Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Sabtu (5/9/2026) dan memperlihatkan fenomena lava fountain atau lava air mancur. Badan Geologi menyebut erupsi tersebut menghasilkan semburan berwarna merah menyala yang terlihat terus menerus dan kemudian membentuk aliran lava.
Fenomena ini menarik perhatian karena tampilannya berbeda dari gambaran erupsi yang identik dengan kolom abu tinggi. Pada lava fountain, material magma terdorong ke udara dalam bentuk semburan cair pijar yang menyerupai air mancur, sehingga warna merah dari lava dapat terlihat jelas selama aktivitas berlangsung.
Badan Geologi menjelaskan bahwa erupsi menerus selama beberapa jam yang berkaitan dengan lava fountain merupakan fenomena yang umum terjadi. Dalam kasus Anak Krakatau, aktivitas tersebut juga disertai gemuruh dan getaran yang dirasakan warga di sekitar wilayah Selat Sunda.
