5 Fakta Kura-kura Tutul, Jenis Kelaminnya Ditentukan oleh Suhu

- Kura-kura tutul (Clemmys guttata) adalah reptil kecil bercorak kuning yang hidup di wilayah lembap Kanada dan Amerika Serikat, terutama di perairan berarus tenang.
- Jenis kelamin kura-kura tutul ditentukan oleh suhu saat dalam telur; suhu rendah menghasilkan jantan, sedangkan suhu tinggi menghasilkan betina.
- Spesies ini masuk kategori terancam punah menurut IUCN akibat kerusakan habitat dan perubahan iklim, namun berbagai upaya konservasi terus dilakukan di Kanada dan Amerika Serikat.
Nama tutul tak hanya disematkan pada kucing besar, ikan, atau amfibi. Nyatanya, beberapa reptil seperti Clemmys guttata atau kura-kura tutul juga menyandang nama tersebut. Merupakan spesies berukuran kecil, panjang kura-kura tutul tak lebih dari 12 sentimeter. Tutulnya juga mencolok karena memiliki warna kuning yang cerah. Sayangnya hewan ini merupakan spesies terancam punah.
Wilayah penyebaran kura-kura tutul mencakup Amerika Serikat, khususnya di area lembap. Ia sering terlihat berenang di perairan, mencari makanan di semak-semak, atau sekadar berjemur di kayu atau bebatuan pinggir sungai. Berbagai fakta unik juga tercermin pada kura-kura tutul. Mau tahu apa saja? Simak di bawah ini, yuk!
1. Habitat di perairan berarus tenang

Dilansir The Reptile Database, kura-kura tutul hanya ditemukan di dua wilayah, yaitu Kanada dan Amerika Serikat. Di Kanada, reptil ini menghuni daerah Ontario dan Quebec. Sementara itu, penyebarannya di Amerika Serikat jauh lebih luas karena mencakup negara bagian Maine, New Hampshire, New York, Florida, Indiana, Ohio, Carolina, hingga Illinois.
Kura-kura tutul merupakan hewan semi akuatik yang hidup di area basah. Rawa, area berkayu, danau, kolam, hingga kubangan air semuanya menjadi rumah bagi reptil ini. Uniknya, kura-kura tutul sangat menyukai perairan berarus tenang. Sebab perairan berarus tenang kaya akan makanan dan sangat ideal untuk bereproduksi. Saat berenang, ia juga tak akan terbawa atau terseret arus.
2. Spesies kecil dengan tutul berwarna kuning

Seperti namanya, hewan ini diselimuti corak tutul berwarna kuning, entah itu di tempurung, kaki, hingga kepala. Warna dasarnya dibagi menjadi dua, yaitu hitam di bagian atas tubuh dan jingga di bagian bawah. Kura-kura tutul memiliki tubuh mendatar, tempurung membulat, dan kaki yang pendek. Soal ukuran, laman Vermont Reptile and Amphibian Atlas menjelaskan bahwa panjang maksimal hewan ini sekitar 4,8 inci atau 12 sentimeter. Karena ukurannya, kura-kura tutul termasuk spesies berukuran kecil.
3. Jenis kelaminnya ditentukan oleh suhu lingkungan

Laman iNaturalist menjelaskan bahwa jenis kelamin kura-kura tutul ditentukan dari suhu lingkungan saat hewan ini masih berada di dalam telur. Secara spesifik, individu jantan akan lahir saat suhu lingkungan rendah. Di sisi lain, individu betina akan lahir saat suhu lingkungan tinggi. Uniknya hal tersebut tak hanya terjadi pada kura-kura tutul dan sebenarnya merupakan suatu ciri yang umum pada reptil.
Secara umum, kura-kura tutul akan mencapai kematangan seksual dan kedewasaan pada usia 8 tahun. Setelah dilakukan penelitian mendalam pada ahli, ditemukan fakta bahwa hewan ini akan mulai kawin pada bulan Maret hingga Juni. Saat hendak kawin, individu jantan akan mencoba mengejar betina selama 15-30 menit. Jika pengejaran sukses, maka hewan ini akan mulai kawin.
4. Termasuk predator yang aktif

Dilansir JungleDragon, kura-kura tutul merupakan predator yang aktif berburu. Tak hanya berdiam diri, ia juga akan mengejar dan mencari mangsa setiap saat. Biasanya keaktifan kura-kura tutul akan memuncak pada musim semi. Sebaliknya, di puncak musim dingin dan panas ia akan menjadi kurang aktif karena suhu ekstrem. Ia bisa berburu di mana pun, entah di daratan atau perairan. Kura-kura tutul termasuk omnivora atau pemakan segala. Pilihan makanannya beragam, mulai dari alga, biji-bijian, cacing, moluska, krustasea, dedaunan, serangga, hingga bangkai.
5. Masuk ke kategori endagered

Data dari IUCN Red List menerangkan bahwa kura-kura tutul merupakan hewan terancam yang masuk ke kategori endangered. Saat ini, populasinya terus merosot dan tak ada yang tahu berapa jumlah individu yang masih hidup di alam liar. Ada banyak hal yang mengancam eksistensi kura-kura tutul, seperti kerusakan habitat, perubahan iklim, sampai kehadiran spesies invasif.
Untungnya, berbagai upaya konservasi sudah dilakukan demi menjaga eksistensi hewan ini. Di Kanada, kura-kura tutul dimasukkan ke daftar spesies yang dilindungi oleh pemerintah. Di beberapa negara bagian Amerika Serikat, seperti Indiana, ia juga masuk ke daftar hewan yang terancam dan dilindungi. Beberapa pihak juga mulai mengedukasi masyarakat untuk turut menjaga kehidupan kura-kura ini.
Kura-kura tutul merupakan contoh bahwa reptil juga sama terancamnya dengan hewan lain. Di balik berbagai fakta yang ia miliki, hewan ini terus terancam oleh banyak hal. Manusia merupakan salah satu pihak yang terus mengancam kehidupan hewan ini. Namun, manusia juga bisa menebus dosanya dengan cara terus menjaga dan melestarikan kehidupan kura-kura tutul di alam liar.


















