- Basic Oxygen Furnace (BOF): Besi cair, logam bekas, dan paduan dilebur, lalu oksigen ditiupkan untuk menghilangkan kotoran.
- Electric Arc Furnace (EAF): Logam bekas dilebur menggunakan arus listrik tinggi. Metode ini lebih fleksibel dan ramah lingkungan karena bisa menggunakan berbagai jenis bahan baku.
7 Perbedaan Besi dan Baja, dari Ketahanan hingga Sifatnya

- Perbedaan besi dan baja ada pada material hingga ketahanannya.
- Besi rentan terhadap korosi dan kurang tahan lama tanpa pelindung, sementara baja lebih tahan terhadap tekanan, panas, dan cuaca ekstrem.
- Baja memiliki risiko korosi yang lebih rendah daripada besi, bisa dilindungi dengan cat anti karat atau coating khusus untuk meningkatkan ketahanannya.
Besi dan baja sering dianggap sama karena tampilannya mirip dan digunakan untuk bangunan maupun peralatan industri. Padahal keduanya punya karakter dan fungsi yang berbeda, lho. Mengetahui perbedaan keduanya penting supaya bisa memilih material yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Dalam dunia konstruksi maupun manufaktur, perbedaan besi dan baja bisa dilihat dari komposisi, ketahanan, hingga sifat fisiknya. Masing-masing punya keunggulan tersendiri yang memengaruhi daya tahan serta penggunaannya. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini!
Table of Content
1. Ketahanan
Besi memang kuat dan kokoh, tetapi sifatnya mudah bereaksi dengan oksigen dan kelembapan sehingga rentan berkarat. Proses korosi inilah yang membuat besi cenderung kurang tahan lama jika tidak dilapisi pelindung.
Sementara itu, baja jauh lebih tahan terhadap tekanan, panas, dan cuaca ekstrem. Baja juga tidak mudah retak, melengkung, atau lapuk, dan tahan terhadap jamur maupun lumut. Berkat ketahanannya yang tinggi, baja banyak digunakan untuk struktur bangunan, jembatan, dan rangka gedung tinggi yang menuntut kekuatan jangka panjang.
2. Ketahanan terhadap korosi
Salah satu kelemahan utama besi adalah sifatnya mudah teroksidasi, terutama jika sering terkena air dan udara lembap. Hal ini menyebabkan timbulnya karat yang bisa melemahkan struktur logam.
Sebetulnya baja juga bisa mengalami korosi, tapi risikonya lebih rendah. Itu karena baja merupakan paduan logam (alloy) yang mengandung unsur seperti karbon, kromium, atau nikel yang membantu melindungi permukaannya. Selain itu, baja bisa diberi lapisan pelindung seperti cat anti karat atau coating khusus sehingga ketahanannya terhadap korosi meningkat secara signifikan.
3. Fleksibilitas dan kegunaan

Besi cenderung lebih kaku dan kurang fleksibel. Namun, ketika dicampur dengan karbon atau logam lain, sifatnya bisa meningkat, meskipun tetap tidak sefleksibel baja. Pada masa lalu, besi banyak digunakan untuk membuat detail arsitektur rumit atau ornamen bangunan.
Sebaliknya, baja sangat fleksibel dan mudah dibentuk tanpa mengurangi kekuatannya. Sifat inilah yang membuat baja lebih disukai dalam industri modern. Baja dapat dibengkokkan, dipotong, atau dilas untuk menyesuaikan desain proyek, mulai dari struktur bangunan, kendaraan, hingga mesin industri.
4. Keberlanjutan
Kedua logam ini bisa didaur ulang, tetapi baja lebih unggul dari sisi keberlanjutan. Baja dapat didaur ulang berkali-kali tanpa kehilangan kekuatan atau kualitasnya. Proses daur ulang baja juga lebih efisien dan berdampak kecil terhadap lingkungan.
Sementara itu, besi memang bisa didaur ulang, tapi prosesnya memerlukan energi lebih besar dan menghasilkan jejak karbon tinggi. Oleh karena itu, dalam konteks ramah lingkungan, baja menjadi pilihan yang lebih berkelanjutan.
5. Biaya produksi
Dulu baja tergolong mahal untuk diproduksi. Namun, sejak revolusi industri, biaya produksi baja turun drastis sehingga kini lebih ekonomis dibandingkan besi murni. Berkat lebih ringan, kuat, dan tahan lama, penggunaan baja justru bisa menghemat biaya konstruksi secara keseluruhan.
Nah, besi murni lebih berat dan kurang efisien untuk struktur besar. Oleh karena itu, baja lebih banyak digunakan di industri konstruksi modern. Pasalnya, selain kuat, baja juga memberikan efisiensi biaya dan waktu pemasangan.
6. Sifat fisik dan kimia
Besi berwarna putih keperakan, padat, dan mudah dibentuk. Namun, sifat kimianya sangat reaktif terhadap oksigen dan sulfur, sehingga mudah berkarat di lingkungan lembap. Besi juga konduktor panas yang baik, tapi konduktivitas listriknya kurang efisien dibanding tembaga atau aluminium.
Tergantung jenisnya, baja biasanya memiliki kekerasan dan ketahanan aus yang tinggi, serta mampu menahan energi besar sebelum patah. Baja juga magnetik dan konduktor panas serta listrik yang baik sehingga sering digunakan untuk alat mesin, kendaraan, dan peralatan industri.
7. Proses pembuatan
Pembuatan besi dilakukan melalui proses peleburan bijih besi di tanur tinggi (blast furnace). Contoh bijih besi yang digunakan adalah hematit (Fe₂O₃). Oksigen dalam bijih tersebut harus dihilangkan untuk mendapatkan logam besi murni.
Sementara itu, baja dibuat dengan cara memurnikan besi kasar (pig iron) lalu menambahkan elemen lain untuk mendapatkan sifat tertentu. Ada dua metode utama, yaitu:
Itulah penjelasan lengkap perbedaan besi dan baja. Jadi, sekarang udah tidak bingung lagi kan membedakan keduanya?
FAQ seputar perbedaan besi dan baja
| Apa perbedaan ketahanan antara besi dan baja? | Baja lebih tahan terhadap panas, cuaca, dan tekanan, sedangkan besi mudah berkarat jika terkena air atau lembap. |
| Mana yang lebih fleksibel, besi atau baja? | Baja lebih fleksibel dan mudah dibentuk tanpa kehilangan kekuatannya, sedangkan besi lebih kaku dan terbatas dalam pembentukan. |
| Apakah besi dan baja bisa didaur ulang? | Keduanya bisa didaur ulang, tapi baja lebih efisien karena kualitasnya tetap terjaga meski didaur ulang berkali-kali. |
| Apa perbedaan penggunaan besi dan baja? | Besi sering digunakan untuk ornamen atau benda klasik, sedangkan baja lebih banyak digunakan di konstruksi modern, alat mesin, dan kendaraan. |
Referensi
"Iron VS Steel". Thyssenkrupp Materials. Diakses November 2025.
"What Are The Differences Between Iron and Steel?". Essentra Components Diakses November 2025.



















