Peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia di Jakarta, pada Rabu (08/07/2026) (IDN Times/Misrohatun)
Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standardisasi Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Adis Alfiawan, menilai pengembangan industri antariksa membutuhkan dukungan seluruh ekosistem, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga sektor swasta.
Ia berharap Indonesia memiliki visi strategis yang mampu mendorong investasi dan mempercepat pertumbuhan industri antariksa nasional, sebagaimana keberhasilan peluncuran Satelit Palapa yang menjadi tonggak penting pembangunan telekomunikasi Indonesia.
Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Robertus Heru Triharjanto, mengatakan posisi strategis Indonesia memberikan peluang untuk menjadi bagian dari rantai pasok global industri antariksa. Menurutnya, pengembangan platform satelit di dalam negeri dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat kemampuan industri nasional.
Heru menegaskan BRIN akan terus mendukung pengembangan ekosistem antariksa melalui riset, penguatan kapasitas nasional, penyediaan infrastruktur penelitian, serta fasilitasi kolaborasi dengan industri.
Dengan sinergi tersebut, Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan keunggulan geografisnya untuk berkembang sebagai pusat aktivitas antariksa di kawasan khatulistiwa dan memperkuat posisinya dalam industri antariksa global.