Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Fakta Sejarah Donald Trump dengan Industri Hiburan Amerika

cuplikan dalam acara The Apprentice
cuplikan dalam acara The Apprentice (dok. Trump Productions/The Apprentice)

Donald Trump pertama kali menjadi presiden AS pada tahun 2016. Lalu kembali terpilih lagi pada tahun 2024 dan dilantik pada 2025. Sebelum itu, Trump mengandalkan popularitasnya sebagai selebritas selama beberapa dekade.

Meskipun lebih dikenal sebagai pengusaha besar, tetapi Donald Trump tidak seperti pengusaha lain yang hanya tampil di acara dan konferensi perusahaan. Yap, Donald Trump menunjukkan ketertarikannya di luar lingkup industri real estate, yang menjadikannya miliarder. Namun, kesuksesannya di industri hiburan Hollywood justru hampir sama seperti presiden AS lainnya, yaitu Ronald Reagan.

Donald Trump berusaha agar wajahnya dikenal di dunia hiburan. Ia pun pernah mendapat peran dalam beberapa film sebelum beralih ke reality show TV. Nah, mungkin agak unik, ya, jika presiden AS muncul dari dunia hiburan ketimbang politik, tapi ini bukan pertama kalinya terjadi, lho.

Seperti yang sudah disinggung sedikit, Ronald Reagan, yang terpilih sebagai presiden AS pada tahun 1980 dan kembali terpilih pada tahun 1984, juga merupakan sosok yang dikenal warga Amerika. Reagan pertama kali berkarier di dunia film. Kariernya di industri Hollywood jauh lebih panjang dibandingkan dengan Donald Trump. Yuk, kita bahas aja fakta-fakta keterlibatan Donald Trump dalam industri hiburan AS!

1. Donald Trump bukan presiden AS pertama yang berkecimpung di dunia hiburan

cuplikan adegan yang diperankan Ronald Reagan dalam film The Killers
cuplikan adegan yang diperankan Ronald Reagan dalam film The Killers (dok. Universal Pictures/The Killers)

Ronald Reagan datang ke Hollywood pada akhir tahun 1930-an. Saat itu, ia mengikuti audisi untuk Warner Brothers Studios setelah tiba di California bersama tim bisbol Chicago Cubs. Sebelumnya, Ronald Reagan menyediakan siaran radio untuk pertandingan-pertandingan tersebut.

Tampan dan ramah di layar, Ronald Reagan adalah bintang film B (film beranggaran rendah) yang terkenal sepanjang tahun 1940-an dan 1950-an. Ia membintangi film-film tentang tentara dan perang. Pesona dan kesuksesannya di industri film membawanya menjadi presiden Screen Actors Guild pada tahun 1947, posisi yang dipegangnya hingga tahun 1952.

Selama waktu ini, Ronald Reagan menjadi saksi di House Un-American Activities Committee yang berupaya menghapus simpati komunis di industri film dan di lembaga serta komunitas lain. Reagan sendiri adalah seorang liberal dan demokrat, mengikuti pandangan ayahnya yang sangat mengagumi Franklin D. Roosevelt dan New Deal. Namun, seiring bertambahnya usia, Reagan menjadi lebih konservatif. Pada tahun 1950-an, ia berkampanye untuk politisi Partai Republik.

Pada tahun 1960-an, Ronald Reagan terjun ke dunia politik, meskipun berlatar belakang bintang film dan warga sipil, tetapi ia muak dengan arah politik AS pada saat itu. Ia menjabat sebagai gubernur California dari tahun 1967 hingga 1975. Kemudian mencoba untuk mencalonkan diri sebagai presiden dari Partai Republik sejak tahun 1968. Pada saat itu ia telah membintangi 53 film, yang terakhir adalah The Killers (1964).

2. Donald Trump terobsesi menjadi bintang film sejak berkeinginan menjadi calon presiden AS

cuplikan adegan Donald Trump dalam film Home Alone 2: Lost in New York
cuplikan adegan Donald Trump dalam film Home Alone 2: Lost in New York (dok. 20th Century Fox/Home Alone 2: Lost in New York)

Donald Trump baru aktif secara politik di abad ke-21. Pasalnya, ia pertama kali masuk politik pada tahun 1987, ketika ia terobsesi untuk mencalonkan diri sebagai presiden AS. Nah, ketika obsesi menjadi presiden muncul, Trump tidak masuk lewat jalur politik atau partai politik, melainkan ke dunia hiburan.

Dalam satu setengah dekade berikutnya, Donald Trump muncul dalam setidaknya 10 film layar lebar, yang paling terkenal adalah Home Alone 2: Lost in New York (1992). Dalam film ini, ia berakting dengan memberi tahu petunjuk arah kepada karakter yang diperankan Macaulay Culkin, Kevin, di sebuah hotel di New York. Selain itu, Trump muncul sebagai dirinya sendiri dalam film Zoolander (2001). Nah, ada juga sejumlah film yang kurang terkenal dan dibintangi Trump, seperti film Ghosts Can't Do It (1989) yang gagal di box office.

Hampir dalam setiap kesempatan, Donald Trump biasanya memerankan dirinya sendiri, atau setidaknya karakter yang sangat mirip dengannya. Menurut orang dalam yang bekerja dengannya di lokasi syuting film, Trump akan menerima film apa pun asalkan ia tampil sebagai dirinya sendiri. Mungkin Trump mau ngasih tahu semua orang kalau dia adalah seorang pengusaha kaya dan sukses.

3. Donald Trump dalam acara televisi yang sukses

cuplikan dalam acara The Apprentice
cuplikan dalam acara The Apprentice (dok. Trump Productions/The Apprentice)

Penampilan Donald Trump dalam film-film yang dibintanginya sendiri memperkuat citranya sebagai seorang taipan bisnis yang luar biasa. Namun, itu bukan satu-satunya media yang ia gunakan sejak akhir tahun 1980-an. Sama seperti Ronald Reagan yang dekat di hati masyarakat pada tahun 1950-an karena berperan dalam serial drama General Electric Theater, Trump juga sering tampil di televisi agar popularitasnya tidak redup.

Banyak dari penampilan Donald Trump itu berupa sitkom, seperti The Fresh Prince of Bel-Air, Sex & The City, dan The Nanny, di mana Trump memerankan dirinya sendiri. Namun, Trump juga sering datang ke banyak acara TV seperti Larry King Live. Dalam acara ini, Trump menjelaskan aspirasi politiknya, seperti pencalonan dirinya sebagai presiden, yang terjadi pada tahun 2000 sebagai calon dari Partai Reformasi, yang ternyata gagal.

Pada tahun 2004, Donald Trump menandatangani kontrak untuk membintangi reality show NBC bertajuk The Apprentice. Dalam acara ini, ia mempekerjakan dan memecat calon pengusaha. Acara ini sangat sukses, dan berlangsung selama 15 musim hingga tahun 2017. Bagi banyak warga Amerika, karier inilah yang ngasih kesempatan emas bagi Trump untuk mencapai Gedung Putih.

4. Memburuknya hubungan Donald Trump dengan Hollywood

Presiden Donald Trump saat menyampaikan pidato pelantikan.
Presiden Donald Trump saat menyampaikan pidato pelantikan. (commons.wikimedia.org/The Trump White House)

Meskipun Donald Trump punya hubungan dengan Hollywood selama tahun 1980-an hingga 1990-an dan punya teman selebritas di industri film, terutama Sylvester Stallone, Mel Gibson, dan James Woods, tetapi hal ini berantakan ketika Trump menjadi orang berkuasa di AS untuk pertama kalinya. Sebab, banyak selebritas papan atas yang menentang tokoh Republikan tersebut dan kebijakan pemerintahannya.

Rosie O'Donnell, Mia Farrow, Richard Gere, dan Jane Fonda, secara terbuka menentang kepresidenan Donald Trump. Pada September 2025, banyak selebritas lain, seperti Robert De Niro, Meryl Streep, dan Ben Affleck, menandatangani surat terbuka yang mengecam penanganan Trump terhadap komentar yang dibuat oleh pembawa acara Jimmy Kimmel, yang acaranya tidak boleh ditayangkan setelah pembunuhan pendukung Trump, Charlie Kirk.

Namun, seperti biasanya, Donald Trump malah menyerang balik. Ia mengkritik para selebritas tersebut dan mencemooh industri film Amerika dalam pernyataan di platform media sosialnya, Truth. Seperti yang dilaporkan oleh The Los Angeles Times, ia mengatakan: "Industri Film di Amerika sedang MATI dengan sangat cepat. Hollywood, dan banyak daerah lain di AS, sedang hancur." Rencananya untuk memberlakukan tarif 100 persen pada film asing juga menyebabkan perpecahan dan mengguncang industri film.

Nah, mengingat kebijakan Donald Trump yang dianggap kebangetan di industri film, pertanyaannya, apakah Trump akan muncul dalam film lagi, ya? Apalagi popularitasnya sangat bergantung dengan industri hiburan. Yap, meskipun semenjak jadi presiden AS, Trump justru jadi lebih terkenal berkat kebijakannya yang kontroversial.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Science

See More

Mengenal Penyakit Chytridiomycosis dan Dampaknya pada Amfibi

11 Jan 2026, 07:15 WIBScience