Keberadaan bulan pada asteroid bukan sekadar fenomena unik. Bagi ilmuwan, satelit alami ini merupakan alat ukur yang sangat berharga.
Dengan mengamati lintasan orbit bulan, para peneliti dapat menghitung massa asteroid induknya secara lebih akurat. Dari data tersebut, ilmuwan dapat mengetahui kepadatan, komposisi, hingga struktur bagian dalam asteroid.
Selain itu, perubahan kecil pada orbit bulan akibat bentuk asteroid yang tidak beraturan juga memberikan petunjuk apakah asteroid tersebut memiliki inti yang lebih padat atau hanya berupa tumpukan batuan longgar (rubble pile). Informasi seperti ini sangat penting untuk memahami proses pembentukan Tata Surya sejak sekitar 4,6 miliar tahun lalu.
Jadi, sebagian asteroid memiliki bulan karena beberapa proses alam yang berlangsung selama jutaan hingga miliaran tahun. Penemuan asteroid yang memiliki bulan menunjukkan bahwa benda-benda kecil di Tata Surya ternyata memiliki sistem yang jauh lebih dinamis daripada yang pernah dibayangkan. Dengan mempelajarinya, para astronom dapat mengungkap lebih banyak rahasia tentang asal-usul asteroid sekaligus sejarah awal pembentukan Tata Surya.
Referensi
Asteroid Day. Diakses pada Juli 2026. LEARN – Do Asteroids Have Moons?
New Scientist. Diakses pada Juli 2026. Solar-powered Asteroids Make Their Own Moons
Science. Diakses pada Juli 2026. Asteroids With Moons of Their Own
Sentinel Mission. Diakses pada Juli 2026. Why Do Asteroids Have Moons? The Science Behind Binary And Multiple Asteroid Systems