Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Waktu Buka Puasa Selalu Berubah?

Kenapa Waktu Buka Puasa Selalu Berubah?
ilustrasi buka puasa (commons.wikimedia.org/Nima Najafzadeh)
Intinya Sih
  • Waktu buka puasa berubah karena rotasi dan revolusi Bumi memengaruhi waktu terbenamnya Matahari.

  • Letak geografis dan kemiringan sumbu Bumi membuat durasi siang berbeda-beda.

  • Kalender Hijriah yang mengikuti siklus Bulan membuat Ramadan terus bergeser tiap tahun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Waktu buka puasa sering terasa tidak konsisten karena jamnya bisa maju atau mundur beberapa menit setiap hari, bahkan selisihnya bisa cukup jauh jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Perubahan itu bukan kebetulan, melainkan berkaitan langsung dengan posisi Bumi dan Matahari yang terus bergerak sepanjang tahun.

Banyak orang menyadari pergeseran tersebut, tetapi jarang memahami proses astronomi yang bekerja di baliknya. Fenomena ini menjadi contoh sederhana bagaimana pergerakan benda langit memengaruhi aktivitas manusia sehari-hari, termasuk penentuan waktu ibadah seperti buka puasa. Berikut penjelasan ilmiahnya dari beberapa sudut pandang.

1. Pergerakan Bumi mengubah posisi Matahari

ilustrasi pergerakan Bumi
ilustrasi pergerakan Bumi (commons.wikimedia.org/Orion 8)

Bumi tidak diam, melainkan terus berputar pada porosnya sambil mengelilingi Matahari dalam orbit berbentuk elips. Pergerakan ganda ini membuat posisi Matahari yang terlihat dari permukaan selalu berubah setiap hari sehingga waktu terbenamnya Matahari tidak pernah persis sama. Saat rotasi Bumi membawa suatu wilayah menjauh dari Matahari, garis cakrawala akan menelan Matahari pada waktu yang sedikit berbeda dibanding hari sebelumnya.

Perubahan kecil ini tampak sepele karena hanya beberapa menit. Namun, jika dihitung dalam skala bulan, selisihnya bisa mencapai lebih dari 10 menit. Itu sebabnya, waktu buka puasa pada awal Ramadan bisa terasa lebih lambat dibanding mendekati akhir bulan. Pergeseran tersebut murni akibat posisi Bumi yang terus bergerak, bukan karena perubahan cuaca atau zona waktu.

2. Perbedaan letak wilayah membuat waktu terbenam Matahari tidak seragam

ilustrasi waktu magrib
ilustrasi waktu magrib (commons.wikimedia.org/Fakharry khalid Pervez)

Permukaan Bumi tidak datar dan setiap wilayah memiliki garis lintang serta bujur berbeda. Perbedaan posisi geografis ini membuat sudut pandang terhadap Matahari tidak sama sehingga waktu terbenam di satu kota bisa berbeda beberapa menit dibanding daerah lain yang masih dalam zona waktu sama. Bahkan, perbedaan ketinggian tempat juga memengaruhi waktu terlihatnya Matahari tenggelam.

Wilayah yang berada di dataran tinggi biasanya melihat Matahari sedikit lebih lama karena garis cakrawalanya lebih rendah. Sebaliknya, daerah di lembah atau tertutup pegunungan dapat mengalami Matahari terbenam lebih cepat. Faktor geografis ini menjelaskan mengapa jadwal buka puasa antarkota sering memiliki selisih meskipun jarak mereka tidak terlalu jauh.

3. Kemiringan sumbu Bumi membuat panjang siang terus bergeser

ilustrasi kemiringan sumbu Bumi
ilustrasi kemiringan sumbu Bumi (commons.wikimedia.org/Dna-webmaster)

Sumbu Bumi tidak berdiri tegak, melainkan miring sekitar 23,5 derajat terhadap bidang orbitnya. Kemiringan ini membuat Matahari tampak berada pada ketinggian berbeda sepanjang tahun sehingga durasi siang dan malam ikut berubah. Ketika Matahari tampak lebih tinggi di langit, siang berlangsung lebih lama. Akibatnya waktu terbenam datang lebih lambat.

Sebaliknya, saat posisi Matahari tampak lebih rendah, siang menjadi lebih pendek sehingga waktu terbenam terjadi lebih cepat. Inilah alasan kenapa waktu buka puasa mendekati Lebaran sering terasa makin maju beberapa menit. Pergeseran tersebut mengikuti perubahan panjang siang, bukan karena perhitungan kalender yang sengaja diubah.

4. Orbit Bumi berbentuk elips membuat kecepatan gerak tidak sama

ilustrasi orbit Bumi
ilustrasi orbit Bumi (commons.wikimedia.org/Jim slater307)

Banyak orang mengira Bumi mengelilingi Matahari dengan kecepatan konstan, padahal orbitnya berbentuk elips sehingga jarak terhadap Matahari tidak selalu sama. Ketika Bumi berada di titik yang lebih dekat, gerak orbitnya sedikit lebih cepat. Sementara, saat lebih jauh, kecepatannya sedikit melambat. Perbedaan ini memengaruhi posisi Matahari yang terlihat dari Bumi pada waktu tertentu.

Akibatnya, waktu Matahari mencapai cakrawala juga ikut bergeser beberapa menit dari hari ke hari. Efeknya memang tidak langsung terasa dalam satu hari, tetapi menjadi jelas ketika diamati selama beberapa minggu. Itu sebabnya, jam buka puasa tidak hanya berubah karena rotasi Bumi, melainkan juga karena variasi kecepatan orbitnya.

5. Kalender Hijriah menggeser Ramadan ke musim berbeda

ilustrasi kalender Hijriah
ilustrasi kalender Hijriah (commons.wikimedia.org/مشاري محمد بن خنين)

Penanggalan Hijriah menggunakan siklus Bulan, bukan peredaran Matahari seperti kalender Masehi. Akibatnya, setiap tahun Ramadan maju sekitar 10–11 hari dalam kalender Matahari. Pergeseran ini membuat Ramadan bisa jatuh pada periode panjang siang berbeda sehingga waktu buka puasa antartahun dapat berubah cukup signifikan.

Ketika Ramadan terjadi mendekati musim dengan siang lebih panjang, waktu buka puasa cenderung lebih lambat. Sebaliknya, jika jatuh pada periode siang lebih pendek, waktu berbuka menjadi lebih cepat. Pergeseran tahunan ini sering menimbulkan kesan seolah jam buka puasa berubah drastis, padahal penyebabnya ialah perbedaan posisi musim dalam siklus tahunan Bumi.

Waktu buka puasa yang selalu berubah ternyata bukan sekadar perbedaan jadwal, melainkan hasil dari gerak kompleks Bumi dalam sistem tata surya. Memahami hal ini membuat perubahan waktu berbuka terasa lebih masuk akal sekaligus menunjukkan betapa eratnya aktivitas manusia dengan gerak benda langit. Setelah mengetahui prosesnya, masih terasa anehkah jika jam buka puasa terus bergeser dari hari ke hari?

Referensi
"Iftar times". Islamic Relief. Diakses Februari 2026.
"Ramadan 2026: Fasting hours, suhoor and iftar times around the world". Aljazeera. Diakses Februari 2026.
"Why does the Iftar time change every night?". Telegrafi. Diakses Februari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Science

See More