Bumblebee merupakan jenis lebah madu berukuran besar yang dicirikan dari tubuh berwarna kuning. Spesiesnya juga banyak, salah satunya adalah bumblebee berwajah kuning (Bombus vosnesenskii) yang bisa ditemukan benua Amerika. Hewan tersebut juga punya banyak keunikan, salah satunya adalah perbedaan yang mencolok dengan spesies lain.
5 Fakta Unik Bumblebee Berwajah Kuning, Hidup di Dalam Tanah

- Bumblebee berwajah kuning memiliki tubuh dominan hitam dengan bagian kepala dan wajah berwarna kuning, serta ukuran mencapai 1,7 cm yang membedakannya dari spesies bumblebee lain.
- Spesies ini hanya ditemukan di pesisir barat Amerika Utara hingga Meksiko, mampu hidup di berbagai habitat mulai dari savana hingga perkotaan padat aktivitas manusia.
- Selain berperan penting sebagai penyerbuk tanaman seperti tomat dan buah beri, koloni bumblebee berwajah kuning hidup di dalam tanah dan hanya betina yang memiliki sengat.
Namun, di balik perbedaannya bumblebee berwajah kuning tetaplah lebah madu yang bermanfaat, entah bagi alam atau kehidupan manusia. Ia juga mampu menyengat, bahkan sengatannya bisa berakibat fatal bagi beberapa orang. Penasaran dengan berbagai fakta unik bumblebee berwajah kuning? Berikut pembahasannya.
1. Perawakannya berbeda dari kerabat-kerabatnya

Secara umum, bumblebee dicirikan dengan tubuh yang berwarna kuning. Umumnya, warna kuning pada bumblebee dapat terlihat dari garis-garis yang tersebar luas di kepala, badan, hingga adbomen. Namun, bumblebee berwajah kuning malah didominasi warna hitam pekat. Warna kuningnya hanya nampak di bagian kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Karena itu, ia mudah dikenali dan dibedakan dari spesies bumblebee lain. Menariknya, ukuran hewan ini tak kalah dari spesies lain dengan panjang maksimal di angka 1,7 centimeter.
2. Hanya bisa ditemukan di pesisir barat Amerika Utara

Dilansir GBIF, bumblebee berwajah kuning hanya bisa ditemukan di pesisir barat Amerika Utara dan sebagian Amerika Tengah. Secara spesifik, penyebarannya mencakup wilayah British Columbia di Kanada hingga Baja California di Meksiko. Lebah ini termasuk spesies yang super adaptif. Pasalnya, bumblebee berwajah kuning bisa mendiami berbagai tipe habitat, mulai dari savana, semak-semak, rerumputan, perbukitan, area pinggir pantai, sampai perkotaan yang padat dengan aktivitas manusia.
3. Sengatannya bisa berakibat fatal bagi beberapa orang

Seperti lebah lain, bumblebee berwajah kuning bisa menyengat. Uniknya, hanya individu betina yang memiliki sengat. Untungnya, serangga ini bukan termasuk hewan yang agresif. Biasanya, ia hanya akan menyengat ketika terpojok. Dilansir Picture Insect, sengatan hewan ini tidak berbahaya bagi manusia sehat. Efeknya hanya pembengkakan atau rasa sakit ringan. Namun, jika memiliki alergi atau penyakit khusus sengatannya bisa menyebabkan beberapa komplikasi yang berakibat fatal.
4. Berperan sebagai penyerbuk tanaman

Bumblebee berwajah kuning sangat penting bagi para petani, khususnya petani yang menanam tanaman di green house. Laman University of California juga menjelaskan kalau lebah ini merupakan penyerbuk yang sangat efekfif bagi beberapa jenis tanaman, khususnya tomat, lada, merica, dan buah beri. Selain bagi petani, lebah ini juga menjadi penyerbuk alami di alam liar. Kehadirannya membuat pertumbuhan tanaman terjaga, buah bisa tumbuh dengan baik, dan akhirnya keseimbangan ekosistem dapat tercapai.
5. Koloni bumblebee berwajah kuning hidup di dalam tanah

Dilansir iNaturalist, bumblebee berwajah kuning tidak membuat sarang atau koloni di atas pohon. Sebaliknya, ia lebih suka membuat koloni di dalam tanah, lubang, kayu yang sudah mati, atau di sekitar lumpur. Setelah menemukan daerah yang cocok untuk berkoloni, ratu lebah akan bertelur. Telur-telur tersebut akan menetas, berkembang menjadi lebah pekerja, dan membentuk koloni besar dalam waktu singkat. Makanan hewan ini juga sangat spesifik, yaitu nektar dari bunga berwarna cerah yang berasal dari genus Lupinus, Cirsium, Eriogonum, Phacelia, Clarkia, dan Ericameria.
Bumblebee berwajah kuning cocok jika mendapat julukan sebagai sahabat petani karena perannya. Lebah ini juga tak memberikan ancaman yang terlalu signifikan pada manusia. Oleh karena itu, eksistensinya harus dijaga dan habitatnya tak boleh dirusak. Justru, perusakan habitat akan menimbulkan konflik yang merugikan lebah dan manusia itu sendiri.



















