Referensi
“Bromelain, a Group of Pineapple Proteolytic Complex Enzymes (Ananas comosus) and Their Possible Therapeutic and Clinical Effects.” Foods. Diakses Februari 2026.
“An Evaluation of the Effects of Pineapple-Extract and Bromelain-Based Treatment after Mandibular Third Molar Surgery: A Randomized Three-Arm Clinical Study.” Nutrients. Diakses Februari 2026.
“The protease bromelain breaks oral tolerance and promotes sensitization of mice in a model of pineapple (A. comosus) anaphylaxis.” PMC – National Institutes of Health. Diakses Februari 2026.
Kenapa Makan Nanas Bikin Lidah Perih dan Gatal? Ini Jawabannya

- Enzim bromelain dalam nanas memecah protein di lidah, menyebabkan sensasi perih dan gatal yang bersifat sementara serta akan mereda setelah bercampur air liur atau minum air putih.
- Kandungan asam alami seperti asam sitrat dan malat memperkuat rasa perih, terutama jika mulut sedang sariawan atau terdapat luka kecil, namun efeknya cepat hilang pada kondisi mulut sehat.
- Sensasi gatal bukan selalu tanda alergi; reaksi serius ditandai gejala tambahan. Rendaman air garam atau pemanasan bisa mengurangi efeknya, asal dikonsumsi dalam porsi wajar tetap aman.
Pernah merasa lidah tiba-tiba perih dan gatal setelah makan nanas? Sensasi seperti “digigit” ini memang sering bikin kaget, apalagi kalau nanasnya terasa manis dan segar. Banyak orang mengira itu tanda alergi, padahal penyebabnya belum tentu sesederhana itu.
Di dalam buah nanas terdapat mekanisme alami yang dapat menimbulkan sensasi perih di lidah dan rongga mulut. Meski umumnya tidak berbahaya, rasa tersebut tetap terasa tidak nyaman jika kamu tidak tahu cara menyiasatinya. Agar tidak keliru menganggapnya sebagai masalah serius dan tetap bisa menikmati nanas dengan tenang, yuk simak penjelasan lengkap mengenai mekanisme alami ketika makan nanas bikin lidah perih dan gatal!
1. Enzim bromelain pada nanas berperan dalam rasa perih dan gatal di lidah

Salah satu penyebab utama kenapa makan nanas bikin lidah perih dan gatal adalah kandungan enzim bromelain. Bromelain merupakan enzim proteolitik yang berfungsi memecah protein. Saat kamu mengunyah nanas segar, enzim ini ikut memecah protein yang ada di permukaan lidah dan jaringan lunak di dalam mulut.
Reaksi inilah yang memicu sensasi seolah-olah lidah seperti tergigit, terasa perih, atau sedikit panas. Walaupun terdengar cukup ekstrem, efek ini sebenarnya ringan dan bersifat sementara. Setelah bercampur dengan air liur atau kamu minum air putih, jaringan di dalam mulut biasanya akan kembali normal dengan sendirinya.
2. Kandungan asam dalam nanas memperkuat sensasi perih

Selain bromelain, nanas juga mengandung asam alami seperti asam sitrat dan asam malat. Kombinasi enzim dan kadar asam ini membuat sensasi perih terasa lebih kuat, terutama jika nanas dimakan dalam kondisi sangat matang atau justru masih terlalu muda. Asam dapat membuat lapisan pelindung mulut menjadi lebih sensitif.
Jika sedang mengalami sariawan atau terdapat luka kecil di lidah, rasa perihnya bisa terasa jauh lebih intens. Hal inilah yang membuat sebagian orang merasa nanas “menggigit” lebih tajam dibandingkan dengan buah lainnya. Sementara itu, pada orang dengan kondisi rongga mulut yang sehat, rasa tidak nyaman tersebut umumnya cepat berkurang dengan sendirinya.
3. Bukan selalu alergi, tapi tetap perlu waspada

Tak sedikit orang yang spontan menganggap rasa gatal di lidah setelah makan nanas sebagai gejala alergi. Padahal, pada sebagian besar kasus, sensasi tersebut hanyalah respons alami akibat kerja enzim bromelain dan kandungan asam di dalamnya. Reaksi alergi terhadap nanas biasanya ditandai dengan gejala tambahan seperti pembengkakan pada bibir, gatal yang intens, munculnya ruam, hingga gangguan pernapasan.
Jika yang kamu rasakan hanya perih ringan tanpa gejala tambahan, kemungkinan besar itu bukan reaksi alergi. Meski begitu, penting untuk memperhatikan respons tubuh setiap kali mengonsumsi nanas. Jika muncul gejala yang tidak biasa atau semakin parah, sebaiknya segera konsultasi dengan tenaga medis.
4. Cara mengurangi rasa perih saat makan nanas

Terdapat beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan untuk meredakan rasa perih dan gatal di lidah setelah makan nanas. Salah satunya adalah merendam potongan nanas ke dalam larutan air garam selama beberapa menit sebelum disantap. Cara ini dipercaya dapat membantu mengurangi aktivitas enzim bromelain sehingga sensasi “menggigit” terasa lebih ringan.
Mengolah nanas dengan cara dipanaskan, misalnya dipanggang atau diolah menjadi selai, dapat membantu mengurangi sensasi “menggigit” karena suhu tinggi menonaktifkan enzim di dalamnya. Selain itu, hindari makan nanas saat perut kosong atau ketika mulut sedang sariawan. Dengan cara yang tepat, kamu tetap bisa menikmati rasa segar nanas tanpa rasa tidak nyaman.
5. Tetap aman dikonsumsi dalam jumlah wajar

Walaupun dapat menimbulkan rasa perih di lidah, nanas tetap dikenal sebagai buah yang kaya nutrisi dan manfaat. Kandungan vitamin C, antioksidan, serta serat di dalamnya berperan penting dalam menjaga imunitas dan mendukung kesehatan sistem pencernaan. Sensasi gatal yang muncul umumnya bersifat sementara dan bukan merupakan tanda masalah kesehatan yang serius.
Namun, konsumsi berlebihan bisa membuat iritasi terasa lebih intens. Karena itu, makanlah dalam porsi wajar dan perhatikan kondisi tubuhmu. Dengan memahami penyebabnya, kamu tidak perlu lagi khawatir saat menikmati manis segarnya nanas.
Makan nanas bikin lidah perih dan gatal ternyata bukan tanpa alasan, tapi juga bukan sesuatu yang perlu kamu takutkan. Selama dikonsumsi dalam jumlah wajar dan tidak menimbulkan reaksi serius, nanas tetap aman dan menyehatkan untuk dinikmati. Jadi, gak perlu ragu lagi, pahami penyebabnya dan tetap nikmati segarnya nanas dengan cara yang tepat!


















