gambar peta Ring of Fire (commons.m.wikimedia.org/Szczureq)
Ada dua alasan utama kenapa negara ini begitu sering diguncang gempa, dan keduanya bersumber dari letak geografis Indonesia sendiri. Pertama, Indonesia berada di perbatasan 3 lempeng tektonik utama yakni, lempeng India-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Mengingat lokasinya yang berada jauh di dasar lautan, pergeseran lempeng-lempeng ini bukan hanya berpotensi menyebabkan gempa bumi besar maupun dangkal, tetapi juga bisa memicu tsunami seperti yang terjadi pada akhir Desember tahun 2004 lalu.
Selain keberadaan ketiga lempeng tektonik, Indonesia juga merupakan salah satu negara yang berada di area Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik. Dilansir Ocean Explorer, Cincin Api Pasifik merupakan sebuah area berbentuk tapal kuda yang membentang hampir 40.250 kilometer di sepanjang Samudra Pasifik. Area ini di mulai dari ujung selatan Amerika Selatan, sepanjang pantai barat Amerika Utara, melintasi Selat Bering, turun ke Jepang, dan berakhir di Selandia Baru.
Cincin Api Pasifik merupakan zona paling aktif secara seismik dan vulkanik, karena di zona inilah lempeng Pasifik bertemu dengan banyak lempeng tektonik lainnya. Seolah belum cukup berbahaya, Cincin Api Pasifik juga merupakan rumah bagi sekitar 75 persen gunung berapi di Bumi. Mayoritas gunung berapi ini masih dalam keadaan aktif sehingga ketika meletus, letusannya juga memicu terjadinya gempa lokal berkekuatan besar.