Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Tanaman Ini Bisa Hidup Lebih dari 1.000 Tahun, Ada Apa Saja?
ilustrasi Pohon Baobab (wikimedia.org/Yoky)
  • Tujuh tanaman purba dapat hidup lebih dari 1.000 tahun, termasuk Welwitschia, baobab, Jomon Sugi, zaitun, yew, alerce, dan pinus bristlecone.

  • Usia tertinggi disebut pada Alerce Gran Abuelo yang diperkirakan lebih dari 5.000 tahun, sementara pinus Bristlecone Methuselah telah dikonfirmasi berumur lebih dari 4.850 tahun.

  • Ketahanan tanaman ini ditopang adaptasi seperti penyimpanan air, resin pelindung, kayu padat antipelapukan, akar dalam, regenerasi mandiri, serta pertahanan terhadap hama dan kekeringan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tanaman memainkan peran penting dalam ekosistem sebagai produsen oksigen, penyedia pangan, penjaga kestabilan tanah, dan pengatur siklus air. Tidak hanya berperan penting pada ekosistem, terdapat pula berbagai macam keajaiban biologi termasuk dalam hal ketahanan sel dan umur panjang pada tanaman tertentu di belahan dunia.

Di beberapa wilayah ekstrem, terdapat tanaman yang mampu hidup kokoh melintasi berbagai zaman, peradaban manusia, hingga pergantian milenium. Alasan dibalik kemampuan bertahan hidup ini pun beragam, mulai dari rahasia anatomi, kandungan zat alami, hingga strategi adaptasi lingkungan yang unik. Ingin mengetahui tanaman-tanaman apa saja yang bisa hidup lebih dari 1.000 tahun? Yuk, simak artikel di bawah!

1. Welwitschia Mirabilis

ilustrasi Welwitschia Mirabilis (wikimedia.org/Thomas Schoch)

Gurun Namib di Afrika dikenal sebagai salah satu gurun tertua dan paling gersang di dunia, tapi wilayah ini menjadi rumah bagi tanaman purba Welwitschia Mirabilis. Dilansir laman Treehugger, tanaman ini dikategorikan sebagai "fosil hidup" karena telah berevolusi sejak jutaan tahun lalu dan mampu hidup antara 1.000-1.500 tahun di tengah lingkungan yang ekstrem.

Secara anatomi, tanaman ini sangat unik karena hanya menumbuhkan dua lembar daun saja seumur hidupnya yang terus memanjang dan terbelah oleh angin gurun. Struktur sel pada daunnya dirancang khusus untuk bisa menangkap embun pagi dari kabut Samudra Atlantik secara efisien. Strategi penyerapan air inilah yang membuat Welwitschia Mirabilis mampu bertahan hidup ribuan tahun meski wilayah sekitarnya jarang sekali diguyur hujan.

2. Pohon Baobab

ilustrasi Pohon Baobab (wikimedia.org/Roger Culos)

Bagi pencinta lanskap sabana, pohon Baobab (Adansonia) merupakan salah satu flora ikonik yang sangat dihormati karena peran krusialnya bagi ekosistem sekitar. Dilansir laman Nature, pohon yang dijuluki "pohon kehidupan" ini memiliki beberapa spesimen tertua di Madagaskar dan daratan Afrika yang usianya tercatat telah melewati 2.000 tahun.

Rahasia umur panjang pohon Baobab terletak pada kemampuan batangnya yang berongga raksasa untuk menampung hingga puluhan ribu liter air sebagai cadangan musim kemarau panjang. Selain itu, kulit kayunya memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa dan tahan terhadap serangan api. Karakteristik serat kayunya yang elastis membuat pohon Baobab tetap berdiri kokoh dan tidak mudah lapuk dimakan usia.

3. Jomon Sugi

ilustrasi Jomon Sugi (wikimedia.org/Raita Futo)

Jepang memiliki sebuah pohon cemara kuno legendaris bernama Jomon Sugi yang tumbuh subur di pedalaman hutan hujan Pulau Yakushima. Dilansir laman Japan Guide, pohon yang termasuk dalam spesies Cryptomeria japonica ini diperkirakan telah tumbuh sejak periode Jomon prasejarah Jepang dengan taksiran usia berkisar antara 2.000-7.000 tahun.

Hutan tempat tumbuhnya Jomon Sugi memiliki curah hujan yang sangat tinggi dan tingkat kelembapan ekstrem yang biasanya memicu pembusukan kayu. Namun, Jomon Sugi memiliki kadar resin alami yang sangat tinggi di dalam serat batangnya. Resin pekat ini berfungsi sebagai tameng pelindung alami dari serangan jamur dan serangga hama, sehingga bagian dalam batangnya tetap sehat dan awet muda selama ribuan tahun.

4. Pohon Zaitun

ilustrasi Pohon Zaitun (wikimedia.org/Uoaei1)

Pohon zaitun telah menjadi simbol perdamaian dan keabadian di kawasan Mediterania selama berabad-abad, dan salah satu spesimen tertuanya terletak di Pulau Kreta, Yunani. Dilansir laman Acropolis Organics, pohon zaitun Vouves ini diperkirakan telah berusia lebih dari 3.000 tahun dan hebatnya masih tetap menghasilkan buah zaitun berkualitas hingga hari ini.

Meskipun bagian tengah dari batang utamanya telah berongga karena termakan usia, jaringan luar tanaman ini masih terus melakukan pembelahan sel kambium secara aktif. Pohon zaitun memiliki sistem perakaran yang sangat luas dan masuk jauh ke dalam perut bumi, memungkinkannya bertahan dari kekeringan ekstrem dan kebakaran melanda. Pohon ini bahkan dilindungi sebagai monumen alam bersejarah di Yunani.

5. Pohon Yew

ilustrasi Pohon Yew (wikimedia.org/Dr Astrid Stilma)

Pohon Yew (Taxus baccata) banyak dijumpai di area pekarangan gereja kuno dan pemakaman tua di seluruh Inggris Raya. Dilansir laman Smithsonian Magazine, pohon konifer berdaun jarum ini dikenal memiliki umur panjang yang fantastis, di mana beberapa spesimen terkenalnya seperti Fortingall Yew diperkirakan telah hidup selama 3.000-5.000 tahun.

Pohon Yew memiliki kemampuan unik untuk melakukan klon atau regenerasi mandiri secara alami. Ketika cabang-cabang pohonnya yang sudah tua terkulai dan menyentuh tanah, dahan tersebut akan menumbuhkan akar baru dan membentuk batang sekunder yang menopang pohon induk. Selain itu, seluruh bagian pohon ini mengandung senyawa toksik bernama taksin yang melindunginya dari gangguan hewan herbivora besar.

6. Alerce

ilustrasi Alerce (wikimedia.org/Krzysztof Ziarnek)

Tumbuh terisolasi di kawasan hutan hujan beriklim sedang di Pegunungan Andes, Chili, pohon Alerce (Fitzroya cupressoides) memegang rekor sebagai salah satu pohon terbesar di belahan Bumi selatan. Dilansir laman Science AAAS, salah satu spesimen terkenalnya yang dijuluki "Gran Abuelo" (Kakek Buyut) diperkirakan telah hidup melintasi sejarah bumi selama lebih dari 5.000 tahun.

Para ilmuwan botani mengungkapkan bahwa rahasia utama ketahanan pohon Alerce terletak pada kepadatan serat kayunya yang luar biasa rapat. Ditambah lagi, kayu Alerce memproduksi cairan kimia khusus yang membuatnya kebal terhadap proses pembusukan oleh air dan infeksi mikroba. Alhasil, pohon konifer raksasa ini bisa terus tumbuh tinggi dengan sangat lambat tapi pasti tanpa takut mengalami pelapukan.

7. Pinus Bristlecone

ilustrasi Pinus Bristlecone (wikimedia.org/James R Bouldin)

Gelar sebagai organisme tunggal tertua di dunia yang masih hidup dipegang oleh pohon pinus Bristlecone (Pinus longaeva) di Pegunungan Putih, California. Dilansir laman Encyclopedia Britannica, salah satu spesimen pohon purba ini yang diberi nama Methuselah secara resmi dikonfirmasi telah hidup kokoh di atas gunung berbatu selama lebih dari 4.850 tahun.

Secara mencengangkan, rahasia umur panjang Bristlecone Pine justru berasal dari kondisi habitatnya yang serba sulit, gersang, dan dingin. Karena tumbuh sangat lambat di tanah minim nutrisi, serat kayu yang dihasilkan menjadi sangat padat dan keras menyerupai batu, sehingga tidak bisa ditembus oleh hama serangga. Bahkan ketika sebagian besar bagian pohonnya tampak mati mengering, ada satu jalur tipis kulit kayu hidup yang tetap setia menyalurkan nutrisi ke cabang berdaun hijaunya.

Tanaman merupakan makhluk hidup yang tinggal berdampingan dengan manusia dan alam. Tidak hanya memiliki hubungan dengan alam, tanaman juga memiliki mekanisme adaptasi biologis yang luar biasa melalui struktur sel dan pertahanan tubuh yang mereka miliki. Rahasia umur panjang ini dapat berasal dari kandungan resin, kepadatan kayu, sistem akar yang dalam, bahkan kemampuan klon mandiri sehingga beberapa flora mampu hidup abadi melintasi milenium di belahan dunia tertentu. Walaupun zaman sudah modern, hal ini tidak mengurangi kekaguman para ilmuwan untuk terus meneliti dan melindungi tanaman-tanaman purba ini di beberapa negara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article