Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Irlandia Punya Solidaritas Tinggi terhadap Palestina?
ilustrasi aksi dukungan terhadap Palestina (unsplash.com/Nicholas Gannon)
  • Sejarah penjajahan dan perjuangan kemerdekaan Irlandia turut membentuk empati terhadap perjuangan Palestina.

  • Pemerintah Irlandia telah lama mendukung solusi dua negara dan secara resmi mengakui Palestina pada 2024.

  • Dukungan terhadap Palestina juga kuat di masyarakat Irlandia melalui berbagai aksi solidaritas dan organisasi sipil.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Baru-baru ini, rangkaian konser Loop Tour Ed Sheeran menuai kecaman massal dari berbagai pihak. Kecaman ini muncul setelah Ed Sheeran mengeluarkan raper Macklemore dari rangkaian tur yang tersisa. Itu karena sang raper menyuarakan solidaritasnya terhadap Palestina. Keluarnya Macklemore kemudian diikuti oleh sejumlah musisi dan artis pendukung Loop Tour lainnya. 

Gak hanya itu, Ed Sheeran juga harus menghadapi kemarahan rakyat dari negaranya sendiri, Irlandia. Bukan rahasia lagi kalau Irlandia merupakan salah satu negara pembela Palestina. Di antara negara Eropa lain, Irlandia termasuk yang paling vokal menyuarakan dukungan terhadap Palestina dan mengecam penjajahan serta genosida yang terjadi di Gaza. Lantas, kenapa Irlandia memiliki solidaritas tinggi terhadap Palestina? Berikut penjelasannya!

1. Irlandia memiliki sejarah panjang melawan Inggris

suasana di Sackville Street setelah Easter Rising (commons.m.wikimedia.org/National Library of Ireland on The Commons)

Pada masa kejayaannya, Kerajaan Inggris sering digambarkan sebagai kekaisaran yang mataharinya tak pernah tenggelam. Ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan betapa besarnya wilayah kekuasaan Inggris saat itu. Namun, jauh sebelum Inggris menguasai daratan di belahan dunia lain, mereka lebih dulu menduduki negara-negara tetangganya, termasuk Irlandia.

Dilansir History, upaya pendudukan Inggris atas Irlandia sebenarnya sudah dimulai sejak abad ke-12. Pada abad ke-16, Ratu Elizabeth I mendorong kaum Protestan Skotlandia untuk melakukan migrasi besar-besaran ke wilayah Ulster di Irlandia Utara. Di sana, mereka mendirikan pemukiman dengan mengambil alih tanah milik umat Katolik Gaelik yang menjadi cikal bakal sejumlah pemberontakan berabad-abad setelahnya, salah satunya Easter Rising atau Pemberontakan Paskah yang terjadi pada 24 April 1916. Kaum nasionalis Irlandia merebut gedung-gedung penting di Dublin dan memproklamasikan kemerdekaan Republik Irlandia. Negara Irlandia sendiri resmi berdiri pada 1922, tetapi saat itu statusnya masih menjadi bagian Commonwealth. Baru pada 18 April 1949, negara ini berdiri sendiri menjadi Republik Irlandia.

2. Hubungan antara Irlandia dan Palestina sudah terjalin sejak lama

gedung parlemen di Irlandia (commons.m.wikimedia.org/Shane Conneely)

Kembali ke masa sekarang, orang-orang Irlandia yang hidup saat ini memang tidak pernah merasakan penjajahan yang terjadi pada masa lalu. Namun, mereka melihat sejarah negara sendiri dalam penjajahan yang terjadi di Palestina. Ini jugalah yang menjadi salah satu alasan kenapa orang-orang Irlandia begitu gigih mendukung Palestina. Bukan hanya saat ini, dukungan terhadap kemerdekaan Palestina bahkan sudah disuarakan sejak puluhan tahun yang lalu.

Dilansir Government of Ireland, sejak 1980, pemerintah Irlandia telah memberikan prioritas tinggi pada pencapaian solusi dua negara. Mereka juga memfokuskan perhatian pada ketidakadilan dan pelanggaran hak asasi manusia yang diderita oleh warga Palestina sebagai akibat dari pendudukan Israel. Puncaknya, pada 28 Mei 2024, Irlandia resmi mengakui Palestina sebagai negara berdaulat, menjadikannya sebagai salah satu negara Barat pertama yang memberikan pengakuan. Setahun kemudian, Parlemen Irlandia juga mengesahkan RUU wilayah kependudukan. Adapun, salah satu poinnya ialah melarang perdagangan barang dari pemukiman ilegal Israel.

3. Solidaritas terhadap Palestina juga datang dari masyarakat Irlandia

ilustrasi aksi dukungan terhadap Palestina (unsplash.com/Ibrahim Guetar)

Gak hanya pemerintah, dukungan terhadap Palestina juga datang dari masyarakat Irlandia. Dilansir RTÉ, pada 19 Juli 2025 lalu, sebanyak 10 ribu orang bergabung di Dublin untuk menyuarakan dukungan mereka terhadap Palestina. Mereka yang datang bukan hanya dari kalangan masyarakat biasa, melainkan juga wakil dari gereja, serikat pekerja, hingga partai pekerja.

Pada 2026 ini, Ireland Palestine Solidarity Campaign (IPSC) menyelenggarakan aksi protes untuk menunjukkan dukungan mereka pada Palestina. Aksi itu dihadiri ribuan orang, termasuk 170 kelompok masyarakat sipil Irlandia, dan perwakilan dari berbagai organisasi. Selain penduduk lokal, aksi protes juga dihadiri sejumlah warga Palestina yang berhasil keluar dari negara mereka dan bermigrasi ke Irlandia.

Irlandia memang bukan negara muslim, apalagi berlokasi di Timur Tengah. Namun, kepedulian Irlandia terhadap Palestina jelas melebihi apa yang ditunjukkan oleh banyak negara muslim yang ada. Berlandaskan sejarah yang hampir sama dan atas dasar kemanusiaan, orang-orang Irlandia kompak bersatu mendukung Palestina.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article