5 Fakta Spoon Billed Sandpiper, Burung Paruh Sendok Kecil yang Langka

- Spoon-billed Sandpiper dikenal karena paruhnya berbentuk sendok yang unik, digunakan untuk menyapu lumpur dan mencari organisme kecil di wilayah pasang surut.
- Burung mungil ini bermigrasi ribuan kilometer dari Arktik Rusia ke Asia Tenggara, bergantung pada lahan basah pesisir yang kini terancam hilang akibat reklamasi.
- Statusnya kritis terancam punah dengan populasi sangat sedikit, mendorong kolaborasi internasional dalam penangkaran, perlindungan habitat, dan edukasi masyarakat untuk menyelamatkan spesies langka ini.
Burung pantai sering kali terlihat serupa di mata awam, namun ada satu spesies kecil yang langsung mencuri perhatian karena bentuk paruhnya yang tidak biasa. Spoon-billed Sandpiper adalah burung mungil dengan ujung paruh melebar seperti sendok, sebuah ciri yang sangat jarang ditemukan pada burung lain. Keunikan inilah yang menjadikannya salah satu burung pantai paling ikonik sekaligus paling terancam di dunia.
Spesies ini berkembang biak di wilayah Arktik Rusia dan bermigrasi ribuan kilometer menuju Asia Selatan dan Asia Tenggara saat musim dingin. Dalam perjalanan panjangnya, ia bergantung pada lahan basah pesisir sebagai tempat mencari makan dan istirahat. Yuk, kita simak 5 fakta menarik burung paruh sendok kecil yang langka ini!
1. Paruh unik berbentuk sendok

Ciri paling mencolok dari Spoon-billed Sandpiper adalah ujung paruhnya yang melebar seperti spatula kecil. Natural History Museum menjelaskan bahwa struktur ini bukan sekadar estetika, melainkan alat khusus untuk menyapu lumpur dan menyaring organisme kecil seperti krustasea dan invertebrata. Adaptasi ini membuatnya sangat efektif berburu makanan di wilayah pasang surut.
Bentuk paruh tersebut juga menjadi pembeda utama dibandingkan burung trinil atau kedidi lain yang memiliki paruh lurus atau melengkung. Keunikan morfologi ini menjadikan spesies ini mudah dikenali bahkan dari kejauhan dengan bantuan teropong. Para peneliti menganggapnya sebagai salah satu contoh adaptasi evolusioner paling menarik pada burung pantai.
2. Ukurannya sangat kecil

Meski namanya terdengar eksotis, ukuran tubuh burung ini sangat mungil, hanya sekitar 14-16 sentimeter dengan berat kurang dari 30 gram. Tubuh kecilnya membuatnya tampak rapuh saat berdiri di tengah bentang lumpur luas di pesisir. Namun di balik ukurannya yang mini, ia adalah penjelajah jarak jauh yang tangguh.
Dilansir BirdLife International, ukuran kecil ini juga membuatnya rentan terhadap gangguan habitat dan perubahan lingkungan. Ketika lahan basah menyusut, ruang mencari makan menjadi semakin terbatas. Hal ini berdampak langsung pada tingkat kelangsungan hidupnya.
3. Migrasi ribuan kilometer

Spoon-billed Sandpiper berkembang biak di wilayah terpencil Chukotka, Rusia timur laut. Dilansir Eaaflyway, setelah musim berbiak, burung ini bermigrasi melewati Asia Timur menuju negara-negara seperti Myanmar, Bangladesh, dan Thailand. Perjalanan ini dapat mencapai lebih dari 8.000 kilometer setiap tahunnya.
Selama migrasi, mereka sangat bergantung pada ekosistem Laut Kuning di Tiongkok sebagai titik persinggahan penting. Hilangnya lahan pasang surut di kawasan tersebut akibat reklamasi besar-besaran menjadi ancaman serius. Tanpa tempat singgah yang aman, peluang bertahan hidupnya menurun drastis.
4. Statusnya kritis terancam punah

Spesies ini dikategorikan sebagai Critically Endangered oleh International Union for Conservation of Nature. Populasinya diperkirakan hanya tersisa beberapa ratus pasangan berkembang biak di alam liar. Angka ini menjadikannya salah satu burung pantai paling langka di dunia.
Ancaman utama berasal dari kehilangan habitat, perburuan di beberapa wilayah migrasi, dan degradasi lingkungan pesisir. Kombinasi faktor tersebut membuat tingkat reproduksi alami sulit mengimbangi angka kematian. Tanpa intervensi konservasi, risiko kepunahannya sangat tinggi.
5. Upaya konservasi internasional

Berbagai organisasi internasional telah bekerja sama untuk menyelamatkan spesies ini melalui program konservasi terpadu. Salah satu inisiatif penting adalah penangkaran dan pelepasliaran yang dikelola oleh Wildfowl & Wetlands Trust bekerja sama dengan mitra global. Program ini bertujuan meningkatkan jumlah individu muda yang berhasil bertahan hingga dewasa.
Selain itu, kampanye perlindungan habitat di jalur migrasi terus digencarkan. Edukasi masyarakat lokal dan pembatasan perburuan menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang. Harapannya, populasi Spoon-billed Sandpiper dapat perlahan pulih dan kembali stabil.
Spoon-billed Sandpiper bukan sekadar burung kecil dengan paruh unik, melainkan simbol rapuhnya ekosistem pesisir dunia. Keindahan dan keunikan evolusionernya mengingatkan kita bahwa setiap spesies memiliki peran penting dalam keseimbangan alam. Melindungi burung paruh sendok kecil ini berarti juga menjaga lahan basah yang menjadi sumber kehidupan bagi banyak makhluk lainnya.


















