Referensi
Asteroid Day. Diakses pada Juli 2026. LEARN – Do Asteroids Have Moons?
New Scientist. Diakses pada Juli 2026. Solar-powered Asteroids Make Their Own Moons
Science. Diakses pada Juli 2026. Asteroids With Moons of Their Own
Sentinel Mission. Diakses pada Juli 2026. Why Do Asteroids Have Moons? The Science Behind Binary And Multiple Asteroid Systems
Mengapa Sebagian Asteroid Memiliki Bulan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

- Penemuan pertama asteroid 243 Ida dengan bulan Dactyl pada 1993 membuktikan bahwa asteroid juga bisa memiliki satelit alami, dan kini ratusan sistem serupa telah ditemukan di Tata Surya.
- Bulan pada asteroid dapat terbentuk akibat tabrakan antarasteroid, efek YORP yang membuat rotasi terlalu cepat hingga material terlepas, atau penangkapan gravitasi antarasteroid.
- Keberadaan bulan membantu ilmuwan menghitung massa, kepadatan, dan struktur internal asteroid sehingga membuka wawasan baru tentang proses pembentukan serta evolusi awal Tata Surya.
Saat mendengar kata bulan, kebanyakan orang langsung membayangkan satelit alami yang mengorbit planet, seperti Bulan yang mengelilingi Bumi. Namun, tahukah kamu bahwa beberapa asteroid juga memiliki bulan? Fenomena ini mungkin terdengar aneh, mengingat asteroid berukuran jauh lebih kecil dibandingkan planet.
Faktanya, para astronom telah menemukan ratusan asteroid yang memiliki satu atau bahkan lebih satelit alami. Sistem seperti ini dikenal sebagai asteroid biner atau asteroid multipel. Keberadaannya memberikan banyak petunjuk tentang bagaimana benda-benda kecil di Tata Surya terbentuk dan berevolusi selama miliaran tahun. Lalu, bagaimana asteroid bisa memiliki bulan? Berikut penjelasannya.
1. Asteroid ternyata bisa memiliki bulan
Selama bertahun-tahun, ilmuwan mengira hanya planet yang memiliki satelit alami. Anggapan tersebut berubah pada tahun 1993 ketika wahana antariksa Galileo milik NASA melintas di dekat asteroid 243 Ida dan menemukan sebuah bulan kecil bernama Dactyl yang mengorbit asteroid tersebut. Penemuan ini menjadi bukti pertama bahwa asteroid juga dapat memiliki satelit alami.
Sejak saat itu, pengamatan menggunakan teleskop, radar, dan berbagai misi antariksa berhasil menemukan ratusan sistem asteroid yang memiliki bulan. Beberapa terdiri dari asteroid besar dengan satelit kecil, sementara yang lain berupa dua asteroid berukuran hampir sama yang saling mengorbit.
Bahkan, diperkirakan sekitar 15 persen asteroid dekat Bumi (Near-Earth Asteroids/NEA) memiliki setidaknya satu bulan. Artinya, fenomena ini bukanlah sesuatu yang langka.
2. Tabrakan antarasteroidÂ
Salah satu penyebab asteroid memiliki bulan adalah tabrakan. Jika dua asteroid bertumbukan dengan kecepatan dan sudut yang tepat, sebagian material dapat terlepas lalu mengorbit asteroid utama sebagai bulan. Dalam beberapa kasus, tumbukan juga dapat membelah asteroid menjadi dua bagian yang tetap saling mengorbit. Proses ini diperkirakan paling sering terjadi di sabuk asteroid utama.
3. Asteroid berputar terlalu cepat akibat cahaya matahariÂ

Cahaya Matahari juga dapat memicu terbentuknya bulan melalui efek YORP. Selama jutaan tahun, efek ini membuat asteroid berputar semakin cepat hingga sebagian materialnya terlepas. Pecahan batuan tersebut kemudian berkumpul karena gravitasi dan membentuk bulan kecil. Mekanisme ini diyakini menjadi penyebab utama terbentuknya bulan pada banyak asteroid dekat Bumi.
4. Tertangkap oleh gaya gravitasi
Asteroid juga bisa memiliki bulan melalui proses penangkapan gravitasi. Asteroid kecil dapat tertarik oleh gravitasi asteroid yang lebih besar dan akhirnya mengorbit sebagai satelit alami. Selain itu, gaya gravitasi planet dapat membelah asteroid yang melintas sangat dekat, sehingga dua pecahannya tetap saling mengorbit. Namun, mekanisme ini diperkirakan hanya terjadi pada kondisi tertentu dan tidak menjelaskan semua asteroid yang memiliki bulan.
5. Mengapa bulan asteroid penting untuk dipelajari
Keberadaan bulan pada asteroid bukan sekadar fenomena unik. Bagi ilmuwan, satelit alami ini merupakan alat ukur yang sangat berharga.
Dengan mengamati lintasan orbit bulan, para peneliti dapat menghitung massa asteroid induknya secara lebih akurat. Dari data tersebut, ilmuwan dapat mengetahui kepadatan, komposisi, hingga struktur bagian dalam asteroid.
Selain itu, perubahan kecil pada orbit bulan akibat bentuk asteroid yang tidak beraturan juga memberikan petunjuk apakah asteroid tersebut memiliki inti yang lebih padat atau hanya berupa tumpukan batuan longgar (rubble pile). Informasi seperti ini sangat penting untuk memahami proses pembentukan Tata Surya sejak sekitar 4,6 miliar tahun lalu.
Jadi, sebagian asteroid memiliki bulan karena beberapa proses alam yang berlangsung selama jutaan hingga miliaran tahun. Penemuan asteroid yang memiliki bulan menunjukkan bahwa benda-benda kecil di Tata Surya ternyata memiliki sistem yang jauh lebih dinamis daripada yang pernah dibayangkan. Dengan mempelajarinya, para astronom dapat mengungkap lebih banyak rahasia tentang asal-usul asteroid sekaligus sejarah awal pembentukan Tata Surya.





![[QUIZ] Jika Reinkarnasi Nyata, Akan Jadi Siapa Kamu di Doraemon pada Kehidupan Sebelumnya?](https://image.idntimes.com/post/20250224/doraemon-d1b21e789592b2d3872afd98437da4d1.jpg)

![[QUIZ] Kami Tahu Sifat Asli Kamu Sebenarnya dari Pohon Langka yang Dipilih](https://image.idntimes.com/post/20240805/simon-berger-6r1nqdgdirg-unsplash-eaad9c32413c5c1c540329254c6d8af3.jpg)














