kunci dalam metode ini, misalnya melalui perburuan berbasis komunitas.
Namun, agar dampaknya lebih signifikan, penangkapan harus dilakukan secara sistematis di sepanjang aliran sungai. Ikan yang sudah ditangkap pun perlu dimusnahkan untuk mencegah berkembang biak kembali.
Pendekatan terakhir adalah menggunakan predator alami seperti ikan baung dan betutu untuk membantu mengendalikan populasi. Meski begitu, metode ini hanya efektif pada fase awal kehidupan ikan sapu-sapu (juvenil). Karena itu, kontrol biologis tidak bisa berdiri sendiri dan tetap perlu dikombinasikan dengan pencegahan serta penangkapan.
Dengan berbagai dampak yang ditimbulkan, mulai dari merusak ekosistem hingga mengancam ikan lokal, sudah jelas kenapa ikan sapu sapu harus dimusnahkan. Upaya pengendalian ini bukan sekadar wacana, tapi langkah penting untuk menjaga keseimbangan perairan tetap terjaga.
Kenapa ikan sapu-sapu dianggap berbahaya? | Karena ikan ini bersifat invasif, berkembang cepat, dan mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. |
Apakah ikan sapu-sapu bisa menyebabkan banjir? | Bisa, karena kebiasaan menggali sarang di tepi sungai dapat merusak struktur tanah dan mempercepat erosi. |
Apakah ikan sapu-sapu aman dikonsumsi? | Tidak direkomendasikan, karena berisiko mengandung logam berat seperti merkuri dan timbal. |
Referensi
"Marak Berantas Ikan Sapu-Sapu di Jakarta, Pakar IPB University Sarankan Tiga Strategi Efektif". IPB University. Diakses April 2026.
"Lonjakan Populasi Ikan Sapu-Sapu Alarm Kerusakan Ekosistem Perairan Indonesia". UNAIR. Diakses April 2026.