ilustrasi telinga kucing (pixabay.com/CESAR AUGUSTO RAMIREZ VALLEJO)
Gerakan telinga kucing bisa jadi “kode” sederhana untuk memahami apa yang sedang dirasakannya. Mulai dari posisi tegak, mengarah ke depan, sampai berkedut, semuanya punya arti berbeda tergantung situasi yang sedang dihadapi anabul. Berikut penjelasannya.
Saat telinga berdiri lurus ke atas, kucing sedang dalam kondisi siaga dan fokus mendengarkan sesuatu di sekitarnya. Biasanya anabul juga akan menggerakkan telinganya ke kiri dan kanan untuk menangkap sumber suara dengan lebih akurat.
Ini adalah posisi netral yang menandakan kucing sedang bahagia, rileks, dan nyaman. Biasanya anabul juga menunjukkan tanda lain seperti kedipan mata perlahan, yang berarti merasa aman dan percaya dengan lingkungan maupun orang di sekitarnya.
Posisi ini menunjukkan kucing sedang merasa takut, cemas, atau terancam. Tubuhnya biasanya ikut tegang, pupil membesar, dan bisa disertai perilaku seperti mendesis atau bersiap menyerang.
Jika telinga mengarah ke luar dan terlihat lebih rendah, ini bisa jadi tanda kucing sedang tidak enak badan atau sakit. Perubahan perilaku seperti nafsu makan menurun atau lebih sering menyendiri juga perlu diperhatikan.
Posisi ini biasanya menunjukkan kucing sedang bingung atau mencoba fokus pada lebih dari satu suara. Namun, jika terjadi terus-menerus, bisa juga menjadi tanda adanya masalah pada telinga seperti infeksi atau cedera.
Kedutan telinga terjadi ketika kucing sedang sangat waspada atau terganggu oleh suara tertentu, terutama suara berfrekuensi tinggi. Namun, jika kedutan disertai garukan berlebihan, bisa jadi itu tanda adanya masalah seperti tungau telinga.