Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Serangga Paling Berbahaya di Asia, Melumpuhkan dalam Sekejap
tawon raksasa asia (inaturalist.org/Huang Baochen | 黄宝臣)
  • Tawon raksasa Asia dan tawon gung memiliki sengatan berbisa yang dapat mematikan, terutama karena sifat agresif serta serangan berulang pada manusia.
  • Kumbang rove dapat memicu dermatitis linearis akibat racun pederin, sementara duri ulat ngengat oriental menyebabkan iritasi, pembengkakan, dan reaksi alergi serius.
  • Nyamuk Aedes menyebarkan demam berdarah, demam kuning, dan cikungunya melalui gigitan; korban dengan gejala serius perlu segera mendapat pertolongan medis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kamu tak boleh meremehkan serangga hanya karena tubuh mereka yang kecil. Sebaliknya, di balik tubuh kecil tersebut serangga menyembunyikan senjata yang sangat mematikan. Di Asia sendiri ada banyak serangga yang sangat berbahaya bagi manusia seperti tawon raksasa asia, nyamuk, dan kumbang rove.

Beberapa dari mereka bisa melumpuhkan manusia dengan sengatan berbisa. Di sisi lain, ada juga serangga yang mampu menyebarkan penyakit berbahaya seperti demam berdarah. Lantas, seberapa bahaya serangga-serangga tersebut? Temukan jawabannya di artikel berikut, yuk!

1. Tawon raksasa asia (membunuh puluhan orang tiap tahun)

tawon raksasa asia (commons.wikimedia.org/Yasunori Koide)

Vespa mandarinia atau tawon raksasa asia merupakan tawon paling berbahaya di Asia. Tak hanya menyebabkan demam atau pembengakan, sengatan hewan ini bisa menghilangkan nyawa manusia, lho. Dilansir CNN World dan Scientific America, di 2013 tawon ini membunuh 42 orang di China. Selain itu, tawon raksasa asia juga tercatat membunuh 50 orang setiap tahunnya di Jepang.

Ia mudah dikenali dari beberapa ciri. Pertama, hewan ini punya kepala membulat dan perpaduan warna cokelat, jingga, serta hitam. Ukurannya juga besar dengan panjang maksimal 4 centimeter dan bentang sayap sekitar 7,6 centimeter. Serangga ini bisa dijumpai di beberapa negara, yaitu Rusia, China, Kamboja, India, Thailand, hingga Malaysia. Selain itu, ia juga menghuni wilayah Amerika Serikat.

2. Kumbang rove (racunnya menyebabkan dermatitis linearis)

kumbang rove (commons.wikimedia.org/Katja Schulz)

Penyebutan kumbang rove atau tomcat merujuk pada kumbang yang berasal dari famili Staphylinidae. Badannya memanjang, panjang maksimalnya hanya 3 centimeter, dan warnanya sangat beragam, mulai dari hitam, cokelat, hingga merah. Spesies kumbang rove ada banyak, bahkan mencapai ribuan. Lebih lanjut, ia merupakan predator yang sering memakan invertebrata berukuran kecil.

Dilansir Picture Insect, kumbang rove bisa menyebabkan dermatitis linearis atau iritasi yang disebabkan oleh racun pederin. Hal tersebut bisa terjadi jika kamu membunuh atau menghancurkan kumbang ini, khususnya saat ia menempel di kulit. Racunnya memang tak bisa membunuh manusia. Namun, iritasi yang disebabkan cukup parah dan terkadang bisa memicu komplikasi lain.

3. Ulat ngengat oriental (duri berbisanya memicu alergi)

ulat ngengat oriental (inaturalist.org/Anna Barr)

Monema flavescens atau ngengat oriental yang sudah dewasa sama sekali tidak berbahaya. Namun, saat masih kecil dan masih menjadi ulat hewan ini jadi momok yang cukup menakutkan. Artikel di jurnal EFSA Journal menjelaskan bahwa ulat ngengat oriental memiliki duri berbisa. Jika duri tersebut menusuk kulit maka manusia bisa mengalami iritasi parah hingga pembengkakan.

Sengatan dari durinya juga bisa memicu reaksi alergi yang cukup berbahaya. Jika tidak ditangani dengan cepat, maka korban sengatan bisa mengalami gejala yang cukup serius. Selain berbisa, ulat ini juga dianggap sebagai hama karena mampu merusak tanaman buah. Terakhir, penyebaran serangga ini mencakup wilayah Rusia, Jepang, Korea, China, India, dan Filipina.

4. Tawon gung (sengatannya bisa membunuh manusia)

tawon gung (commons.wikimedia.org/Gerard Chartier)

Dilansir ifaw, Apis dorsata atau tawon gung merupakan salah satu hewan paling berbahaya di hutan Asia Tenggara. Populasi hewan ini sangat melimpah dan ia bisa ditemukan di China, India, Thailand, hingga Indonesia. Tawon gung juga sangat agresif dan tak segan untuk menyerang manusia. Ukurannya juga besar, bahkan panjang maksimalnya mencapai 2 centimeter.

Tawon gung sebenarnya merupakan spesies lebah madu. Namun, ukuran rakasa dan sifatnya yang agresif membuat hewan ini disebut sebagai tawon. Jika merasa terancam, tawon ini tak segan untuk menyengat dan sengatannya sanggup membunuh manusia, khususnya lansia dan anak-anak. Sengatannya juga menyakitkan dan bisa dilakukan bertubi-tubi tanpa ampun.

5. Nyamuk (bisa menyebarkan penyakit berbahaya)

nyamuk (commons.wikimedia.org/Fritz Geller-Grimm)

Terdapat satu jenis nyamuk yang sangat berbahaya di Asia, yaitu nyamuk dari genus Aedes. Nyamuk Aedes memang kecil, tapi ia bisa menyebarkan berbagai jenis penyakit. Dilansir iNaturalist, beberapa penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Aedes adalah demam berdarah, demam kuning, dan cikungunya.

Nyamuk Aedes bisa mentransfer virus atau patogen lewat gigitan. Saat sudah masuk ke tubuh, virus akan berkembang di dalam tubuh. Setelah beberapa hari atau minggu, barulah muncul beberapa gejala seperti demam dan muntah-muntah. Jika gejala-gejala tersebut sudah muncul, maka korban harus segera mendapat pertolongan medis agar nyawanya terselamatkan.

Di balik ukurannya yang mungil, ternyata serangga tak kalah berbahaya dari hewan yang ukurannya jauh lebih besar. Oleh sebab itu, kamu tak boleh macam-macam dengan mereka. Sebisa mungkin hindari serangga-serangga tersebut, jangan ganggu mereka, dan segera pergi ke fasilitas kesehatan jika kamu disengat, digigit, atau mengalami gejala serius yang bisa mengancam nyawa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article