Comscore Tracker

5 Permainan yang Mudah Dipelajari tapi Sulit Dikuasai, Kamu Bisa?

Kalau kamu sudah master yang mana?

Permainan-permainan kuno di bawah ini masih sangat banyak yang memainkan lho, bahkan di tengah gempuran permainan modern atau gim, seperti gim-gim e-sport. Soalnya, permainan-permainan ini memberikan pengalaman tersendiri bagi para pemainnya.

Nolan Bushnell, kreator video game yang menciptakan gim Pong pada awal tahun 1970-an mengungkapkan sebuah teori bagaimana seharusnya permainan atau gim itu dimainkan. Nolan menuturkan, sebuah permainan itu mesti sangat mudah dipelajari, tapi sulit untuk dikuasai. Pada kemudian hari, teori Nolan Bushnell ini menjadi landasan bagi para kreator gim dalam karya-karya mereka.

Lebih lanjut, Jesse Schell penulis buku "The Art of Game Design" menambahkan, permainan yang sukses adalah yang mudah dipelajari, yang ketika semakin lama dimainkan, semakin kompleks pula upaya untuk memenangkannya. Itulah sebabnya ada tingkatan, level atau stage dalam sebuah permainan.

Nah, berikut adalah lima permainan kuno yang tampaknya sederhana, namun rumit ini.

1. Go

5 Permainan yang Mudah Dipelajari tapi Sulit Dikuasai, Kamu Bisa?wikimedia.org

Kalau dilihat sekilas, permainan ini tampak sederhana. Ada dua pemain yang saling duduk berhadapan. Yang satu membawa batu-batu berwarna putih, sementara yang satu lainnya membawa batu-batu hitam. Di tengah mereka ada sebuah papan yang bergambar kotak-kotak kecil yang terdiri dari 19 kotak x 19 kotak.

Secara bergiliran, mereka menempatkan batu-batu di titik-titik kosong. Yang menang adalah siapa yang paling banyak mengambil batu milik lawan. Caranya, dengan mengelilingi batu milik lawan dengan batu milik sendiri.

Permainan ini populer lantaran cara memainkan dan peraturannya yang mudah. Tapi, semakin lama dimainkan, permainan menjadi rumit lantaran papan yang bertambah penuh dengan batu. Di antara ketegangan para pemainnya, diperlukan langkah-langkah strategis dan taktis yang seakan tak ada habisnya. Inilah yang membuat permainan Go ini begitu menarik.

Meskipun terlihat mudah untuk dimainkan, dalam praktiknya Go sangat menantang. Hingga sejauh ini belum ada yang bisa memprogram komputer untuk memainkan kecerdasan artifisial yang lebih terampil daripada master-master manusia.

2. Domino

5 Permainan yang Mudah Dipelajari tapi Sulit Dikuasai, Kamu Bisa?Pexels/Craig Adderley

Siapa yang tidak tahu permainan ini. Di Indonesia, domino biasanya berwujud kartu berwarna kuning dengan titik-titik berwarna merah. Kartu domino ini terdiri dari pasangan jumlah titik yang dipisahkan garis merah. Jumlah titik terdiri mulai dari 0-0 hingga yang terbesar 6-6. Namun lain di luar negeri. Domino berbentuk balok.

Memainkan domino ini sangat mudah. Pada umumnya, dimainkan dua sampai empat pemain. Kartu dikocok dan dibagikan sama rata. Untuk memulai, aturannya pun fleksibel. Pembukaan biasanya dimulai dari kartu 0-0, dimainkan hingga selesai, lalu ganti bukaan 1-1 dimainkan sampai tuntas dan seterusnya.

Selain aturannya yang fleksibel, pemain hanya perlu menyamakan atau mencocokkan salah satu jumlah titik dalam kartu domino yang terbuka di tengah. Yang menang adalah pemain mana yang kartunya habis lebih dulu.

Mudah, 'kan? Tapi tunggu dulu. Kalau semudah itu, mengapa seantero Indonesia bahkan dunia banyak yang memainkannya, hingga begadang. Soalnya, bagi para pemain fanatik domino, diperlukan perhitungan matematis yang rumit di kepala mereka. Tujuannya, untuk menentukan titik mana yang akan ditutup demi menjegal lawan. Permainan ini memang candu!

Baca Juga: 5 Permainan Tradisional Populer yang Diadaptasi ke Dalam Game Digital

3. Othello

5 Permainan yang Mudah Dipelajari tapi Sulit Dikuasai, Kamu Bisa?wikipedia.org

Permainan satu ini juga merupakan salah satu yang paling populer di dunia karena mudah dimainkan, tapi sulit menjadi master. Di luar negeri, Othello dikenal sebagai Reversi. Konsep permainan Othello ini sama dengan Go, tapi berbeda penerapan. Keduanya sama-sama memerlukan dua jenis bidak, yaitu putih dan hitam. Tetapi, bidak Othello mempunyai dua sisi, putih dan hitam.

Caranya pun sama yaitu mengapit bidak-bidak lawan menjadi milik sendiri. Bedanya, kalau permainan Go mengambil bidak milik lawan dan diletakkan di luar papan, Othello justru membalik permukaan bidaknya. Jadi, bidak-bidak tetap di papan.

Papan Othello ini terdiri kotak-kotak berjumlah 64 atau 8 kotak x 8 kotak. Sama seperti Go, Othello hanya bisa dimainkan dua orang saja. Cara memainkan Othello adalah setiap pemain secara bergantian meletakkan bidak-bidaknya di permukaan papan, dengan catatan harus dekat dengan bidak lawan.

Yang menang adalah pemain yang bidaknya paling banyak menguasai papan. Caranya, dengan menjebak maupun mengapit bidak-bidak milik lawan, lalu membaliknya menjadi sesuai warna. Misal, bidak hitam mengapit bidak-bidak putih, maka bidak-bidak putih tadi dibalik menjadi hitam. Jumlah yang diapit pun tak terbatas.

Kelihatannya sederhana dan mudah bukan? Tapi, para pemain Othello ini ditantang untuk mengembangkan langkah-langkah rumit, bahkan berisiko demi memenangkan permainan. FYI, permainan Othello ini populer di kalangan para pakar matematika dan ilmuwan sains.

4. Scrabble

5 Permainan yang Mudah Dipelajari tapi Sulit Dikuasai, Kamu Bisa?Pixabay/Hans

Siapa yang tidak tahu Scrabble? Ini adalah salah satu permainan paling digemari di Planet Bumi. Mengapa? Soalnya, cara memainkannya itu sangat mudah. Selain itu, Scrabble bisa dimainkan oleh banyak pemain.

Aturannya pun simpel, yaitu hanya dengan menggunakan kotak-kotak dengan huruf untuk membentuk kata-kata pada papan. Dimainkan dengan gaya teka-teki silang. Boleh membentuk kata dari huruf yang mana saja yang ada di papan Scrabble.

Daya tarik Scrabble hingga membuat permainan ini tetap dimainkan hingga masa kini adalah karena konsepnya yang mudah dipahami, namun sulit untuk dimainkan. Pasalnya, memunculkan kombinasi kata dari bermacam-macam kotak huruf secara acak membutuhkan ketangkasan intelektual dan kosa kata yang besar.

Menurut sebuah artikel New York Times pada 2004 tentang subkultur Scrabble, pemain pro Scrabble memiliki kosa kata lebih dari 120.000 kata. Jumlah kosa kata itu merupakan empat kali lipat dari jumlah kosa kata yang dikuasai oleh para lulusan perguruan tinggi pada umumnya. Busyet!

5. Catur

5 Permainan yang Mudah Dipelajari tapi Sulit Dikuasai, Kamu Bisa?Pexels/JESHOOTS.com

Permainan catur sejatinya telah lama menjadi daya tarik dan obsesi selama bertahun-tahun. Pasalnya, catur merupakan perwujudan sempurna dari teori Nolan Bushnell di atas. Pada tingkat yang paling dasar, sangat sederhana memainkan catur, sehingga anak-anak pun dapat mempelajari peraturannya.

Contoh, pergerakan pion yang hanya bisa maju sekotak-sekotak, benteng (rook) yang cuma lurus, gajah atau peluncur (bishop) yang khusus diagonal, kuda (knight) yang letter L, hingga ster atau ratu (queen) yang bergerak bebas kecuali letter L. Raja (king) pun bisa ke arah mana saja tapi cuma satu kotak pada satu waktu.

Mudah caranya, tapi rumit dalam memainkannya, itulah catur. Memenangkan catur adalah ketika ketika raja lawan kena skak atau bersilangan dengan bidak lawannya dari bidak apa saja dan tidak bisa pindah ke kotak lain karena ada bidak lain dari lawan yang menghadang jalannya. Istilahnya adalah checkmate atau skakmat.

Yang membuat catur ini menarik itu tak hanya para pemain catur yang ditantang untuk menyusun dan mengeksekusi strategi yang kompleks, tetapi juga faktor psikologis. Para pemain saling curiga terhadap langkah lawannya.

Seperti dikatakan pelatih catur asal Uni Soviet (USSR), Mark Dvoretsky tentang sense of danger, "Lawan kelihatannya membuat langkah yang salah, tetapi langkah itu membangkitkan kewaspadaan dan ada kelicikan yang disembunyikan."

Itulah lima permainan populer yang mudah dipelajari tapi sulit untuk dikuasai. Di antara lima permainan di atas, permainan mana yang paling menarik bagi kalian?

Baca Juga: Ini 7 Fakta Sejarah Permainan Ular Tangga, Board Gamer Wajib Tahu

Rangga Putra Photo Verified Writer Rangga Putra

Lahir di Kota Pahlawan Surabaya dan besar di Kota Santri Gresik. Suka Bismillah dan Alhamdulillah.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya