Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Ular dengan Gigi Terunik, Bentuk dan Kegunaannya Bervariasi

5 Ular dengan Gigi Terunik, Bentuk dan Kegunaannya Bervariasi
ular stiletto (commons.wikimedia.org/Joubert Heymans)
Intinya Sih
  • Lima jenis ular memiliki bentuk gigi unik dengan fungsi berbeda, mulai dari menyayat, mencongkel, hingga menyuntikkan bisa untuk bertahan hidup dan berburu mangsa.
  • Ular kukri, gaboon viper, sanca, siput, dan stiletto menunjukkan adaptasi luar biasa melalui struktur giginya yang disesuaikan dengan cara makan serta lingkungan masing-masing.
  • Keunikan gigi tiap ular menjadikan mereka spesies eksotis yang berperan penting dalam ekosistem dan perlu dilestarikan keberadaannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Ular sangat terkenal akan bisanya yang mematikan dan mampu melumpuhkan manusia. Punya sepasang taring tajam, bisa ular mampu mengalir ke dalam tubuh dengan mudah. Menariknya, tak semua ular memiliki bisa mematikan. Selain itu, tiap ular juga memiliki bentuk gigi yang bervariasi. Adapun, berikut lima ular dengan gigi terunik yang mungkin belum kamu tahu.

Salah satunya adalah ular siput yang giginya secara khusus dirancang untuk mencongkel keong dari cangkangnya. Ular kukri tak kalah unik karena gigi melengkungnya bisa menyayat cangkang telur. Di Afrika juga ada gaboon viper yang merupakan ular dengan taring bisa terpanjang. Bagaimana gigi unik tersebut membantu kehidupan ular? Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Ular kukri punya gigi yang mirip pisau khas Nepal

ular kukri
ular kukri (commons.wikimedia.org/Sandeep Das)

Penyebutan ular kukri merujuk pada spesies dari genus Oligodon. Ular kukri berukuran kecil dengan panjang maksimal yang hanya sekitar 0,6 sampai 1 meter. Namun, di balik ukurannya yang kecil ternyata ular ini menyimpan senjata berbahaya, yaitu gigi setajam silet. Dengan gigi tersebut, ular kukri bisa menyayat daging kodok, kadal, bahkan ia juga bisa merobek cangkang telur.

Laman Thailand Snakes juga menjelaskan kalau gigitan ular kukri cukup menyakitkan. Jika tergigit, kulit manusia akan sobek dan kamu akan mengalami pendarahan yang cukup parah. Kata "kukri" di nama ular ini didasarkan pada giginya yang besar, panjang, dan melengkung, mirip seperti pisau kukri khas Nepal yang sering digunakan masyarakat lokal untuk bertarung dan memotong daging hewan.

2. Gaboon viper adalah ular dengan taring bisa terpanjang

gaboon viper
gaboon viper (commons.wikimedia.org/Holger Krisp)

Dilansir ScienceAlert, Bitis gabonica atau gaboon viper merupakan ular dengan taring bisa terbesar. Bayangkan saja, panjang taring dari ular ini bisa mencapai 5 centimeter, lho. Seperti spesies viper lain, taringnya besar, panjang, melengkung, berongga, tajam, dan dapat ditekuk ke dalam. Andalkan taring sebesar itu, gaboon viper mampu menyuntikan bisa sebanyak 450–600 mg dalam satu gigitan.

Bisa sebanyak itu lebih dari cukup untuk melumpuhkan mangsa dan predator, seperti tikus, burung, kadal, rakun, sampai kucing liar. Untungnya kasus kematian manusia akibat gigitan ular ini cukup jarang terjadi. Namun, kamu harus tetap hati-hati karena gigitan ular sepanjang 2 meter ini mampu menyebabkan demam, kerusakan jaringan, sampai pembusukan. Gaboon viper sendiri merupakan ular asli Afrika yang sering ditemukan di semak-semak dan hutan.

3. Ular sanca punya gigi melengkung mirip kail pancing

ular sanca
ular sanca (commons.wikimedia.org/Mannes Fotos)

Ular piton atau sanca memiliki tipe gigi aglypha, yaitu gigi tanpa taring bisa. Meski tanpa taring bisa, ular sanca punya gigi khas yang berukuran besar, kuat, dan bentuknya melengkung seperti kail pancing. Bentuk demikian memiliki fungsi tersendiri, yaitu membantu ular sanca dalam mencengkeram, menelan, dan menyergap mangsa. Selain itu, ular sanca juga memiliki dua baris gigi di rahang atas dan bawah yang membuat gigitannya semakin mematikan.

Dilansir Florida Museum, gigitan dari ular sanca dewasa mampu merobek kulit dan daging manusia. Gigi yang berbentuk seperti kail bisa menancap dengan kuat di kulir manusia. Kamu tak boleh melepaskan gigitan secara paksa. Sebaliknya, kamu harus tenang dan membiarkan gigitan lepas dengan sendirinya. Jika tak berhasil, kamu bisa memasukan kepala ular ke dalam air sampai ia kehabisan nafas.

4. Ular siput menggunakan giginya untuk mencongkel keong

ular siput
ular siput (commons.wikimedia.org/Rushen)

Seperti namanya, ular yang berasal dari famili Pareidae ini sangat suka memakan moluska seperti siput dan keong. Karena makanannya yang tersebut, ular ini mengembangkan adaptasi yang unik. Dilansir iNaturalist, ia punya gigi taring panjang dan melengkung yang terletak di rahang bagian bawah. Gigi tersebut digunakan ular tidak berbisa ini untuk mencongkel keong dari cangkangnya.

Ada berbagai spesies ular siput, seperti Asthenodipsas vertebralis dan Pareas margaritophorus. Ular siput sering dijumpai di pepohonan, hutan, dan area lembap. Ukurannya kecil, gerakannya lambat, dan ia dicirikan dari kepala membulat dan mata besar. Karena ukurannya yang kecil dan perawatannya yang mudah ular ini juga cukup populer sebagai peliharaan.

5. Ular stiletto memiliki taring bisa yang mencuat dari mulut

ular stiletto
ular stiletto (commons.wikimedia.org/Marius Burger)

Dilansir African Snakebite Institute, ular stiletto yang berasal dari genus Atractaspis merupakan salah satu tersangka dari banyaknya gigitan ular berbisa yang terjadi di musim panas di wilayah Afrika. Ukuran kecil, sifat yang tidak agresif, dan kemampuan kamuflasenya yang baik membuat ular ini sulit diidentifikasi. Banyak orang yang tak sengaja menginjak, menyentuh, atau menyenggol ular ini dan akhirnya digigit.

Ular ini sangat khas dengan taring bisanya yang panjang dan melengkung. Taring tersebut sampai keluar dari mulut, mirip seperti kucing bergigi pedang. Karena itu, ular ini tak perlu membuka mulut atau menggigit jika ingin menyuntikan bisa. Hanya dengan menyeggol mulutnya saja taring tersebut sudah mampu menusuk kulit manusia. Satu gigitannya bisa menyebabkan pembusukan di daging manusia.

Berbagai ular dengan gigi terunik menggunakan keunikannya untuk berbagai hal, mulai dari makan, menyerang, hingga mempertahankan diri. Mungkin mereka tak seterkenal ular lain seperti kobra, ular terbang, atau taipan. Namun, keunikan yang mereka miliki menjadikan semua ular tersebut sebagai spesies eksotis yang eksistensinya harus dijaga dan dilestarikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More