Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kepiting dengan Capit Terbesar, Capitannya Berbahaya?

5 Kepiting dengan Capit Terbesar, Capitannya Berbahaya?
kepiting biola (commons.wikimedia.org/Rushen)
Intinya Sih
  • Artikel membahas lima spesies kepiting dengan capit terbesar di dunia, termasuk kepiting raksasa Tasmania, kepiting laba-laba Jepang, ketam kenari, kepiting biola, dan kepiting hoff.
  • Masing-masing spesies memiliki ciri khas unik seperti ukuran capit ekstrem, habitat berbeda dari laut dalam hingga daratan, serta fungsi capit untuk bertahan hidup atau menarik pasangan.
  • Tulisan menyoroti bahwa evolusi membuat beberapa kepiting mengembangkan capit luar biasa besar sebagai bentuk adaptasi lingkungan sekaligus peringatan akan kekuatan cengkeramannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Evolusi selama ratusan juta tahun membuat kepiting terlihat sangat aneh. Badannya datar, tubuhnya keras, bahkan kepiting tak memiliki tangan. Daripada tangan, kepiting mengembangkan organ tubuh bernama capit. Secara umum, ukuran capit kepiting tak lebih besar dari tubuhnya. Namun, ada beberapa spesies kepiting dengan capit terbesar yang ukuran capitnya di luar nalar.

Salah satunya adalah kepiting biola yang ukuran capitnya hampir setara dengan tubuhnya. Kepiting laba-laba Jepang juga sangat unik karena panjang capitnya melebihi tubuhnya. Penasaran dengan ukuran, bentuk, ciri khas, dan kegunaan capit raksasa yang dimiliki semua kepiting tersebut? Simak di bawah ini, yuk!

Table of Content

1. Kepiting raksasa tasmania punya cakar hitam

1. Kepiting raksasa tasmania punya cakar hitam

kepiting raksasa tasmania kepiting dengan capit terbesar
kepiting raksasa tasmania (commons.wikimedia.org/Honguyenseo)

Pseudocarcinus gigas atau kepiting raksasa Tasmania merupakan satu-satunya spesies dari genusnya. Hal tersebut menjadikannya sebagai spesies yang unik sekaligus langka. Seperti namanya, hewan ini menghuni perairan dalam sekitar 20 hingga 820 meter. Di kedalaman tersebut, sinar matahari sangat minim, tekanan air benar-benar kuat, dan suhu bisa turun mencapai 10 °C.

Dilansir HowStuffWorks, capit kepiting ini punya panjang mencapai 43 sentimeter. Ukuran tubuhnya secara keseluruhan juga sangat besar dengan lebar karapas di angka 46 sentimeter dan bobot sekitar 7–17,6 kilogram. Capitnya juga unik dengan warna dasar jingga dan ujung yang berwarna hitam. Karena ukuran raksasanya, kepiting ini kerap ditangkap, dijual, dan dikonsumsi.

2. Kepiting laba-laba jepang hidup di laut dalam

kepiting laba-laba jepang kepiting dengan capit terbesar
kepiting laba-laba jepang (inaturalist.org/Brian Gratwicke)

Hewan dengan nama ilmiah Macrocheira kaempferi ini punya tubuh yang unik dengan badan membulat dan kaki atau capit yang ramping. Dilansir Monterey Bay Aquarium, panjang capitnya bisa mencapai 3,8 meter jika diukur dari satu ujung ke ujung yang lain. Bobot maksimalnya mencapai 20 kilogram sehingga menjadikannya sebagai salah satu spesies kepiting terbesar di dunia.

Habitat kepiting laba-laba Jepang adalah perairan yang kedalamannya sekitar 50 hingga 600 meter. Ia punya gerakan yang lambat, menghuni perairan Asia, dan merupakan scavenger yang mengais makanan di dasar laut. Di Jepang, kepiting laba-laba Jepang merupakan spesies yang sangat bermanfaat, khususnya sebagai makanan. Harganya juga tinggi sehingga ia menjadi hidangan mewah di Jepang.

3. Ketam kenari merupakan spesies terestrial

ketam kenari kepiting dengan capit terbesar
ketam kenari (commons.wikimedia.org/B. P. White)

Tak seperti kepiting lain, ketam kenari (Birgus latro) merupakan spesies terestrial yang hidup di daratan. Ia terkenal akan kemampuannya memanjat pohon, memetik buah, dan ukuran raksasanya. Dilansir Cenobita Species, bentang capitnya bisa mencapai 90 sentimeter. Di samping itu, panjang tubuhnya mencapai 40 sentimeter, bentang kakinya 0,91 meter, dan bobotnya di angka 4,1 kilogram.

Ketam kenari menghuni wilayah Samudra Pasifik dan Hindia, tepatnya di pesisir Afrika hingga Asia Tenggara. Berbeda dari spesies lain, makanan ketam kenari juga sangat unik, yaitu buah-buahan seperti kelapa, kacang, dan biji pohon palem. Semua buah tersebut memiliki kulit yang keras. Nah, capit raksasanya sangat kuat sehingga bisa digunakan untuk mencongkel dan mengupas kulit buah.

4. Kepiting biola punya dimorfisme seksual

kepiting biola kepiting dengan capit terbesar
kepiting biola (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Penyebutan kepiting biola atau fiddler crab merujuk pada spesies yang berasal dari genus Uca. Tercatat, ada lebih dari 100 spesies kepiting biola di seluruh dunia yang semuanya hidup di area pesisir dan bakau serta memiliki kemampuan menggali yang baik. Kepiting biola juga memiliki dimorfisme seksual di mana individu jantan memiliki satu capit berukuran raksasa.

Capit tersebut bisa digunakan untuk menarik perhatian betina atau mempertahankan diri dari ancaman. Dilansir Chesapeake Bay Program, panjang capit tersebut bisa mencapai 5 sentimeter. Jika diukur, ukuran capitnya hampir setara dengan panjang tubuhnya. Kepiting ini juga punya usia yang singkat, yaitu 2 tahun. Namun, jika dipelihara atau ditangkarkan, usianya bisa meningkat hingga 3 tahun.

5. Kepiting hoff menggunakan capitnya untuk bertarung

kepiting hoff kepiting dengan capit terbesar
kepiting hoff (commons.wikimedia.org/Elpipster)

Dilansir iNaturalist, sebenarnya kepiting hoff (Kiwa tyleri) termasuk spesies lobster, tepatnya squad lobster. Namun, ciri fisiknya lebih mendekati kepiting dengan badan membulat dan cakar besar. Laman Phys menambahkan bahwa individu jantan punya capit yang jauh lebih besar daripada betina dengan ukuran yang sama. Hal tersebut merupakan adaptasi yang digunakan untuk bertarung ketika musim kawin. Selain capit besar, spesies ini juga mencolok berkat tubuhnya yang berbulu lebat. Ia juga merupakan hewan laut dalam yang menghuni daerah dengan kedalaman sekitar 2,300-2,600 meter.

Kepiting bukan sekadar hewan air yang menjadi makanan bagi manusia. Sejatinya, krustasea ini juga merupakan hewan yang hidup bebas di alam dan mengembangkan berbagai adaptasi agar bisa bertahan di lingkungannya. Salah satunya adalah ukuran capit yang sangat besar. Jika bertemu kepiting dengan capit terbesar, kamu harus waspada karena capit besar milik kepiting bisa melukai kulit.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
Retno Rahayu
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Science

See More