Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Serangga Pengisap Darah, Sebarkan Penyakit Lewat Gigitan

nyamuk
nyamuk (commons.wikimedia.org/Mathias Krumbholz)
Intinya sih...
  • Nyamuk merupakan serangga penghisap darah yang paling dekat dengan manusia, bisa menyebarkan penyakit seperti demam berdarah dan Zika virus.
  • Kutu adalah serangga parasit yang hidup di rambut atau kulit inangnya, mampu menyebabkan iritasi dan masalah kulit jika dibiarkan.
  • Kissing bug dapat menyebarkan penyakit chagas melalui kotorannya, yang jika terinfeksi bisa menyerang sistem peredaran darah dan berakibat fatal.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hewan pengisap darah identik dengan kelelawar vampir yang beterbangan di malam hari. Namun, kelelawar bukan satu-satunya hewan yang melakukan hal tersebut, lho. Justru serangga menjadi salah satu hewan pengisap darah yang harus lebih diwaspadai dari kelelawar. Pasalnya serangga sangat kecil, bisa tiba-tiba menempel di tubuh, dan mampu menyebarkan patogen.

Tak kenal waktu, serangga bisa menghisap darah kapan pun, entah itu di siang, sore, pagi, atau malam hari. Jika kulitmu terbuka lebar, hal tersebut menjadi kesempatan emas bagi serangga untuk menempel dan menyedot darah dengan bebas. Khawatir akan kehadiran serangga pengisap darah? Yuk, kita ulik beberapa di antaranya!

1. Nyamuk

nyamuk
nyamuk (commons.wikimedia.org/Kjetil Fjellheim)

Sering terlihat di pemukiman, nyamuk menjadi salah satu serangga pengisap darah yang paling dekat dengan kehidupan manusia. Biasanya hewan ini akan muncul di malam hari atau setelah hujan. Ia penyendiri, bisa terbang, dan badannya ramping. Tercatat, terdapat sekitar 3600 spesies nyamuk di seluruh dunia. Panjang maksimalnya sekitar 1,8cm dan kecepatan terbangnya 2 km/jam.

Berbagai sumber menjelaskan kalau gigitan nyamuk bisa menyebarkan berbagai penyakit. Hal tersebut dapat terjadi karena saat menggigit nyamuk akan menusuk manusia dengan mulutnya dan dari mulut tersebut berbagai virus akan masuk ke tubuh manusia. Demam berdarah, cikungunya, kaki gajah, dan Zika virus merupakan beberapa penyakit yang disebarkan nyamuk dan bisa mengancam nyawa.

2. Kutu

kutu
kutu (commons.wikimedia.org/Gilles San Martin)

Sering merasa kulit kepala gatal? Mungkin hal tersebut merupakan ulah kutu. Dilansir Britannica, kutu atau louse merupakan serangga yang makan dengan cara mengisap darah. Kutu sendiri merupakan hewan parasit dan kerap menempel di mamalia seperti kuda, anjing, kucing, hingga manusia. Tak hanya mengisap darah, kutu juga bereproduksi dan hidup di rambut atau kulit inangnya.

Setidaknya terdapat sekitar 500 spesies kutu yang sudah dideskripsikan. Salah satu ciri khas kutu adalah kemampuan melompatnya yang luar biasa. Andalkan kemampuan tersebut, hewan ini bisa berpindah dari satu inang ke inang lain dengan mudah. Sebenarnya gigitan kutu tidak terlalu berbahaya. Namun, jika dibiarkan hewan ini bisa mengakibatkan iritasi, rasa gatal, masalah kulit, hingga kerusakan pada rambut.

3. Kissing bug

kissing bug
kissing bug (commons.wikimedia.org/Katja Schulz)

Secara umum serangga dari subfamili Triatominae ini sebenarnya tidak berbahaya. Namun, gigitannya cukup menyakitkan dan terkadang bisa menyebabkan iritasi, rasa gatal, atau rasa sakit yang luar biasa. Selain itu kissing bug juga bisa menyebarkan penyakit chagas yang berbahaya. Uniknya, laman CDPH menjelaskan bahwa penyakit chagas tidak disebarkan lewat gigitan atau kegiatan menghisap darah.

Sebaliknya penyakit yang disebabkan oleh parasit tersebut bisa menyebar lewat kotoran kissing bug. Jika kamu menyentuh atau mengoleskan kotoran kissing bug di tubuh parasit tersebut akan masuk badan dan akhirnya menginfeksi. Penyakit chagas sangat berbahaya karena mampu menyerang sistem peredaran darah, menyebabkan demam tinggi, dan jika tidak ditangani korban bisa meninggal.

4. Lalat tsetse

lalat tsetse
lalat tsetse (commons.wikimedia.org/International Atomic Energy Agency)

Berbeda dari spesies lain yang memakan bangkai dan material busuk, lalat tsetse yang berasal famili Glossinidae justru merupakan hewan pengisap darah. Saat menghisap darah lalat asli Afrika ini juga mampu menyebarkan penyakit berbahaya. Dilansir CDC, penyakit tertidur atau sleeping sickness jadi salah satunya. Penyakit tersebut disebabkan oleh parasit yang masuk ke tubuh manusia.

Setelah parasit masuk ke tubuh ia akan berkembang selama beberapa bulan hingga setahun. Dalam jangka waktu tersebut, gejalanya belum tentu terlihat. Alhasil diagnosis terhadap penyakit tertidur cukup sulit dilakukan kecuali korban sudah mengalami gejala yang parah. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa mengakibatkan kerusakan syaraf, koma, hingga kematian.

5. Tungau

tungau
tungau (commons.wikimedia.org/Thomas Bresson)

Dilansir health direct, tungau sering menghisap darah manusia dan hewan lain. Saat menghisap darah ia akan menempel di kulit, menggigit, dan terus menyedotnya hingga tubuhnya membesar serta penuh dengan darah. Umumnya gigitan tungau tidak berbahaya bagi manusia. Di banyak kesempatan gigitannya hanya menyebabkan efek ringan seperti gatal, iritasi, dan perubahan warna kulit.

Namun, beberapa spesies seperti Ixodes scapularis harus diwaspadai karena ia bisa menyebarkan lyme disease. Selain itu ada juga spesies yang menyebarkan penyakit bernama ehrlichiosis. Seperti serangga lain di daftar ini, tungau sangat kecil dan sulit ditemukan. Ia pandai bersembunyi dan berkamuflase. Di area pemukiman tungau kerap terlihat di semak-semak, area gelap, lembap, dan bawah bantal.

Kamu tak bisa meremehkan serangga pengisap darah. Tak hanya mengganggu, mereka juga mengancam nyawa manusia karena gigitannya mampu menyebarkan penyakit. Berbagai upaya pencegahan harus dilakukan demi mencegah kehadiran semua hewan tersebut. Jika terlanjur tertular penyakit, maka kamu harus mendapat pertolongan medis sesegera mungkin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Kecerdasan Buatan (AI) dalam Militer Amerika Serikat

07 Jan 2026, 21:06 WIBScience