Comscore Tracker

Lagi, Lukisan Tertua di Dunia Ditemukan di Indonesia

Usia lukisan 45.500 tahun

Para arkeolog kembali menemukan lukisan tertua di dunia. Lukisan tersebut ditemukan di dalam gua di lembah terpencil Sulawesi. Temuan arkeologis itu semakin menunjukkan bahwa penghuni manusia awal telah bermukim di wilayah tersebut.

Lukisan yang baru saja ditemukan semakin menambah daftar seni lukis tertua di dunia yang ditemukan di Indonesia, di mana manusia di tempat itu dianggap memiliki peradaban yang sudah lumayan maju. 

Para arkeolog masih terus mengembangkan penelitian dan penyelidikan mengenai teknik dan bahkan DNA manusia yang melukisnya. Sebab, lukisan itu tidak hanya bergambar binatang liar tapi juga gambar dua tangan di belakangnya. Arkeolog berpendapat, si pelukis menjadikan tangannya sebagai cetakan, lalu pewarna disemburkan dari mulut si pelukis.

1. Usia lukisan 45.500 tahun

Lagi, Lukisan Tertua di Dunia Ditemukan di IndonesiaLukisan bergambar babi hutan dengan sepasang benjolan (kutil) di wajahnya. (twitter.com/Newscientist)

Sulawesi menjadi salah satu situs arkeologis yang masih menyimpan banyak rahasia. Para peneliti telah lama melakukan eksplorasi di wilayah tersebut, khususnya di Kabupaten Maros. Rata-rata lukisan ditemukan di dalam gua.

Dalam temuan lukisan yang terbarukan, tempatnya berada di dalam gua Leang Tedongnge. Temuan memberikan bukti nyata bahwa dahulu kala sudah ada manusia yang bermukim di wilayah itu. Laporan mengenai temuan diterbitkan di jurnal ilmiah Science Advances. Salah satu penulisnya adalah Maxime Aubert.

Melansir dari laman BBC, Aubert telah melakukan identifikasi deposit kalsit yang terbentuk di atas lukisan. Menurut Aubert, deposit kalsit itu berusia 45.500 tahun. Penentuan itu dilakukan dengan cara penanggalan isotop Uranium, salah satu metode penanggalan radiometrik tertua.

2. Lukisan binatang yang naratif

Lagi, Lukisan Tertua di Dunia Ditemukan di IndonesiaGambar tangan cetakan terlihat di belakang-atas babi hutan. (twitter.com/Resolute Reader)

Lokasi gua Leang Tedongnge tempat penemuan lukisan itu hanya bisa diakses ketika musim kemarau. Pada musim penghujan, wilayah itu seringkali banjir. Gua terdapat di sebuah lembah yang dikelilingi oleh tebing kapur terjal.

Menurut keterangan komunitas Bugis terpencil di dekat gua, belum pernah ada orang Barat yang datang ke lokasi gua tersebut. Melansir dari laman The Guardian, lukisan di dalam gua bergambar babi dengan sepasang kutil (dua benjolan di bawah mata) di wajahnya seperti semacam tanduk yang biasa ada di babi hutan jantan dewasa.

Selain itu, ada dua cetakan tangan di atas bagian belakang bokong babi. Para ilmuwan memperkirakan cetakan itu disemburkan dari mulut si pelukis. Kini mereka berupaya untuk mengekstrak sampel DNA dari air liur sisa yang mungkin ditemukan diatas lapisan lukisan.

Lukisan babi tampak seperti sedang memperhatikan babi lainnya yang sedang berkelahi. “Babi itu tampaknya mengamati perkelahian atau interaksi sosial antara dua babi kutil lainnya” tulis Maxime Aubert dalam laporannya. Dan menurut Auber, “bisa jadi lebih tua” katanya memperkirakan. Aubert adalah seorang ahli penanggalan arkeologis yang memperkirakan usia lukisan tersebut.

Baca Juga: Menurut Sains, 5 Alasan Kenapa Hewan Prasejarah Berukuran Raksasa

3. Lukisan tua sebelumnya

Aubert mengakui bahwa manusia di peradaban Sulawesi adalah satu manusia dengan peradaban modern. “Orang-orang yang membuatnya benar-benar modern, mereka sama seperti kita, mereka memiliki kemampuan dan peralatan untuk melukis seperti kita” jelas Aubert.

Lukisan di gua Leang Tedongnge itu ditemukan pada tahun 2017 lalu oleh para ilmuwan Indonesia. Temuan adalah bagian dari survei dan riset yang dilakukan secara tim dengan pihak berwenang di Indonesia.

Sulawesi sebelumnya juga telah mencatatkan sebagai lokasi penemuan lukisan tertua dengan usia sekitar 43.900 tahun. Lukisan yang ditemukan saat itu adalah gambar seekor kerbau yang diburu oleh makhluk separuh manusia yang mungkin sedang memegang tombak atau pun tali.

Beberapa peneliti menyimpulkan bahwa gambar itu seperti adegan cerita tertua di dunia. Penemuan dipresentasikan di jurnal Nature yang disusun oleh para arkeolog dari Griffith University di Brisbane, Australia.

Adam Brumm yang juga peneliti arkeologis dari Griffith University menjelaskan bahwa dia sudah melihat ratusan situs seni di atas batu cadas di wilayah Sulawesi. Namun menurut Brumm, dia belum pernah melihat yang seperti adegan perburuan. Lukisan ditemukan di gua Leang Bulu’Sipong.

Baca Juga: 15 Hewan Prasejarah yang Masih Hidup Sampai Sekarang dan Bisa Ditemui!

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya