Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Indonesia Sering Diguncang Gempa Bumi? Ternyata Ini Sebabnya!
gambar seorang perempuan berjalan di antara reruntuhan rumahnya (unsplash.com/Moein Rezaalizade)
  • Indonesia mencatat 43.439 gempa pada 2025; 43.286 berkekuatan di bawah magnitudo 5, sementara 153 lainnya di atas magnitudo 5.
  • Frekuensi gempa dipengaruhi pertemuan lempeng India-Australia, Eurasia, dan Pasifik, serta posisi Indonesia di Cincin Api Pasifik yang aktif secara seismik dan vulkanik.
  • Gempa tidak dapat dicegah atau diprediksi, tetapi risiko cedera dapat dikurangi dengan mengamankan benda rawan jatuh dan membangun rumah berstruktur tangguh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jika kamu orang Indonesia, maka gempa bumi bukan bencana yang asing buatmu. Gak bisa dimungkiri, Indonesia memang termasuk salah satu negara yang cukup sering mengalami gempa. Terbaru, gempa bumi berhasil meluluhlantakkan Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Dalam beberapa kasus, gempa terjadi di kedalaman lautan yang pada akhirnya juga menyebabkan bencana tsunami dengan daya rusak yang jauh lebih kuat.

Namun membahas soal gempa, pernahkah kamu bertanya-tanya kenapa negara ini begitu sering dilanda gempa? Nyatanya gempa di Indonesia terjadi bukan tanpa alasan, kebalikannya bencana ini justru bisa dijelaskan secara ilmiah. Jadi seperti apa penjelasannya?

1. Indonesia diguncang ribuan gempa setiap tahunnya

gambar bangunan yang hancur karena gempa (unsplash.com/Kerry Rawlinson)

Sebelum menjawab pertanyaan, kenapa Indonesia sering dilanda gempa, kamu perlu tahu dulu nih berapa banyak gempa yang melanda Indonesia setiap tahunnya. Dilansir Badan Meteorologi dan Geofisika, gempa sebenarnya sangat sering terjadi di negara kita. Sangat sering di sini frekuensinya bukan hanya sepuluh dua puluh kali, melainkan puluhan ribu kali dalam satu tahun. Pada tahun 2025 lalu misalnya, tercatat ada 43.439 gempa yang melanda Indonesia. Jumlahnya memang sangat banyak, tetapi gak semuanya merupakan gempa besar. Nyatanya dari 43.439 gempa ini, sebanyak 43.286 di antaranya memiliki kekuatan di bawah 5 magnitudo, sedangkan 153 gempa lainnya memiliki kekuatan di atas 5 magnitudo. Mengingat kekuatan magnitudo-nya yang gak terlalu besar, daya rusak yang dihasilkan juga cukup minim. 

2. Kenapa Indonesia sering diguncang gempa?

gambar peta Ring of Fire (commons.m.wikimedia.org/Szczureq)

Ada dua alasan utama kenapa negara ini begitu sering diguncang gempa, dan keduanya bersumber dari letak geografis Indonesia sendiri. Pertama, Indonesia berada di perbatasan 3 lempeng tektonik utama yakni, lempeng India-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Mengingat lokasinya yang berada jauh di dasar lautan, pergeseran lempeng-lempeng ini bukan hanya berpotensi menyebabkan gempa bumi besar maupun dangkal, tetapi juga bisa memicu tsunami seperti yang terjadi pada akhir Desember tahun 2004 lalu.

Selain keberadaan ketiga lempeng tektonik, Indonesia juga merupakan salah satu negara yang berada di area Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik. Dilansir Ocean Explorer, Cincin Api Pasifik merupakan sebuah area berbentuk tapal kuda yang membentang hampir 40.250 kilometer di sepanjang Samudra Pasifik. Area ini di mulai dari ujung selatan Amerika Selatan, sepanjang pantai barat Amerika Utara, melintasi Selat Bering, turun ke Jepang, dan berakhir di Selandia Baru.

Cincin Api Pasifik merupakan zona paling aktif secara seismik dan vulkanik, karena di zona inilah lempeng Pasifik bertemu dengan banyak lempeng tektonik lainnya. Seolah belum cukup berbahaya, Cincin Api Pasifik juga merupakan rumah bagi sekitar 75 persen gunung berapi di Bumi. Mayoritas gunung berapi ini masih dalam keadaan aktif sehingga ketika meletus, letusannya juga memicu terjadinya gempa lokal berkekuatan besar.

3. Bagaimana cara mengurangi dampak risiko gempa bumi?

gambar seorang tukang sedang mengerjakan konstruksi bangunan (unsplash.com/Josh Olalde)

Gempa bumi memang gak bisa dicegah. Jangankan dicegah, kita bahkan belum memiliki pengetahuan untuk memprediksi kapan bencana tersebut akan terjadi. Meski begitu, bukan berarti kita harus pasrah tanpa melakukan apapun. Gak banyak yang tahu kalau kita sebenarnya bisa lho mengurangi dampak risiko gempa bumi. Dilansir Civil Defence, faktanya sebagian besar cedera dan kematian yang terjadi bukan karena gempa bumi itu sendiri, melainkan disebabkan oleh dinding yang runtuh, pecahan kaca, hingga benda-benda yang jatuh ketika guncangan terjadi.

Untuk mengurangi risiko cedera, salah satu caranya dengan memastikan benda-benda yang dapat jatuh atau melukai ditempatkan di tempat lain atau dikencangkan. Misalnya jika kamu memiliki tangki penampungan air, pastikan tangki sudah terpasang dengan aman. Jika material atap rumah kamu tipe material yang berat seperti genteng tanah liat, kamu bisa menggantinya dengan pilihan material yang lebih ringan atau setidaknya pastikan semua genteng terpasang dengan benar pada rangka atap. Jika kamu membangun atau merenovasi rumah, pastikan rumah tersebut memiliki infrastruktur dan konstruksi yang tangguh sehingga gak mudah roboh ketika gempa. 

Kebanyakan gempa yang terjadi memang memiliki magnitudo yang gak terlalu besar. Gak jarang, kita malah gak merasakan guncangannya sama sekali. Namun bukan berarti kita bisa mengurangi tingkat kewaspadaan kita terhadap bencana tersebut, kan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article