Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
rusa bera eropa (inaturalist.org/Tobias S. Radmer)
  • Rusa bera Eropa berukuran sedang dengan tanduk lebar dan empat variasi warna: umum, menil, melanistik, serta leukistik.
  • Berasal dari Turki, Balkan selatan, Italia, dan pulau sekitarnya, spesies ini diintroduksi luas untuk perburuan, tetapi dapat merusak ekosistem lokal.
  • Meski berstatus risiko rendah secara global, populasi Rhodes dan beberapa wilayah Turki menurun akibat perburuan liar, kebakaran hutan, serta aktivitas manusia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Siapa yang tak kenal rusa? Hewan bertanduk berwarna cokelat tersebut sudah menjadi ikon yang besar di banyak aspek, entah itu bagi anak-anak di kartun atau menjadi simbol dalam perayaan Natal. Spesies rusa juga banyak, salah satunya adalah dama dama atau rusa bera Eropa yang memiliki banyak fakta menarik.

Nah, fakta menarik rusa bera Eropa tercermin dari beberapa aspek, mulai dari penyebaran, kebiasaan, hingga ciri fisiknya. Spesies ini juga merupakan salah satu hewan yang terancam oleh kebakaran hutan, bahkan hal tersebut bisa membuat populasinya menurun secara drastis. Mau tahu bagaimana kehidupan rusa bera Eropa? Selengkapnya di bawah ini.

1. Rusa bera Eropa punya empat varian warna

rusa bera eropa (commons.wikimedia.org/Julian Herzog)

Rusa bera Eropa adalah spesies berukuran sedang dengan panjang maksimal 1,9 meter dan bobot mencapai 150 kilogram. Ia juga mudah dikenali dari tanduknya yang lebar dan menjulang ke atas. Namun, ukuran dan bentuk tanduk bukan ciri khas utama hewan ini. Sebaliknya, ia menjadi unik karena variasi warnanya.

Laman iNaturalist menerangkan bahwa rusa bera Eropa memiliki empat varian warna, yaitu warna umum, menil, melanistik, dan leukistik. Melanistik adalah varian warna hitam sementara leukistik merupakan varian putih. Warna umum dicirikan oleh badan cokelat dan corak tutul putih. Varian menil mirip dengan warna umum. Bedanya terlihat pada corak tutulnya yang lebih jelas pada musim panas dan tidak terlihat warna hitam di sekitar pantat atau ekor.

2. Rusa bera Eropa tersebar dari Eropa hingga Australia

rusa bera eropa (commons.wikimedia.org/Musicaline)

Dilansir Wildlife Vagabond, rusa bera Eropa diperkirakan berasal dari wilayah Turki, Balkan selatan, Italia (kemungkinan), dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Namun, pada masa Kerajaan Romawi spesies ini mulai diintroduksi ke daerah lain seperti Irlandia, Britania Raya, Selandia Baru, sebagian Amerika Selatan, dan Australia.

Rusa bera Eropa diintroduksi untuk dijadikan objek berburu dan semata-mata dilepas hanya untuk memperindah suatu wilayah yang dianggap kosong. Sayangnya, introduksi juga memunculkan masalah baru di mana rusa bera Eropa mulai merusak ekosistem karena memakan berbagai tanaman asli di suatu daerah. Tak hanya itu, rusa ini juga mengancam kehidupan satwa lokal karena sering menggali tanah.

3. Rusa bera Eropa hidup secara berkelompok

kawanan rusa bera eropa (commons.wikimedia.org/A.Savin)

Dilansir Lake Tobias Wildlife Parks, rusa bera Eropa hidup secara berkelompok yang berisikan hingga 70 individu. Namun, terkadang rusa jantan dewasa juga akan hidup menyendiri dan baru bergabung ke kelompok pada musim panas atau gugur. Rusa ini aktif pada malam hari (nokturnal), aktivitasnya sendiri akan memuncak pada senja hingga menjelang fajar. Rusa bera Eropa juga merupakan hewan pemalu dan akan kabur ketika menjumpai predator. Hewan ini juga bisa hidup di berbagai tipe habitat, mulai dari hutan, padang rumput, area berkayu, pegunungan rendah, hingga savana.

4. Rusa bera Eropa merupakan orangtua yang baik

rusa bera eropa (commons.wikimedia.org/Johann-Nikolaus Andreae)

Dilansir Atlas of Living Australia, masa kehamilan rusa bera Eropa sekitar 245 hari. Umumnya, satu betina hanya bisa melahirkan satu bayi dan kelahiran kembar merupakan suatu hal yang jarang terjadi. Setelah melahirkan, rusa betina akan merawat anaknya hingga berusia 16 bulan. Menariknya, rusa jantan sudah bisa kawin dan mencapai kematangan seksual pada usia yang sama.

Setelah melahirkan, rusa betina akan pergi ke area yang tertutup seperti semak-semak. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga bayinya atau membersihkan tubuh bayinya yang kotor. Namun, ia tak akan pergi jauh dari kawanannya. Rusa betina juga akan sering menjilat area anal dari anaknya. Kelihatannya memang menjijikkan, tapi hal tersebut merupakan bagian penting dari pertumbuhan anaknya.

5. Rusa bera Eropa terancam oleh perburuan dan kebakaran

rusa bera eropa (commons.wikimedia.org/Frank Sengpiel)

Berdasarkan data IUCN Red List, rusa bera Eropa memang bukan hewan yang terancam punah. Bahkan, ia masuk ke kategori least concern (risiko rendah), yang artinya hewan ini tidak memiliki risiko kepunahan yang besar. Meski begitu, beberapa populasi tak luput dari berbagai ancaman.

Salah satunya adalah populasi di Rhodes, Yunani, yang hanya menyisakan sekitar 400-500 individu. Di pulau kecil tersebut, rusa bera Eropa terancam oleh perburuan liar dan kebakaran hutan yang melahap ratusan ribu hektar serta kerap terjadi selama dekade 2020-an. Populasi di beberapa daerah di Turki juga mengalami penurunan jumlah yang cukup signifikan. Tercatat, hal tersebut dipicu oleh perburuan dan aktivitas manusia yang lain.

Berbagai fakta menarik tentang rusa bera Eropa adalah cerminan bahwa aktivitas manusia bisa berpengaruh besar terhadap kehidupan satwa liar. Kita tak hanya menangkap mereka, tapi juga mengancam kehidupan mereka dan secara tak langsung merusak alam itu sendiri. Karena itu, sangat penting bagi semua orang untuk memahami ekosistem dan kehidupan satwa liar agar bencana besar bisa dicegah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article